[artikel]Cinta…oh cinta…

Cinta dengan segala pesona yang mampu menyihir manusia. Beberapa orang mendefinisan cinta sebagai sesuatu yang mampu merubah karakter manusia. Manusia sendiri memiliki tiga naluri dalam kehidupannya. Naluri untuk menyembah atau mensucikan sesuatu, naluri mempertahankan diri, dan satu lagi adalah naluri dicintai dan mencintai. Naluri mengenai cinta inilah yang akan sedikit saya bahas.

Meski demikian, cinta sendiri dapat di bagi-bagi menjadi cinta terhadap tuhan, cinta terhadap sesuatu ataupun cinta terhadap seseorang. Khusus untuk cinta terhadap seseorang saya ingin membahas mengenai cinta terhadap lawan jenis yang rupanya memiliki energy paling besar untuk membutakan manusia.

Yap, ketika seseorang jatuh cinta maka akan banyak sekali perasaan yang mulai terasa. Tidak jarang perasaan-perasaan tersebut malah di nodai dengan prasangka yang membuat dirinya kian menderita saja. Alih alih membuat bahagia. Cinta yang ujung-ujungnya membuat hati hampa karena mengantarkan diri kian jauh dari karunia4w1 dan membuat hati makin kering saja.

Cinta yang tulus itu bukanlah yang di tuai dalam perasaan “ hampa “ akan kasihNYA. Dia tidak akan memberikan CintaNYA dalam hal yang memang tidak menghadirkan ridha karena melanggar apa yang telah di tetapkanNYA. Se-“membahagiakan” apapun cinta itu. Tetap saja. Hampa.

Salah satu contoh lain cinta yang membuat buta adalah sudut pandang kita yang tidak lagi jernih dan objektif dalam memandang dan menilai sesuatu. Tengok sajah permasalahan “skin touch” yang melenakan hingga membuka peluang kearah yang seharusnya tidak dilakukan sebelum terjalinnya tali suci pernikahan.

Belum lagi fitnah dan gibah yang mungkin timbul pada orang-orang disekeliling kita yang bisa jadi tidak terasa karena terlampau terlena dengan gemulainya cinta. Cinta oh…cinta…sungguh seperti pisau yang bisa mempunyai mata dua.

Advertisements

8 thoughts on “[artikel]Cinta…oh cinta…

  1. wah,, biasanya wanita menulis dari kehidupan sehari hari..

    sedang jatuh cinta? wah….

    numpang nge-link ah,,,

    ini tulisan gw waktu lagi jatuh cinta….

    http://kasyfisme.wordpress.com/2008/08/10/wanita-wanita/

    request dong,, sepertinya Anna bisa merasakan cintaNya kepada kita yang lebih dari cinta kita kepada orang yang kita cintai.

    bikin jadi artikel y,, kayaknya bakal bagus.

    “..…sungguh seperti pisau yang bisa mempunyai mata dua…”

    sebenernya inti dari cinta adalah keterlibatan. apakah kita mau melibatkan diri kita dengan seseorang? karena ketika kita memutuskan untuk membuka diri kita bagi seseorang, ketika dia membuat kita bahagia, kita akan lebih bahagia, dan ketika dia menyakiti kita rasanya akan lebih sakit.

    ini tuh namanya hukum paradox apa gitu,, semakin kita dekat dengan seseorang, semakin dalam kita akan bisa menyakiti dia.

  2. @ zaoldyckngeblog:
    artikel ini bukan karena saya lagi jatuh cinta. latar belakang yang sebenernyah kenapa ada arikel ini adalah ketika saya mendapatkan sebuah E-mail kaleng yang berbau cinta.
    buat saya isinya sangat berlebihan dan sangat tidak “jernih” dari sudut pandang ataupun polapikir orang yang mengirimkan E-mail itu. semua itu karena “perasaan cinta” yang diungkapnya terlatu berlebihan.

    tentang request -nya. saya mesih harus banyak belajar tentang cintaNYa jadi mungkin harus agak sabar nunggu artikelnyah. he he

    btw, nice comment 🙂

  3. @nafasqu

    saya sendiri malu untuk menjawabnya coz masih belum sempurna juga mendevinisikannya. hehe, maksudnyah belum bisa juga ngamalinnya 😛

    tapi setahu saya, ketika cinta kepada lawan jenis itu malah membuat diri jadi merada ” gelisah”, membuat jadi malah bergantung pada dia bukan DIA, maka lebih baik ditelaah lagi. soalnya semembahagiakan apapun tetap saja hampa.
    kadang tuh suka perang antara rasa takut kehilangan sama rasa cinta yang udah kepalang dirasakan. cuma yah sekali lagi, jangan ampe “mengecilkan ” kekuasaan 4w1 juga. pasti ada orang yang lebih baik yang diciptakanNYA:)

    terus indikatornya gimana ketika cintanya udah bikin terlena, yah… sebenarnya indkatornya bakalan terjadi secara alami, ntar kita juga tau sendiri kalu udah berlebihan. misalnyah :
    kalu solat subuhnya telat terus, gak semangat baca Qur’an, idup tuh keknyah agak semberawut terus kerasanyah hampa ajah… getoh..
    terus mikir juga jadi gk jernih, ada perasaan yang posesif getoh. yah getoh de..:P

    kalu saran sayah ci kalu dah geto mending pisah. dan biarkan pernikahan yang mempertemukannya kembali hehe(kalo jodo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s