[ihwal]ayah. . .

palestineAyah…!!

kata mereka engkau penjahat

padahal sebenarnya engkau bukan penjahat

ayah..!! mengapa mereka jauhkan aku darimu

mereka menangkapmu tanpa memberi kesempatan

grief-palestineuntuk menciumku meskipun hanya sekali

atau mengusap air mata ibu

ibu..! aku melihat air mata di kelopak matamu setiap pagi

apakah palestina tidak berhak diberi pengorbanan..?

setiap hari aku bertanya pada Matahari.

huda-palestineibu,apakah ayah akan kembali pada suatu hari

ataukuah dia akan pergi selamanya sampai hari Qiyamat

atukah dia akan mengusap air mata ibu tang terus menetes setiap hari..?

wahai ayah dimanakah engkau…..

oh.. bayi..bayi yang dijajah

kini telah datang hari raya baru

setelah hari raya tahun lalu

israel_palestine1dan bayi barupun terlahir sesudah bayi yang itu

dan para syuhada berguguran setelah gugurnya syahid yang lalu

sedangkan ayah masih disembunyikan di balik jeruji besi

dalam sel mengerikan yang tidak layak dihuni manusia

mana hari kemenangan dan kehancuran penjara penjara besi itu..?

malulah kalian…

malulah kalian….

malulah kalian….

Aku ingin ayah pulang…

Aku ingin ayah pulang…

Aku ingin ayah pulang…

Aku ingin ayah pulang…

Kata dari seorang anak palestina

Untuk ayahnya tercinta

puisi ini diteriakan seorang anak palestina dengan bahasa ibunya sambil menangis terusak dan berteriak. namun wajahnya ( di mata saya ) lebih bersinar dari pada matahari yang bersinar diangkasa tempatnya berteriak.saya mengabadikan puisi ini dari video palestina yang saya dapat( lupa dapat dari mana ^_^’)

kalau lihat video aslinyah bener-bener kerasa malunyah. malu dan merasa sangat berdaya..

begitu jujur dan tulus dari hati. . .

Advertisements

11 thoughts on “[ihwal]ayah. . .

  1. takutlah jika kelak di pengadilan akhirat,
    seorang bocah palestina mengadu kepada Allah,

    “ya Allah, kami mohon keadilanMU!”
    “kami ditindas, tapi mereka diam saja!”

    mereka = negara-negara arab..
    mereka = orang-orang islam..
    mereka = aku..

  2. ah,, nakut nakutin nih bang imamul,,

    masa iya bocah bocah palestine lebih marah sama kita yang “diam sahja” dari pada marah sama israel yang membantai dan membunuhi keluarga mereka satu persatu itu sendiri?

    Apa membantu mereka itu hanya dengan maju ke medan perang? kata temenku itu, relawan dari indonesia yang ke sana biasanya dipekerjakan di dapur, karena memang ga sanggup untuk ngelawan, keadaan mentalnya belum kuat…

    jadi menurutku konteks, melakukan yang terbaik saat ini adalah berusaha membangun Indonesia ini, biar bisa jadi negara maju, kaya, angkatan perangnya kuat, jadi kalo palestine di serang, kia bisa nyerang balik, perang juga perang aja sekalian!!

    numpang ngelink dikit ah,,

    minta ijin ya arin, =)

    Mengapa orang yahudi bisa maju?

    Dan ini pandangan saya..

    mangga ah,, ti payun
    mlekum…

  3. kalu menurut sayah , yang dimaksud “mereka = aku” ituh lebih kepada arahan untuk mengingatkan diri kita untuk lebih bersyukur dan memanfaatkan waktu yang tersisa dengan hal hal yang lebih berguna.

  4. kata-kata itu saya kutip dari video tentang palestina.

    kafir israel ya jelas bakal ke neraka (jika tidak bertaubat).
    masalahnya apakah kita muslim juga akan kafir (tidak menjalankan) terhadap ayat dan hadits:

    “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain..” [QS At-Taubah (9) : 71]

    “Jalinan kasih sayang antara kaum muslimin ibarat satu tubuh. Bila ada satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh lainnya akan merasakan hal yang sama.” [HR Bukhari-Muslim]

    ya, sepakat dengan membangun indonesia agar kuat.
    ya, sepakat dengan lebih bersyukur dengan memanfaatkan waktu agar kelak bisa berguna bagi umat.

    tapi keadaannya adalah sekarang palestina sedang diserang.
    butuh solusi jangka pendek.

