[kisah] Harga sebuah kejujuran

Dalam sebuah ruangan seminar yang digunakan untuk kuliah, di tengah ruangan beku karena hujan deras yang membuat mengigil. Saya masih mengikuti kuliah di salah satu program studi lain di luar kimia yang rencananya akan saya ambil sebagai program studi minor. Kuliah ini justru menjadi salah satu matakuliah favorit bagi saya dengan semua “kejutan-kejutan” didalamnya.

” silahkan tulis nama di kertas satu lembar, jangan lupa tulis NIM ”.jika kata-kata itu keluar di akhir-akhir jam kuliah maka dapat dipastikan bahwa lembran kertas itu akan menyumbang 10 % dari nilai ahkiryang akn kita dapat. (Quis)

“ ngapain buka buku? kan materinya udah dijelasin barusan” tutur sang” bapak” yang ikut membuat beberapa wajah kian hawatir. Sesegera mungkin buku catatan itu saya tutup tanpa sempat membaca satupun kalimat yang ada didalamnya. Meski bingung, saya tetap berusaha semampu saya untuk menyelesaikan soal-soal yang baru saja dibacakan.

Namun Sang” bapak” yang nampak asik berputar2 kelas seolah “kurang waspada” dengan beberapa (baca: banyak) oknum yang membuka-buka catatannya meski sudah dikatakan bahwa Quis kali ini bersifat tutup buku.

Beliau nampak Kurang wapada dengan mereka yang bekerjasama. Atau lebih kepatnya kurang peduli. Tidak ada satupun teguran yang diberikan.bahkan hanya berlalu-lalu begitu saja.

Sambil terheran-heran dan sesekali menyeritkan dahi soal-soal itu tetap terus saya kerjakan. Hingga akhirnya sang” bapak” keluar kelas begitu saja sambil berkata “ nanti ketua kelas tolong kumpulkan di Lab ya “ . seketika suasanapun berubah gaduh bak pasar malam. Lembaran-lembaran kertas putih itupun saling bertukar dan berputar diantara meja-meja yang bersebrangan.

4w1…

Saya hanya diam sejenak. Menatap lembaran putihku yang masih kosong . Saya menatap lekat jawaban – jawaban yang nampak yang terlalu “sederhana”. Di depan meja masih terpajang buku catatan yang masih dengan manis tertutup. Sungguh menggoda untuk membukanya dan mengambil jawaban yang memang telah aku catat dengan lengkap didalamnya. Hingga akhirnya sayapun memilih.

Tidak.

 

Buku itu tidak akan saya buka. Jika harga sebuah kejujuran ini adalah kegagalan mendapatkan nilai sempurna di mata manusia, maka pilihan itu aku bayar untuk mendapat nilai sempurna di mata 4w1. Meskipun janji itu di buat pada seseorang yang “ kurang waspada”. Saya rasa saya masih harus menghargainya. karena bagi saya saat itu, janji ini adalah kesepakatan dengan 4w1.

Dan lembaran putih itu saya biarkan terisi seadanya sambil berkata “ saya sudah selesai”. Bukan karena merasa menyerah. Apalagi pasrah.

Tapi semenjak itu ada hujam yang kuat dalam hati ini “ bahwa pertolongan 4w1 adalah dekat”. Setelah ini, tak akan saya biarkan lagi lembaran-lembaran putih itu tampak kosong. Tiba-tiba saja jadi merasa begitu bersemangat untuk belajar karena pertolongan 4w1 hanya akan datang dengan doa, usaha, usaha, usaha, dan doa.

Dan saya percaya itu semua….

Semangat !!!

p(^0^)q

<!–[if !supportLists]–><!–[endif]–>Bintang –

Advertisements

6 thoughts on “[kisah] Harga sebuah kejujuran

  1. Ha, ha, jujur tapi gak tahu apa-apa tuh sama aja kaya kek ngerjain soal tapi nyontek. Sama-sama rugi. 😛
    Jangan pernah bangga ama nilai jelek tapi jujur.
    Pertolongan Allah tuh dekat kalau kita berusaha untuk mendapatkannya.
    Kalo gak berusaha, ya, susah dapetnya 😛 ..
    .
    Jadi inget pas ikutan UAS Psikologi Sosial dulu.
    Saya jadi satu-satunya orang yang duduk di depan (dan baris pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima kosong).
    Di belakang temen-temen dengan tenangnya ngebuka catatan di atas meja 😆
    Untung dapet A -___-

  2. eh gak gituh juga kak.
    yah mana tau ada kuis dadakan getoh. gak merhatiin kata-kata terakhirnyah yah? kalu kita harus tetep semangat biar gak dapet nilai jelek lagi. >:p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s