[cerita]Kisah dibalik terbitnya BITS

“ apa kita berhenti saja…? Kian lama, posisi kita juga makin tidak penting ‘’disini“ . Sebuah ungkapan yang keluar dari perasaan kecewa yang terpendam sangat dalam. Saya sungguh sangat mengerti mengapa hal tersebut bisa terlontar dari salah satu senior editors saya. Sambil tidak yakin saya berkata “bertahan kak… sampai Desember aja…”. Semua itu hanya berbalas dengan senyuman di iringi kata “ iya…” yang juga terdengar tidak yakin.

Ini adalah kisah dibalik pembicaan saat menghadirkan satu edisi BITS di tangan kalian.

BITS (bulletin IT di kampus). Buletin ini “berdomisili” di ComLabs USDI ITB. Buletin yang membahas seputar IT setiap bulannya dan diasuh oleh Divisi Korps Asisten ComLabs. Buletin ini memang ditujukan untuk melayani kreativitas dan kebutuhan akan informasi IT yang dibutuhkan oleh civitas akademika di kampus ITB. Pantas saja jika bahasan yang dihadirkanpun memang disajikan dengan bahasa yang simpel dan mudah dimengerti oleh mahasiswa.

Semenjak penggantian redaksi di tahun 2008. Banyak hal yang berubah dari BITS. Mulai dari jumlah rubric yang mencapai belasan, jumlah halaman hingga peningkatan kualitas dari hitam putih menjadi berwarna, layoutpun berubah total dengan tampilan yang jauh lebih menarik. Kuantitas turun cetakpun meningkat drastis, mulai dari terbit 4 bulan sekali dan insidental, menjadi rutin terbit tiap bulan. BITS juga menjadi buletin IT gratis yang kian populer di kalangan civitas ITB, terutama bagi mereka yang sering menjajakan kaki di ComLabs. Hingga pada akhirnya BITS berhasil berhasil menghadirkan buletin spesial yang ditujukan bagi mahasiswa baru dengan jumlah tiga ribu eksemplar (biasanya seribu eksemplar) dan jumlah halaman sebanyak enambelas halaman (biasanya delapan halaman) dengan dana mandiri. Buletin ini dibagikan langsung disabuga setelah mengurus perijijnan yang cukup “rumit”.

Bukan tanpa perjuangan Buletin ini bisa hadir di tangan civitas ITB. Buletin yang memakan ongkos cetak yang lumayan tinggi ini setiap bulannya harus melalui banyak liku “ perjuangan”. Meski hal tersebut tidak ikut dirasakan oleh setiap crew  dalam TIM. Siapa sangka hal yang“ kurang” dirasakan tersebut menjadi salah satu sebab banyaknya kesempatan yang disia-siakan. Banyak ‘‘ pengorbanan” yang kemudian tidak berubah wujud menjadi sebuah semangat perjuangan.

Semua bermula ketika di tengah kepengurusan (setelah menerbitkan 3 edisi pertama, edisi6,7,8) kami menglami transisi dari buletin yang mendapatkan subsidi 100% dari tempat kami berdomosili menjadi buletin yang harus mencari pendanaannya sendiri sebanyak 100%. Tanpa pengalaman dan arahan yang seharusnya diberikan sebelum melepas kami secara mandiri 100%. Kami harus Pontang panting mencari dana. Hingga tidak jarang mengorbankan rupiah pribadi yang jumlahnya tidak sedikit. Tapi tunggu dulu. “ kami” mungkin kata itu harus sedikit di ralat karena ternyata tidak ada satupun crew yang mampu mendapatkan sponsor. Marah? Tidak. Saya lebih merasa kecewa karena hal tersebut berarti saya tidak cukup membekali mereka. Atau mungkin hati mereka belum memiliki ikatan yang kuat dan tujuan yang sama untuk tetap mempertahankan BITS ini. Meski disaat yang bersamaan tetap ada yang mampu menghasilkan sebelas sponsor sekligus dalam waktu 2 minggu dan berhasil menutupi biaya cetak acara besar BITS untuk mahasiswa baru.

