[artikel]Menggenggam waktu, versi saya.

Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada tuhanmulah hendaknya kamu berharap

( Q.s Alam Nasyrah [94]: 7-8 )

Menggenggam waktu, versi saya.

1. Kenali dan luruskan niat dalam memaknai waktu.

Dalam memegang waktu akan terdapat banyak sekali kehilangan. Entah itu kehilangan harta, jiwa atau waktu itu snediri. Setiap kehilangan itu tergantung bagaimana kita bisa memaknainya. Jika semua ditujukan dan diawali dengan lafadz “ ya 4w1 semoga semua hal yang hamba lakukan ini kian mendekatkan hamba kepadaMu” maka waktu akan tarasa jauh lebih bermakna.

Hal ini adalah rahasia umum, tapi tidak semua orang mampu menjalankannya.

2. Ukur kemampuan diri

Jangan pernah menerima amanah yang sekiranya akan membuat waktu tarsa begitu padat. Fokuslah pada prioritas yang telah ditentukan. Kunci dari point ini sendiri adalah penentuan prioritas. Jika kita terlalu banyak mengemban amanah, dihawatirkan akan berlaku dzalim hingga kita kian kehilangan waktu untuk mendapatkan keridaanNya.

3. Cari komunitas

Komunitas adalah kunci dari evaluasi dan juga untuk mengingatkan diri kita. Komunitas disini berfungsi juga untuk memberikan inspirasi agar kita bisa terus merasa bersemangat. Komunitas yang dimaksud adalah komunitas yang juga mampu saling mengingatkan dan saling menguatkan dalam keimanan. Karena komunitas ini saya nilai bisa membantu kita untuk banyak bermuahsabah tentang kemampuan diri dan juga membantu meluruskan niat untuk membagi waktu sesuai dengan ridhaNYA.

4. Catatlah moment penting dan jadwal yang teratur

Memcatat moment yang berharga dari waktu bisa saja dilakukan dalam bentuk memberikan penghargaan terhadap diri atas prestasi yang dicapai, hingga kita bisa mengingat moment indah memperjuangkan sesuatu. Penghargaan ini berfungsi sebagai penyemangat agar kita tetap menghargai waktu yang dilewati. Selain itu agenda dan jadwal, menjadi salah satu hal yang penting karena agenda tersebut membantu kita untuk bisa menepati janji-janji ataupun hutang-hutang waktu kita. Selain itu agenda dan jadwal yang disusun secara apik akan membantu kita lebih baik dalam mempersiapkan moment tertentu semisal ujian, proyek, tugas, dll

 

Manajemen waku sebetulnya adalah bagian kecil dari impian ( niat ) yang kita jalani dalam hidup. Impian inilah yang membantu kita untuk mempu membagi waktu, memanfaatkan waktu secara optimal. Untuk menemukan impian itu kita bisa memcoba mencati tau dari banyak membaca kisah sukses atau keteladanan yang mampu menginspirasi dan menyemangati. Hingga akhirnya semua ditujukan hanya untuk memperoleh keridhaan 4w1 semata.

 

Semoga bermanfaat.

Advertisements

14 thoughts on “[artikel]Menggenggam waktu, versi saya.

  1. Wew kaka wew.
    Satu tips lagi. Bawa bacaan ke mana-mana. Indonesia tea hobi ngaret. Sambil nunggu orangnya dateng, baca buku, buka laptop atau HP. :p

  2. hehe,,

    nyepet sayah nih,,, memang sudah saatnya saya menjadi lebih teratur..

    tentang komunitas,
    Temenku pernah bilang, dia lebih suka sama muslim yang imun dibanding yang steril.

    Muslim yang steril artinya cuman bersih kalo ada di lingkungan bersih,,

    Muslim yang imun artinya bisa sehat di lingkungan manapun…

    kamu setuju?

  3. @kaka yummy. . .
    sebenernyah.in tuh dibikin buat tugas”presentasi” hari jum’at tiap jam 11.00-12.00, oh yah pernah ketawa ketawa sendiri, sekarang tu minat baca sambil nunggu ituh keknyah makin berkurang, lebih banyak yang pake HP buat OL atau sekedar SMSan sambil nunggu orang. kalu dipikir pikir sayang juga nya. ilmunyah kurang dapet kalu waktu cuman diisi SMSan ma OL sambil nunggu orang 😀 ups!

  4. @kasfi
    sebenernyah menurut saya diantara keduanya (muslim imun dan steril) punya sisi kebaikan 🙂
    tapi mungkin, keimanan kita bakal jauh lebih di uji jadi muslim yang imun, toh rasullulah juga selama hidupnya gak selalu berada di lingkunyah yang “steril” 🙂
    semoga, steril bukan berarti”meng-ekslusifkan” diri hingga membuat terbiasa merasa paling benar. wallahualam

  5. hiek, kalian berdua ? = =a kok bisa? ( yah iya lah, secara satu kampus)
    he he..baik, lagi nyiapn UAS 😀 dan kunjungan industri ke surabaya dan jokja lagi bulan ini 😀 he he he

  6. @immamul
    iyah kak.. maksud saya disetiap waktu ituh kita harus sungguh sungguh. setiap waktu juga kan ujian, dan hanya sama Dia kita berharap kan 🙂

  7. @ aflir…
    kya,, kya.. afrilla.. kya….
    sama sayah juga kangen ma aflir cuco… hehehe
    btw, ntar ana mau ke jokja ma surabaya neh flir pas liburan, tapi pengen main dulu sama aflir…
    kita ke Zoe yuk, baca buku. hihihihi
    atau ngemil seperti favorit kita:)) ( hah? kita? sayah ajah kali :P)
    hehe
    pokoke di tunggu kabarnyah yah flir…
    banyak hutang ney…
    hutang ” mabit dirumahmu” juga belum jadi jadi dari semester kemaren ya…
    ^_____^

  8. tapi sebenrnya gada frase ‘sungguh-sungguh’ di ayat itu loh,
    ‘fa idzaa faroghta fanshob’ itu secara bahasa berarti ‘maka apabila kau telah selesai, maka tegaklah’..

    rikues nih,
    di blogroll-nya nama sy tolong dikoreksi,
    hapus huruf ‘m’ yg dobel..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s