[ihwal] warna dari logam transisi

Karena tidak sengaja membaca buku kimia modern, saya jadi sangat tertarik mempelajari logam transisi dimatakuliah Anorganik, anorganik adalah ilmu kimia yang mempelajari sifat-sifat dari unsur unsurditabelperiodik

Kehadiran elektron tak berpasangan dalam unsure logam transisi dan senyawanya, adanya orbital tidak terhuni berenergi rendah dan kemempuan logam transisi mengubah bilangan oksidasinya, semua ini membuat ilmu kimia menjadi menakjubkan dan kaya. Terlalu banyak hal yang perlu dibahas jika mengupas tuntas seluruh asapek dari logam transisi. Saya akan coba membahas mengenai spectrum warna pada logam transisi dengan cara yang jauh lebih menyenangkan. Semoga bermanfaat dan membuat kita kian menyadari kebesaran ciptaan 4w1 yang maha kuasa.

Logam transisi sering banget membentuk senyawa yang bernama kompleks. Kompleks ini tersusun dari dua komponen, yaitu atom pusat (biasanya ion logam) dan ligan. Sebagian besar ligan adalah zat netral, anion ataupun kation. Senyawa ini akan mengabsorbsi cahaya di daearah sinar tampak. Warna yang akan terlihat dari senyawa ini adalah warna komplementer dengan intensitas yang paling kuat diabsorbsi (diserap). Suatu zat akan tampak hitam jika menyerap semua cahaya tampak, warnanya akan menjadi putih atau tidak berwarna jika tidak menyerap cahaya tampak sama sekali. Suatu objek akan tampak hijau jika menyerap semua cahaya tetapi memantulkan warna hijau.

Secara sederhana, warna dari logam logam transisis ini bisa terbentuk karena eksitasi dari elektron dari orbital yang memiliki energy rendah dan terhuni elektron ke orbital yang berenergi tinggi yang tidak terhuni elektron.

Dengan data spektro ini kita bisa menetapkan deret spektrokimia, yaitu daftar ligan yang diurutkan berdasarkan kekuatannya melakukan pembelahan orbital d. makin besar pembelahan orbitalnya, maka deret spektro akan bergeser ke daerah spectrum yang memiliki panjang gelombang kecil, dan frekwensi besar. (bergeser ke arah spectrum UV).

Berikut adalah list ligan yang diurutkan dari yang paling lemah

I – <Br- <Cl- <OH- <F- <H2O<<NCS- <NH3- <etilendiamin<CN- <CO-

Ligan yang kuat memiliki pembelahan energi di orbital d yang besar, sehingga di sbeut spin rendah, dan menyrap sinar dengan panjang gelombang rendah, frekwensi tinggi dan daeran spectrum UV. sementara ligan yang lemah memiliki pembelahan energy di orbital d yang kecil, sehingga disebut spin rendah yang menyerap panjang gelombang lebar dengan frekwensi rendah di daeran IR-Vis.

Advertisements

14 thoughts on “[ihwal] warna dari logam transisi

  1. setidanya saya masih bisa bersyukur karena bertambah satu pengetahuan yang baru, meski mungkin sederhana dan tidak menarik 🙂

  2. mmm…

    kamu mbahas pelajaran di kuliah ya na?
    astaga… tahukah kamu? aku mendapat vitamin c di mata pelajaran yang membahas tentang warna dan ligan ini? Hahaha…

    P.S. : Walau gak terlalu ngerti thanks nambah pengetahuan 😀

  3. @agipras
    yaps…ini salah satu materi kuli-eh ci . hehe
    yah cuman ngerti segitu gituhnyah ituh juga…
    kamu nilis juga tentang pitamin C dunk gi..
    sini sini..
    bagi-bagi ilmunyah:D
    he he

  4. kata siapa g menarik, menarik ko..
    dgn kimia hidup jd warna-warni, cat bs warna-warni krn apa? merah dari ion Fe3+. biru dari Cu2+,dsb..bahkan intan yg bening itu menjadi berwanrna karena ‘terkotori’ ion2 diatas..
    jgn dulu dgn senyawa kompleks, senyawa sederhana Cu udah berwarna, aplg dgn anion2 kompleks( organik)
    (na ada kalimat diatas yg aneh “Logam transisi sering banget membentuk senyawa yang bernama kompleks” senyawanya yg kompleks itu kn? bkn namanya kompleks ?)
    berwarnanya atom2 logam transisi ini berhubungan jg dgn larangan pauli, yg ada pada subkulit p.
    skr rekayasa warna2 bs dilakukan dgn lbh canggih..

  5. emang namanyah senyawa komplek kok kak = =a
    senyawa yang biasa dibentuk oleh logam transisi 😀
    ituh yang sayah baca di buku kimia moderen.

  6. ko g dikoreksi na?, diatas bkn kulit p tapi d

    Senyawa kompleks terbentuk dari ion logam dan ligan. Pada umumnya ion logam yang digunakan adalah: ion logam transisi golongan 3-11 dengan konfigurasi elektron [gas mulia] nd1-9, sedang ligan yang terkoordinasi adalah basa Lewis. Struktur dan sifat Senyawa kompleks serta syarat kestabilan telah banyak diteliti dan dipelajari. Sementara itu ion logam dengan konfigurasi elektron [gas mulia] nd10, yang disebut sel tertutup (closed shell) kurang diperhatikan karena strukturnya selalu teratur dan sederhana. Ion logam sel tertutup ini adalah ion logam golongan 11 dengan bilangan oksidasi +1 dan golongan 12 yang berbilangan oksidasi +2. Struktur kompleks ion logam d10 ini telah didominasi dengan struktur yang dapat diramalkan, misalnya: struktur kompeks kation [Ag(NH3)2]+ adalah linier dengan koordinasi dua dan kompleks kation [Zn(NH3)4]2+ adalah tetraeder dengan koordinasi empat. Selain itu Senyawa kompleks dari ion logam d10 jarang diteliti karena warnanya selalu putih, bersifat diamagnetik dan energi penstabilan medan ligan berharga nol.

  7. memang logam transisi di kulit d kan kulit terluarnya ? = =a terus emang kenapa kak ?
    btw, makasih tambahan ilmunyah 🙂

  8. assalamualaikum…

    ukhty bgus sekali website’a..
    sangat bermanfaat buat saiia..
    terima kasih ea..

    saiia sangat tertolong sekali dengan website ini..

    isi dalam web ini jg sangat baguz-baguz sekali..

    terima kasih ukhty.. ^_^

  9. waalaykumsalam 😀
    wah, senagnyah bisa dapat seman baru. salam kenal ya.. 🙂
    semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s