[hikmah] tentang ikhlas, memaafkan dan sabar

Bismillahirahmanirahim

Dalam sebuah malam yang terdengar sayup-sayup suara tasbih. Suara tasbih sebelum datangnya ufuk timur diiringi adzan subuh, aku menulis sebuah kisah. Kisah tentang seseorang dimana aku bisa mengambil hikmah yang dalam. Dia adalah seorang wanita yang sudah lama aku kenal. Seseorang yang selalu saja berpura pura kuat dengan beban yang ditumpuknya dipundak. Hingga hari ini aku melihat punggungnya mulai membungkuk. Retak.

Entah punggung atau hatinya juga yang ikut hancur. Hanya saja binar dimatanya kini telah berganti. Sunyi. Aku sama sekali tidak terlalu mengerti apa yang dia alamai. Tidak ada satupun cerita yang diungkapnya padaku selain aku harus menebaknya sendiri. “apa kamu tidak apa-apa?”. “Aku hanya berusaha tidak apa-apa”jawabnya masih diiringi senyum dengan binar mata yang padam.

Tapi, hari ini ( selasa 9 desember 2008 ) Aku tau yang terjadi. Buliran airmatanya akhirnya tumpah sambil terisak. Sebuah perkataan egois, sombong dan ingin diakui melukai hatinya dalam. Sesuatu yang didengarnya dari salah satu teman dalam tim yang pernah menjadi andalannya. Itu adalah kali pertama aku melihat binar matanya meredup. Binar yang ditutupinya dengan tetap tersenyum getir. Saat itulah dia berkata “aku hanya berusaha tidak apa-apa”. Belum lagi isaknya kering . Sebuah tulisan kembali menghantam hatinya. Tulisan di sebuah forum umum yang bisa saja di baca setiap orang “memang kamu (disebutkan namanya) adalah seseorang yang memiliki banyak kekurangan, tapi kamu bisa membuat kami seperti sekarang”-red-. Seolah Nampak seperti pujian, namun menampilkan dan menyorot penilaian yang sangat subjektif untuk dipublish dalam forum umum. Pangdangan bahwa seseorang memiliki banyak kekurangan. padahal, belumlah tentu kita sendiri adalah seseorang yang jauh lebih baik dari apa yang kita voniskan kepadanya.

Lalu apa yang dilakukannya setelah ini? Yang dia lakukan hanya memberikan waktu pada dirinya untuk sendiri. Menghanyutkan airmatanya ke sebuah sungai yang terbuat dari buliran air mata hingga luka itu terhanyut pergi. Untuk beberapa saat Aku tidak pernah menemuinya lagi. Entah apa yang terjadi setelah semua ini. Setelah berpamitan dan bersiap pergi dari tempat dimana kami berada dalam satu Tim, aku tidak tau dengan pasti bagaimana kabarnya kini.

Singkat cerita. Aku bisa menemuinya kembali. Menemui sosoknya yang telah jauh berbeda. Lalu aku membanjirinya dengan berjuta tanya. “ kenapa kamu menghilang? kamu juga gak pernah memberi kabar. ” sebelum menjawab, dia hanya membalasku dengan sebuah senyuman. Seolah tau dengan pasti apa yang sebenarnya ingin aku tanyakan.

“apa yang terjadi sama kamu setalah hari itu ( 9 desember 2008)?” tanyaku lagi. Hingga akhirnya ceritanyapun bergulir.

“arin, kamu bisa memilih antara memaafkan dan membenci. Kamu bisa memilih antara sabar dan putus asa. Kamu juga bisa memilih antara meminta maaf atau meminta seseorang memohon maaf.

Setelah hari itu aku memang menangis. Berusaha membuat beban di hatiku tertumpah lalu membiarkannya hanyut. Namun, Setiap tetes air mata itulah yang kini membuatku merasa makin merasa kuat. Makin kuat ketika kamu bisa memilih untuk memaafkan. Makin kuat ketika kamu memilih untuk bersabar, lalu kamu akan merasa tenang ketika kamu memilih meminta maaf karena telah membuat orang lain melukai hatimu, daripada menuntutnya untuk memohon maaf dan berusaha agar dia mengakui bahwa dia telah membuatmu terluka”. Ucapan terakhirnya membuatku menyeritkan dahi. Mungkin karena sedikit tidak mengerti. “ lho? Kenapa kek gitu? Emang kamu gak nanya apa orangnya ngerasa pernah nyakitin hati kamu gak? Kenapa pula kamu yang harus meminta maaf sama mereka?. Aneh” . masih dengan suara yang lembut dia berkata. “ tidak semua orang menyadari kesalahannya, Arin. Termasuk juga saya sendiri. Akan jauh lebih bijaksana jika kamu melapangkan hati untuk meminta maaf atas semua kesalahan yang kamu mengerti ataupun yang tidak kamu sadari, daripada kamu menuntut oranglain untuk melakukannya”

