[pojok Tanya] Bercanda sambil berbohong, bolehkah?

Bercanda dianggap sebagai salah satu kegiatan untuk menghibur diri atau menunjukan karakter yang menyenangkan dan
easy going. Namun bercanda sambil berbohong ini apakah diperbolehkan?

Sebetulnya saya merasa kurang cukup ilmu untuk mengatakan secara gamblang hal ini diperbolehkan atau masih bisa ditolelir, namun menurut pendapat saya, bercanda sambil berbohong dengan nada seolah olah hal tersebut benar benar terjadi lebih banyak menimbulkan dampak negatif dibandingkan memberikan evek “ menyenangkan” bagi kedua belah pihak. Contoh yang sederhana adalah ketika salah seorang teman saya bertanya pada teman saya yang lainnya saat sedang asik berbicara bahasa daerah, teman saya yang bertanya tersebut kontan tidak mengerti apa yang mereka bicarakan karena memakai bahasa daerah yang asing ditelinganya. Seolah tanpa bersalah, teman yang menggunakan bahasa daerah tersebut memberikan “arti” yang lain dari kata atau kalimat yang ditanyakan teman saya yang tadi. Parahnya, “bercandaan” mereka diiringi dengan mengajari kata kata yang kasar dengan menyebutkan arti kata yang salah, misal : “ sia dan maeh” dalam bahasa sunda berarti kamu namun berpredikat kasar, kata sia kebanyakan digunakan untuk hewan, namun kata ini malah disalah gunakan saat mengajarkan bahasa daerah ini untuk diajarkan dalam pergaulan .

Dengan polosnya teman saya yang tidak tahu apa apa meneriakan kata kasar itu ke teman teman yang lainnya tanpa menyadari arti yang sebenarnya. Sementara teman yang lainnya hanya “tertawa tawa” seolah merasakan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar untuk bercanda antar teman. Yang saya hawatirkan adalah presepsi yang salah dan terbawa hingga pergaulan dari teman saya yang bertanya tadi dan bertindak tidak sopan dapa orang tua atau orang orang disekelilinnya tanpa dia mengerti.

Saya rasa masih banyak contoh lain mengenai bercanda sambil berbohong ini. Sungguh, sebisa mungkin hindari bercanda seperti ini. Selain “menyesatkan”, dihawatirkan akan membuat kita menjadi golongan orang yang pendusta.

Meski demikian,tidak berartibercanda itu dilarang, rasullulahpun pernah bercanda dengan para sahabatnya, namun tidak pernah menyakitkan hati dan tidak pula berdusta. Salah satu candaan rasullulah yang saya ketahui adalah ketika mengatakan pada seorang wanita yang menceritakan tentang suaminya

Rasul : oh, suamimu itu yang dimatanya ada hitam hitamnya ( red)

Wanita :hitam hitam apanya ya rasul? Enggak ah ya rasul..(red)

Rassul : eh..,iya, masa matanya putih polos ^_^’ ( red)

Hitam yang dimaksud adalah pupil mata

Contoh lainnya :

Rasullulah : silahkan kamu pergi (berangkat) dengan menggunakan anak unta.(red)

Pria yang dihadapannya sontan terkaget, karena anak unta yang dibayangkannya adalah bayi unta yang tidak mungkin ditungganginya selama melakukan perjalanan. Menagkap kegelisahan dari pria tadi, rassululah menambahkan.

Rassululah : ya memang unta tua anaknya siapa? Ya pasti anak unta ^_^’( red)

Maksudnya, unta tua yang dinaikinya juga dahulu pernah menjadi anak unta dari unta unta yang sebelumnya.( anak dari bapaknya unta, he he ^_^’)

Semoga tulisan ini menyadarkan bahwa bercanda sekalipun haruslah tetap membertimbangkan dampak yang terjadi dan juga pandangan 4w1 dari semua yang kita lakukan.

depan layar computer

26 Desember 2008

By. Bintang

Ditulis untuk mengkritisi praktik berbohong yang “dibenarkan” dengan alasan bercanda 😛

Advertisements

18 thoughts on “[pojok Tanya] Bercanda sambil berbohong, bolehkah?

  1. Assalamu’alaikum..

    Sebuah nama dengan 4 Huruf yang susah diingat, itulah Yode ^_^

    Bercanda sambil berbohong seperti diatas, memang ga baik.. Ga ada unsur mendidiknya..
    Saya rasa itu bukan bercanda, tapi “membodohi” teman yang ga tau arti dari kata2 itu..
    Kata “ sia dan maeh” itu saya juga baru denger kemarin waktu kalian mampir ke Jogja..

    Sekarang ini hampir lazim di lingkungan remaja yang latar belakangnya dari daerah tertentu bercanda dengan mengejek dan membodohi teman lain yang ga tau artinya..
    Disini juga seperti itu, saya dulu diajarin bahasa jawa dengan kata2 yang kasar, dan benar2 membodohi..