    “Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.” [HR Bukhari-Muslim]

    bagaimana kesanggupan kita?

    doa?
    diskusi?
    donasi?
    demonstrasi?
    diplomasi?
    darah?

    selengkapnya lihat:

    http://www.lingkaran.org/palestine-strikes-back.html

  5. doa?
    diskusi?
    donasi?
    demonstrasi?
    diplomasi?
    darah?

    memang hanya itu yang bisa kita lakukan, dan jangan bilang hanya, itu enam enamnya solusi jangka pendek feasible untuk saat ini..

    waduh,, ngeri pak,, sudah pakai dalil.. tapi tak apa, cuma mau mengingatkan, ketika kita memakai dalil sebenernya kita sedang menafsirkan firman Tuhan, dan bukan tidak mungkin makna yang kita sampaikan tidak serupa dengan konteks ketika firman itu diturunkan. Karena wahyu yang diturunkan itu memang sangat berkaitan dengan situasi, kondisi, dan waktu ketika ayat itu diturunkan, istilahnya Asbabun nuzul dari quran tersebut

    mungkin nyambung sama kapasitas sih mul, maksudnya dengan kapasitas kita sebagai so called mahluk intelektual yang seperti ini, apakah solusi terbaik bagi penyelesaian konflik di sana adalah dengan maju memakai otot? menodongkan senjata? memborbardir penduduk sipil dengan bom bunuh diri?

    karena kupikir kalau peran kita sebenarnya bisa lebih dari itu, dan kita malah memilih jalan pintas untuk syahid dengan cara di atas, tidak berlebihan kalau saya bilang kita sudah zhalim (menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya)

    Mungkin situasinya kayak main warcraft dan negara sekutu kita sedang diserang, apakah kita memilih untuk langsung saja mengirim pasukan yang baru dibentuk ke mereka satu satu? dengan resiko pasukan kita dikalahkan dan perlawanan tidak efektif
    atau kita menunggu sampai pasukan kita cukup kuat dan menyerang ke sana sekaligus, dengan resiko negara sekutunya sudah mati duluan?

    posisi kita memang sangat dilematis, tapi dalam dua solusi ekstrim selalu ada solusi jalan tengah yang bisa dikatakan mendekati solusi ideal, kalo di warcraft mungkin jangan langsung ngirim pasukan, tapi juga jangan nunggu terlalu lama..

    tunggulah sejenak sampai pasukan dinilai memiliki daya serang memadai, baru diberangkatkan untuk membela negara sekutu,,

    kaitannya sama keadaan sekarang? yah kurang lebih sama, sebagian yang bisa berangkat ke sana untuk membantu silahkan diberangkatkan, sementara itu kita benar benar berazzam kuat untuk membangun kekuatan indonesia, membangun peradaban atlantis yang dulu tersohor di seantero dunia, membangun kembali keping keping peradaban islam yang pernah jaya..

    apakah akan lama? pasti tidak sebentar, jadi sementara itu apa yang bisa kita lakukan?

    doa…
    diskusi….
    donasi….
    demonstrasi…
    diplomasi…
    darah.. (maksudnya menyumbang darah mungkin yah)

    seperti itu mas moel, pandangan pribadi saya..

    terima kasih

  6. ya memang 6D itu yang kami ajukan.
    sebagai tanggapan atas opini ‘ngapain ribut-ribut palestina, emang kita bisa apa?’

    alhamdulillah pembahasan tentang tafsir terkait sudah saya dapatkan langsung talaqqi dari ustadz ditambah referensi kitab-kitab tafsir.
    jika dipelajari lebih dalam tentang asbabun nuzul pun ada kaidah ‘al ibrotu bi umumil lafdzi la bikhushushis sabab’ pengambilan makna itu dari keumuman kata bukan dari kekhususan sebab.