Sisa uang yang didapat dipergunakan untuk memberikan sedikit “ penghargaan” bagi kerja keras mereka. Ya… untuk mereka….Hingga kini tidak ada satupun rupiah yang saya terima selama mengasuh buletin ini menjadi seperti sekarang. Bukan tanpa alasan saya melakukannya. saya pikir hal tersebut sebetulnya urusan yang gampang untuk saya. Semua rekap keuangan saya yang membuatnya, semua uang pun saya yang pegang. Saya pula lah yang menentukan honor bagi semua crew dalam TIM. sebetulnya Bukan hal yang sulit untuk saya memasukannya dalam pundi pundi pribadi. Tapi tidak. Saya tidak ingin menentukan “ jatah “ untuk menggaji diri sendiri. Terlebih memasukan rupiah-rupiah itu dalam kantung pribadi. Naudzubilah himindalik. Saya hawatir, jika honor tersebut ditentukan sendiri maka nominalnya tidak akan adil dan saya menganggap bahwa hal tersebut adalah wujud “ kepercayaan” saya terhadap mereka yang memang sudah seharusnya bertanggungjawab sebagai atasan saya. hal itu juga wujud harapan, kesempatan dan penghormatan yang masih bisa saya berikan. Masalah bagaimana mereka menyikapi kepercayaan dan tanggung jawab yang telah diamanahkan, biarlah hal tersebut di sidangkan dihadapan 4w1. Saya akan tetap menghormati mereka sampai batas dimana semua kebaikan ternyata dibalas dengan kemunafikan yang memang melanggar syariatNYA.

Jadi masihkah kepercayaan dan tanggungjawab itu disia-siakan?

Salah satu pelajaran yang saya catat adalah tidak sepantasnya kita melepas tanggungjawab begitu saja tanpa memberikan arahan yang jelas. Minimal menunjukan beberapa solusi yang mungkin dapat dijadikan “penghibur” saat mengetahui perubahan extrim sebesar 100 %.

Rupanya perjalanan masih panjang untuk tetap mempertahankan buletin ini terbit setiap bulannya. Kami pun mulai mencari bantuan ke USDI ITB untuk menutupi biaya oprasional dan berharap bisa meng-goal-kan BITS menjadi buletin IT ITB. Berhasil? Tidak.

Menyerah? Tidak.

Di negosiasi yang ketiga, BITS bisa merasakan satu tarikan nafas dari USDI (September 2008). Ada hal menarik selama saya memperjuangkan BITS disini. Saya bertemu dengan sosok yang kelak juga mempengaruhi pola pikir saya untuk terus memiliki kreatifitas dalam hidup dan tidak pernah bergantung pada siapapun kecuali 4w1. Saya akan menceritakannya di sesi yang lain. Singkat cerita, kami berhasil mendapatkan bantuan 50 % dana mandiri oprasional untuk turun cetak BITS. Sisanya?

Pontang panting cari iklan lagi… allhamdullilah kami mendapatkan iklan dari salah satu vendor laptop lokal yang memang sedang melakukan promosi. apakah semua berakhir? Tidak. Bulan ini (oktober 2008) kami harus menerbitkan BITS dengan jauh lebih “pilu”. Bulan ini adalah bulan terakhir kami mendapatkan bantuan dana dari USDI ITB. Iklanpun tidak kunjung didapat hingga batas akhir dimana kami harus segera turun cetak.

 “ apa kita berhenti saja…? Kian lama, posisi kita juga makin tidak penting ‘’disini“ . Sebuah ungkapan yang keluar dari perasaan kecewa yang terpendam sangat dalam. Saya sungguh sangat mengerti mengapa hal tersebut bisa terlontar dari salah satu senior editors saya. Sambil tidak yakin saya berkata “bertahan kak… sampai Desember aja…”. Semua itu hanya berbalas dengan senyuman di iringi kata “ iya…” yang juga terdengar tidak yakin.

Sungguh tidak bisa terbayang oleh saya saat harus menyampaikan satu persatu tim dibubarkan dari tempat kami berdomisili hanya karena terbentur masalah dana. Mungkin BITS 12 masih bisa terselamatkan. Namun bagaimana dengan BITS-BITS selanjutnya?

Allah.. sungguh Hamba masih sangat yakin pertolonganmu adalah dekat. Mungkinkah Hamba kurang sungguh-sungguh berusaha? Atau mungkin kurang sungguh-sungguh dalam bergantung padaMU. Semoga pundak ini kuat menggung ujian dariMU bukan mengharap-harap akan makin ringannya ujian dariMU.

Bagaimana dengan Crew yang lain? Beberapa dari mereka mungkin tidak mendapatkan bagian dalam menaggung beban ini. Saya rasa biarlah mereka mencurahkan semua kreativitas mereka untuk menjamin konten BITS. Untuk urusan oprasional, biar saya “tanggung”. Rupannya hal ini berdampak postitif dan negative bagi BITS. Positifnya, (saya berharap) mereka bisa terfokus bersungguh sungguh menjaga kualitas konten BITS dan mengembangkan BITS menjadi lebih baik. Meski kerap kali saya harus menelan kecewa ketika mengetahui beberapa tulisan tidak layak turun cetak karena menyadur ataupun tidak menyertakan sumber dari artikel yang dibuat. Belum lagi artikel artikel yang di buat dengan “ sangat sederhana ” . tanpa keterangan istilah, tanpa keterangan gambar, tanpa EYD yang memadai. Ah…lagi lagi,,,,

Mungkin sayalah yang kurang mampu memberikan banyak bekal pada mereka. Tak adil rasanya jika terlampau menyalahkan orang lain sebelum menilai diri sendiri. Meski demikian masih ada salah satu crew yang mau menemani dan ikut mendampingi saya dengan setia memperjuangkan ini, semua pekerjaan yang didedikasikannya bagi BITS selalu menghadirkan kualitas yang sangat baik sampai di titik dimana dia berkata “ kamu hanya menyiksa diri ”. Menyerah? Tidak.