    Dan yang parahnya lagi, setiap saya belajar bahasa daerah dari tmn2 dari berbagai daerah, selalu dengan Ujaran2 yang aneh2..
    Cara bercanda yang tidak cerdas..

    Hanya Teman yang baiklah yang memberi didikan yang baik..

    Tambahan Cerita Rasul:
    ————–
    Dulu Rasulullah SAW juga pernah bercanda dengan salah seorang Sahabat (Saya Lupa namanya). Pada waktu itu Rasul bersama Sahabat sedang makan Kurma..
    Si Sahabat meletakkan Biji Kurmanya di tempat Rasulullah meletakkan biji kurmanya.. Jadi tempat biji Kurma si Sahabat kosong, dan seolah2 Rasul makannya banyak banget..

    Sahabat: Ya Rasulullah, ternyata Antum makannya Lahap betul, seperti orang yang Kelaparan, lihat saja bijinya banyak sekali.. 😀

    Rasul: Wahai Sahabat, Antumlah yang kelihatannya Lapar sekali, sampai2 Biji2 kurmanyapun Antum Makan tak bersisa.. ^_^

    Kemudian Rasul dan Sahabatpun tertawa..
    ———————————

  2. Ya nulis teh dicicil atuh, Bu. -_-. Semangat banget abis keliling Jawa.
    Masa 4 artikel panjang-panjang diposting dalam satu hari.
    Kalo dimisalin kaya gini lho. Orang kalo kebanyakan makan pasti muntah, kan? Pasti jadi gak semangat bacanya gara-gara kebanyakan, kan. 😀 Dicicil atuh. Jangan terlalu boros.
    Terus jangan lupa, kalo nulis artikel itu, pake alignment jangan justify. Kan dah belajar TTKI. 🙂
    Keknya saya tahu sapa korbannya ;)) pas J****a. :p

  3. @Yode
    beuh..
    jauh jauh dari Jokja masih inget juga. he he
    iyah neh, yang becanda ambil bohong ituh bikin sesat banget yah ^_^’kalo gituh, mulai dari kita ajah yang gak melakukan dan mulai mengigatkan.
    btw, cerita tentang rasuulnyah lucu juga, he he 😛
    btw, kata gilang, kamu admin dan hobi ngoprek kompie yah? = =a

    oh iyah ada satu lagi yang lupa, yode, kamu gak punya blog kah?

  4. @Yummy..
    inih pasti ngomel gara gara matanyah udah “perinh” mantengin tulisan arin yang panjang panjang. he he
    lagi semangat banget ci kaka…
    inih juga di tulisnyah ambil nymbil nonton tipi 😀 hihihi

    kalu tentang yang sinetron emang udah gemes banget pengen di kritisi, kalu tentang artikel yang ini kepikiran ajah abis pulang dari surabaya ma jokja. hehe
    stok artikel arin yang lain masih banyak kok kak, gak perlu hawatir, hihihihi 😀

    btw, emang siapa kak korbannyah? = =a

  5. Assalamu’alaikum..
    Apa yang telah dilakukan di Jogja, insyaAllah ingat semua.. ^_^
    Sekalian saya minta maaf ya, telah melakukan kekhilafan dalam pertemuan..

    Iya betul bgt, mulailah dari diri sendiri untuk menjadi baik, baru kita tularkan kebaikan itu pada orang disekitar kita..

    Di dalam “Siroh Nabawi” juga masih banyak lho cerita2 tentang bagaimana Rasul dan beberapa canda tawanya..

    btw, si Ruslan itu teman kuliah saya lho..
    Kami satu kelas.. makanya dia kenal blognya sangbintang 😀

    Hm…saya cuma admin kecil2an, kalo ngoprek kompie, itu sih mau ga mau harus dilakukan, cz kuliahnya jadi calon tukang service komputer dan laptop 😀
    tp termasuk hobi juga sih.. 🙂

    Kalo Blog saya jarang diisi..
    di FS saya ada blog, tapi isinya jadul-jadul.. cuma dikit..
    Kalo Blog yang lain isinya masih sepi, belum dipublikasikan.. 😀
    InsyaAllah nanti sangbintang dikasih tau kalo dah “ready” lahir dan bathin.. ^_^

    tambahan (takut kalau2 lupa):
    Pantai Krakal (dan teman2nya) : Rp. 3000,-/orang
    Kraton Jogja sekitar Rp. 3000,-/org
    —————————————————————————–

  6. Afwan lupa, biar jelas:

    “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Celakalah baginya dan celakalah”. (HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

    Para ulama yang shalih menganjurkan agar tidak memperbanyak canda dan tidak berlebihan dengannya. Baik dalam bermuamalah, dalam menuntut ilmu apalagi dalam berdakwah. Karena seseunggunnya hal tersebut dapat menjatuhkan wibawa, menjauhkan diri dari hikmah, menimbulkan kedengkian, mengeraskan hati dan membuat banyak tertawa yang melalaikan diri dari mengingat Allah.