Ucapannya membuatku tersentuh. Tenang. sungguh indah, jika 4w1 telah berkehendak membukakan hati seseorang. “kamu bisa melihat ucapan yang membutamu terluka itu sebagai sebuah hinaan, atau kamu bisa melihatnya sebagai sebuah kritikan dan juga bentuk lain dari kasih sayang. Kasih sayang agar kamu bisa menjadi seseorang yang jauh lebih baik, kasih sayang yang akan membuatmu kian dekat dengan Tuhan”

Ya, rab,,, hatiku bergetar seolah menemukan sebuah jawaban. Mengapa engkau murunkan ujian pada hamba-hambaMu di dunia. Hal itu adalah panggilan sayang yang kau tujukan agar kami kembali mendekat dan kian dekat.

“ setelah ini, apa kamu akan kembali bersama kami di Tim ini?”. Dengan senyuman ia menjawab. “ tugasku sudah selesai, Arin”. Sebuah jawaban yang implisit. Tubuhnya yang mungil merangkulku seraya berpamitan. Punggungnya yang bungkuk kini sudah kembali tegak. Berbalik sambil melangkah pergi meninggalkan semua luka yang entah masih bersisa atau memang telah hanyut semuanya. Sungguh aku menyadari bahwa memita maaf adalah sebuah bentuk kelapangan hati yang tidak semua orang miliki. Dan memaafkan adalah sebuah tingkatan dari keikhlasan yang tidak semua orang mampu melakukannya.

Sejak saat itu dia tidak pernah kembali bersama kami.

Ya raab, kini aku memohon ampunanMU dari semua luka yang pernah hamba lakukan terhadap hamba-hambaMu didunia.Dan untuk sahabat-sahabatku, sungguh Aku memohon maaf atas semua luka yang sadar atau pun tidak telah aku lakukan kepada kalian. Sebelum aku juga harus bepamitan karena malaikat izrail telah datang. Semoga lantunan maaf masih sudi bergema untukku disisiNYA dan juga disisi kalian.

-Bintang-

Bandung, 21 Desember 2008

Sebuah tulisan untuk seseorang yang akan selalu aku kenang dalam kebaikan, senyuman dan binar mata yang terang. Hati.Based on true story dari salah seorang hamba 4w1 didunia. Di kampus ITB.

Advertisements

16 thoughts on “[hikmah] tentang ikhlas, memaafkan dan sabar

  1. [ini kasfi lho, malu kalo pake akun wordpress poto botak gw dipajang terus,, kek pamer aja gw]

    indah sekali, bintang,,,
    Temanmu itu hebat sekali bintang, orang terakhir yang bikin salah sama aku langsung aku teriak teriakin, aku dorong dorongin, dan masih diem dieman sampe sekarang…

    temen kamu bukan hanya memaafkan, tapi juga malah meminta maap!! beuh nabi aja gak pernah minta maap sama orang yang nyakitin dia, tapi juga gak marah sih,,

    salut teh bintang,, semoga dia mendapat tempat yang tertinggi di sisinya.

    Saad bin abi waqash,
    salah satu sahabat nabi yang dijamin masuk surga ditanya apa rahasianya, sehingga dijamin masuk surga oleh Allah. Dia gak tahu bintang, setelah salah satu sahabatnya menyelidiki, ternyata saad bin abi waqash punya satu kegiatan yang gak pernah dilakukan sama sahabat lain.

    sebelum tidur, dia menyebutkan semua orang yang menyakiti dia hari itu, lalu memaafkan semuanya….

    sungguh kontrol emosi yang luar biasa…

  2. amin kas. amin.. 😀
    semoga sayah juga bisa seperti beliau 😀 he he
    punya tempat terindah di sisiNYA.
    pengen banget ituh kayak gituh 🙂
    ntar deh, kapan kapan saya ceritain lagi kisah lain tentang temen saya ini 😀
    semoga kita bisa ngambil hikmahnyah juga. he he
    oh iyah. . .
    cerita kamu tentang Saad bin abi waqash keren juga, tapi prakteknyah susah yah ternyata . ha ha
    😛