Sisis negatifnya adalah kurangnya rasa kebersamaan yang terjalin antar crew karena tidak memahami kondisi yang sebenarnya ada. Saya harap ini menjadi pelajaran bagi para pemimpin yang lain. Bahwa keterbukaan dalam mengayomi jauh lebih penting daripada pengorbanan-pengorbanan pahit yang akhirnya di telan sendiri, kecuali pengorbanan tersebut diiringi dengan keiklasan dan kecerdasan.

Tapi, meskipun demikian. Saya tetap berbangga dengan mereka sebagai crew saya. Seperti apapun dedikasi yang sangggup mereka berikan. Jika mereka mampu memberi satu. Maka saya sudah sepantasnya mampu memberikan sepuluh.  Dengan ataupun tanpa mengetahui semua hal yang telah dilakukan untuk tetap mempertahankan BITS. Mereka adalah crew akan selalu saya kenang kebaikan-kebaikannya karena tanpa meraka, BITS tidak akan ada.

Untuk BITS 13 dan 14 (bits terakhir kepengurusan 2008) Saya akan mengembalikan dan menceritakan semua keadaan BITS dari awal hingga akhir pada crew. Dengan pilu? Tidak. Saya akan coba menanyakannya dengan penuh semangat. Dengan sebuah harapan bahwa akan selalu ada pertolongan dari 4w1 jika kita mampu berusaha memberikan yang terbaik. Saya yakin. Semua kepiluan ini adalah jalan melahirkan sebuah permata yang jauh lebih besar. Hal itulah yang lebih ingin saya bagi pada crew atau siapapun daripada kepiluan itu sendiri. Permata itu tidak harus dalam bentuk BITS, asalkan hal tesebut mampu memberikan kebaikan, semangat dan keikhlasan. Maka hal tersebut adalah permata yang tidak tergantikan.

Kita lihat. Sampai kapan BITS ini akan bertahan…atau mungkin malah akan “ bermetamorfosis ” dalam bentuk yang “lain”.

Bagi paracrew di BITS. Saya percaya. Kalian adalah crew yang hebat yang pernah dimiliki BITS. Jangan pernah menyerah menggapai semua mimpi dengan semua rintangan yang ada. Terima kasih untuk semua perjuangan dan dedikasi kalian selama ini. Semoa semua pengorbanan yang telah diberikan mampu memberikan kebaikan. meski kadang kita juga tidak mengetahui dengan pasti pengorbanan yang telah orang lain berikan, tulus, untuk kita.

Dan bagi para BITSer mania yang membaca ini. BITS yang ada di tangan kalian adalah BITS yang telah mencurahkan seluruh pemikiran, hati dan perjuangan dari semua crew yang membuatnya. Semoga hal tersebut memberikan mamfaat bagi kalian, meski tak seberapa.

Salam hangat.

BITS Editors In chief.

 

Advertisements

10 thoughts on “[cerita]Kisah dibalik terbitnya BITS

  1. Pingback: [foto] see you my lovely crew « read in the name of your Lord who created

  2. hmm.. kalau baca kisah ini rasanya masih gag percaya…
    bisa mewujudkannya ditengah semua keterbatasan
    khusus untuk semua crew BITS 2008 dan para BITSer mania…
    terimakasih banyak yah 🙂

  3. Pingback: Kenangan dari BITS « Assalamu’alaikum. Welcome ^ ^.

  4. maap baru komen na,, krn saya merasakan sekali apa yang kamu rasain semester ini ( tepatnya, semester yang sudah berakhir ini 😀 )
    jadi koordinator itu, walopun ga digaji lebih dari yang lain, di CV pun ga terlalu ngaruh, kerjanya jauh lebih banyak, tapi ada sisi yang tidak bisa didapatkan hanya dengan menjadi anggota biasa.. which is pengalaman, dan amal yang dilandasi keikhlasan,.. it’s hard to lift other people’s burden, but surely it makes us stronger 🙂
    semangat naa ^_^

  5. dear all crew BITS 2008.
    kalian tau, mungkin kalian sudah melupakanku. tapi sungguh aku sangat merindukan kalian. kalian gak akan pernah bisa tergantikan sampai kapanpun 🙂

  6. Pingback: My “Used to do” « read in the name of your Lord who created

  7. Pingback: [Kisah] Keep living, keep on dreaming : NTUST Outstanding youth award 2012 -Part 2- | read in the name of your Lord who created

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s