    jelas tidak ada yang merekomendasikan mahasiswa untuk terjun ke medan perang.
    ntar pas lagi megang ak-47 tiba-tiba migrain-nya kumat gimana?
    ntar pas lagi gerilya tiba-tiba maag-nya kumat gimana?
    kan ngerepotin dan justru menzhalimi mujahidin di sana 🙂

    usaha jangka panjangnya seperti yang mas kasyfi dan dik ana sebutkan.
    persiapkan kekuatan: ‘quwwah’ (lihat QS Al-Anfal 60).
    art-sains-teknologi adalah ‘quwwah’.

    usaha jangka pendeknya ya 6D tadi.

    dukungan apapun dari kaum muslimin indonesia membuat para pejuang palestina mampu bertahan dari teror sekejam apapun
    -syeikh sheyam, imam dan khatib masjid aqsa-

    http://www.lingkaran.org/palestine-strikes-back.html

  7. kalo pemuda indonesia ke sananya keknya cuman jadi samsak deh. -___-.
    jalan kaki 3km perhari yang standar hidup sehat aja mungkin udah susah.
    kakinya kek lontong semua sih 😛
    apalagi disuruh gerilya.
    .
    di sana mah, anak yang dah akil baligh maennya bukan nembak anti-teroris pake AK-47 di CS. dah megang AK-47 beneran XD

  8. hmm….

    ngeri nih mas moel, pengetahuan agama saya belum seberapa ni mas,, heuheu.. hanya tahu itu saja.. ndak tahu itu saya, kalau ada kaidah kaidah yang seperti itu.. hihi

    jadi sbenernya kita sefaham ya?

    cuma saya agak tersinggung saja sama yang reply pertama dari mas moel itu lho,,
    masa iya anak anak yang masih polos dan syahid di medan perang itu malah menuntut saudaranya yang tidak mampu menolong daripada menuntut musuh mereka sendiri,

    karena kalaupun dijadikan sebuah perumpamaan untuk membangkitkan semangat, agak kurang sreg juga saya,,

    karena saya pikir tidak berlebihan kalau saya mengatakan
    itu namanya prasangka buruk terhadap saudara kita yang sudah meninggal…..

    begitu,,

    @yumcatz
    boro boro pistol, bunuh ayam aja saya ga pernah…

    monggo ah moderator di LOCK saja topiknya,, (lho?)
    mungkin ada kata sambutan terakhir sebagai moderator
    ‘dik’ arin?

  9. @ dear all
    mohon maaf baru menanggapi ^_^’
    bismillahirahmanirahim.
    kalau menurut saya perbedaan cara pandang tentang bagaimana cara kita menyikapi keadaan palestina itu sangat wajar, hanya saja hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana penyampaiaannya dengan lebih hanif dan tetap menghormati perbedaan pendapat itu memang sangat penting. hehe

    setau saya juga, memang saudara2 kita di palestina sempat “bertanya” tentang saudara2 seimannya…
    yang seolah diam saja… padahal mungkin, menurut kita tidak demikian,saya rasa pertanyaan ini bisa dijawab dengan solusi jangka pendek, untuk “menyambung nafas “, memberikan semangat dan doa bagi saudara saudara kita..
    semoga dengan solusi jangka pendek yang disebutkan bisa tetap memberikan nafas perjuangan bagi mereka untuk tetap bertahan

    nah, mungkin sebagian lagi setelah solusi jangka pendek berjalan akan mempertanyakan solusi jangka panjang, disinilah penyelesaian yang terbaik memang perlu dilakukan. walaupun, maaf , dengan keterbatasan ilmu saya, saya belum faham dan mengerti benar solusi jangka panjang yang dibutuhkan seperti apa kongkritnya.

    jadi dua solusi ini sebetulnya gag bertentangan menurut saya, hanya saja bgaimana cara penempatan solusinya sesuai peran masing masing agar berjalan evektif, evisien
    tetep semangat semuah 😀

    makasih banget buat kak mamul, kasfi dan andre

  10. kamilah pembelamu ya FILISTIN!!! sampai palestina merdeka!! atau kami syahid memperjuangkannya!!!
    silahkan bergabung dengan KSP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s