    (dikutip dari Al-Qismu Al-Ilmi, penerbit Dar Al-Wathan, penulis Syaikh Abdullah bin Abdul Aziz bin Baz, versi Indonesia Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari)

  7. @yode
    waalaykumsalam. . .
    “Assalamu’alaikum..
    Apa yang telah dilakukan di Jogja, insyaAllah ingat semua.. ^_^”
    wew! gimana gak lupa, keliling jokja nyari tempat wisata yang gak sempet juga nyarinyah, he he
    makasih info wisata diatasnyah yah 😀 membantu banget..:)

    Btw, kamu teh wawasannyah luas juga ternyata, tapi kok gak keliatan pas ketemu di jokja kemaren = =a
    pendiem soalnyah 😀
    hehehe

    btw, musti nunggu siap lahir batin yah buat publikasi blog nyah? hehehe 😛

  8. @journalight
    beuh, pipin…
    nyomot darimana ituh foto?tak kobe lah pula awa, pas FSL kan ituh yah ? he he 😛
    foto bareng sama anak anak comLabs dan kaka zaki yang gencar berkampanye anti sinetron. hehe

  9. kalo ngeliat contohnya becanda rasulullah yang ada diatas,,

    ada beberapa poin yang bisa diambil,,
    Di becandaan yang si yode tulis Rasul juga berbohong, tapi apa semua orang tahu Rasul berbohong? jelas,, artinya Rasul sebenernya gak berbohong,, karena ketika dia berkata, semua orang tahu dia berbohong tapi di kebohongannya itulah sebenernya letak kelucuannya,,
    (artinya bercanda gak boleh berbohong)

    Ketika beliau bercanda, semua orang yg ada di ruangan itu tertawa, termasuk orang yang dibecandaiinnya, artinya kalo bercanda, semua orang harus diajak, jangan sampe ada yang tertinggal, apalagi kalo becandaan model nyepet dan ngetawain satu orang sehingga orang itu tersinggung.

    becanda itu maksudnya mendekatkan, kalo maksud mendekatkannya itu sudah gagal, maka dah bukan becanda lagi tuh namanya, mencaci..

  10. @Muhammad A.K alias Kasyfi ^_^
    Makasih udah lebih memperjelas tentang cerita Rasul itu..
    Salam Kenal ya.. 🙂

    @Tuan rumah (Sang bintang)
    Makasih sama2 ya..
    Kalo ditanya tentang wawasan, saya merinding, soalnya wawasan saya bener2 masih jauh dari cukup, masih banyak yang belum dipelajari..
    Dibanding pengalaman dan wawasannya Neng Bintang, saya masih belum seberapa…
    Mohon saling berbagi dan bertukar ilmu ya.. 🙂

    Kalo Neng bintang tuh kelihatan kalo wawasannya luas dari cara bicara, cara ngeliat Peta Jogja kemarin (nentuin tempat yg mo didatangin), dan kelihatan juga kalo di kampus pasti termasuk orang sibuk organisasi..

    kalo saya ketemu langsung sama orang, saya lebih milih diam dan memperhatikan.. apalagi sama orang yang baru saya temui dan belum kenal.. kalo ga ditanya, saya ga ngomong.. 😀

    btw, ga lupa lagi kan sama nama saya? 😀
    udah biasa kalo saya kenalan sama orang baru, saya nyebutin nama bisa lebih dari 3x.. ^_^

  11. @kasfi….
    beuh… berat bener tanggepannya,he he
    tapi kalu gak getoh, bukan uhammad A.K namanyah 😛
    btw, napa gak pake nick kasfi lagi kas?
    = =a

    @ yode ( gak lupa lagi namanyah :P)
    sayah cuman bisa mengaminkan. sapa tau beneran jadi doa biar semangat nyari ilmu biar cerdas juga.he he 😛
    tahun depan saya berikhtiar sebisa menungkin untuk “pensiun” dari semua organisasi yang saya pegang yod^_^’
    subhanallah yah, ternyata bener bener butuh perjuangan buat berani mengatakan tidak dan membuat orang lain mengerti kalo kita dah gak bisa lagi beramanah disebuah organisasi 😛 he he
    tapi gak salah juga ci,emang pasti susah ngelepasnya. soalnya ada 6 tawaran yang sayah tolak semua :))

    semoga ini bener2 masa saya jadi kepongpong, biar ntar bisa jadi kupu2. halah -_____-
    he he he 😛

  12. Untuk lepas dari Organisasi memang rada2 susah, apalagi kalo orang dah tau kemampuan yang kita miliki, sebisa mungkin akan dipertahankan orang..
    Butuh ketegasan dan pengertian lebih juga..
    Semoga dimudahkan jalannya.. 🙂

    “semoga ini bener2 masa saya jadi kepongpong, biar ntar bisa jadi kupu2”

    Berarti sekarang masih jadi Ulat ya? ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s