  3. kelanjutannya ^_^’
    hm.. baiklah…
    setahuku…
    sekarang dia sedang mengurusi beberapa hal sebelum berhenti dari beberapa amanah yang dia pegang.
    dan memang sekarang beliau memutuskan tidak bergabung kembali dengan tim kami, “ingin mengejar impian yang lain” katanyah. hehe
    gak jelas juga apa ituh teh ^_^’
    nanti deh, kapan kapan saya ceritain lagi tentang temen saya yangs atu ini, ada banyak kisah juga yang kadang bikin sayah juga malu sendiri plus semangat lagi..
    oh iyah…
    bintang ituh nick name sayah ^_^’
    salam kenal, Anna….
    hehehe

  4. Subhanalloh..kisah yg memberikan pencerahan, mmg skr lg belajar ikhlas, memaafkan sblm org meminta maaf, bahkan tidak minta maaf skalipun, yg qt lakukan justru minta maaf aja..
    @kasfi Nabi lebih mulia, menjenguk org yg sudah lama menyakitinya, itu lebih mulia dari meminta hanya sekedar meminta maaf kn?bkn mencoba u membandingkan, tp pernyataan kasfi diatas seperti ada kesan negatif :).maaf..

  5. hiek? mau kenalan sama orang nya?= =a
    dia akhwat lho…
    ntar jatuh cinta lagi sama orangnyah :)) hihihihihihi

  6. ya gpp na, kan cinta itu luas 😀
    cinta pada sesama muslim, saudara seiman, saudara yg memberikan ilmu, itu jg cinta 🙂
    ana tentunya udh ngerti jg :).
    “yg mulai memahami cinta sejati”, eh msh blajar ding.. 🙂
    ya Allah karuniakan cinta yg hak, amiin..

  7. kaka udah kenal sama orangnyah kok 🙂 yah setidanya cintai sajah sikapnyah yah kak 😀 hehe
    masalah orangnyah, kan mungkin bisa siapa aja, siapapun hamba 4w1 itu yang penting teladani kecantikan hatinya 🙂

  8. Ikhlas memaafkan memang berat dan hanya orang yang berjiwa besar yang bisa melakukannya. Sejujurnya, saat ini saya tengah mengalami masalah keluarga yang sangat pelik dan berat. Orang yang saya percayai, yang saya jadikan panutan dan suri tauladan tega berkhianat dan menusuk dari belakang. Meski saya yakin Allah SWT akan memberikan jalan keluar yang terbaik tapi kok susah banget mengikhlaskan semuanya. Apalagi yg bersangkutan sudah tobat berkali-kali di depan saya.

  9. menurut saya ci memaafkan ituh perlu belajar, makanyah kita butuh komunitas yang memang konudif yang memang punya polapikir lebih mendahulukan untuk memaafkan.
    kalau masalah yang “nusuk” dari belakang. hm. . . mungkin untuk mencoba mengatasinya lewat wawasan kali yah = =a
    makin banyak wawasana seseorang, maka makin banyak juga “pola pikr” yang bisa dia pilih sebagai sikap hidupnya.
    oh yah, buku buku karya asmanadia menurut saya sangat menginspirasi:)
    terutama catatan hati bunda dan catatan hari seorang istri. jadi punya sebuah harapan baru karena menemuakns esuatu yang berhargha 🙂

  10. ‘komunitas yang kondusif’
    ya, itu kunci penting:
    teman, kelompok, partner, grup yang dapat membawa kepada jalan yang benar

    kebetulan kamis malam kemarin kami kumpul di asrama salman,
    di situlah salah seorang saudara bercerita kondisi yang mirip dengan di sini,
    beliau punya masalah dan sedang berusaha ikhlash..

    kemudian masing-masing kami memberi nasihat:

    jangankan menghadapi kendala besar,
    bertemu hal sepele saja kadang hati ini susah diatur,
    memaksanya untuk rela tapi tetap saja tidak terima,
    mensugestinya untuk lapang tapi tetap saja mengganjal..

    ketahuilah bahwa ikhlash itu tidak langsung timbul begitu saja,
    karena masalah hati adalah kuasa Allah,
    Dialah yang membatasi manusia dengan hatinya,
    Dialah yang Maha pembolak-balik hati..

    maka mendekatlah kepadaNya,
    bina hubungan yang harmonis denganNya,
    perbanyak membaca surat dariNya,
    perbanyak ibadah sunnah,
    perbanyak curhat di akhir malam..

    sungguh jika kita mendekat sejengkal maka Ia akan mendekat sehasta,
    jika kita mendekat dengan berjalan maka Ia akan mendekat dengan berlari,
    cintaNya kepada kita tak-terbayang-jauh-lebih-besar dari cinta kita kepadaNya,
    sehingga yakinlah bahwa Ia tidak akan menyia-nyiakan kita..

    cobaan itu memang ada untuk menguji bagaimana kita menyikapinya,
    dan siapa yang berusaha bersungguh-sungguh bertaqwa maka baginyalah jalan keluar,
    ketika Allah menurunkan ‘sakinah’ (ketentraman) dalam hati orang yang beriman untuk menambah keimanannya dari yang sudah ada,
    itulah ‘ikhlash’..

  11. @ Teh bintang
    hatur nuhun teh atas tulisannya..
    “ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas, karena itu adalah gerbang awal keihlasan (Reza…*lupa)”
    itu sepenggal kalimat yang saya baca pada sebuah artikel seorang teman..entahlah, kalimat itu begitu mengutik saya, teh..mungkin benar, justru yang menjadikan saya sulit untuk ikhlas adalah justru saya menolak keras bahwa saya belum bisa ikhlas..saya menyadari bahwa saya belum ikhlas dan saya masih marah, tapi saya tidak ikhlas bahwa saya belum ikhlas dan masih marah..
    Seperti saya menghapus semua tulisan-tulisan yang saya buat, karena saat itu saya merasa keihklasan saya runtuh seketika..

    @ Muhammad A.K
    “Saad bin abi waqash,
    salah satu sahabat nabi yang dijamin masuk surga ditanya apa rahasianya, sehingga dijamin masuk surga oleh Allah. Dia gak tahu bintang, setelah salah satu sahabatnya menyelidiki, ternyata saad bin abi waqash punya satu kegiatan yang gak pernah dilakukan sama sahabat lain.

    sebelum tidur, dia menyebutkan semua orang yang menyakiti dia hari itu, lalu memaafkan semuanya….”
    terima kasih atas kisahnya…

  12. @ Teh bintang
    hatur nuhun teh atas tulisannya..
    “ikhlaskan dulu bahwa kita memang belum bisa ikhlas, karena itu adalah gerbang awal keihlasan (Reza…*lupa)”
    itu sepenggal kalimat yang saya baca pada sebuah artikel seorang teman..entahlah, kalimat itu begitu mengutik saya, teh..mungkin benar, justru yang menjadikan saya sulit untuk ikhlas adalah justru saya menolak keras bahwa saya belum bisa ikhlas..saya menyadari bahwa saya belum ikhlas dan saya masih marah, tapi saya tidak ikhlas bahwa saya belum ikhlas dan masih marah..
    Seperti saya menghapus semua tulisan-tulisan yang saya buat, karena saat itu saya merasa keihklasan saya runtuh seketika..

    @ Muhammad A.K
    “Saad bin abi waqash,
    salah satu sahabat nabi yang dijamin masuk surga ditanya apa rahasianya, sehingga dijamin masuk surga oleh Allah. Dia gak tahu bintang, setelah salah satu sahabatnya menyelidiki, ternyata saad bin abi waqash punya satu kegiatan yang gak pernah dilakukan sama sahabat lain.

    sebelum tidur, dia menyebutkan semua orang yang menyakiti dia hari itu, lalu memaafkan semuanya….”
    terima kasih atas kisahnya…

    Mohon do’anya..

  13. amin ya robal alamin. teman2 yang kayak gini yang selama ini saya cari. makasih artikel n curhatnya.kita kadang merasa paling benar n pengen di mengerti ama orang lain. padahal kebenaran mutlak milik allah, kita sebagai manusia hanya bisa mencari kebenaran itu. benar kata kawan2.. ngapain kita memaksa orang lain untuk mengerti kita, kenapa nggak kitanya aja yang memelih mengerti keadaan orang lain. allah bersama orang yang sabar dan ikhlas. selali lagi terimah kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s