[cerita] dibalik sebuah perjalanan

 

Ini adalah sebuah cerita dimana Aku merasa menjadi seseorang yang berbeda. Menemukan sesuatu yang berbeda pula, dan menyadari bahnya hidup terasa jauh lebih bermakna jika bisa berguna untuk orang lain. Berguna jika benar benar mengetahui apa yang kita inginkan.

Mulanya ada seseorang yang memintaku untuk menuliskan hal apa saja yang memang bener- benar akau inginkan, seketika jariku terhenti mengetik. Bukan karena pegal tapi karena aku juga tidak tau pasti apa yang benar benar aku inginkan. Rasa-rasanya Aku jarang sekali meluangkan waktu untuk bersungguh sungguh memikirkan apa yang sebenarnya aku ingiinkan. seolah waktu aku biarkan berlalu pergi begitu saja, sampai 4w1 kemudian menegurku.

Disebuah perjalanan jauh sebelah timur pulau jawa. 5 hari perjalananku ke Surabaya dan Yogyakarta dalam acara kunjungan Industri 2009. Kepanitiaan ini adalah kepanitiaan terakhir yang aku rencanakan selama aku mengikuti kuliah di kimia. Keputusnku ini sudah aku sosislisasikan untuk menolak beberapa tawaran dalam mememgang amanah yang jauh lebih besar “ biarkan yang muda muda saja yang berkarya” begitu alasanku setiap kali mencoba mengelak dari tawaran amanah yang datang.

Hingga akhirnya perjalananku inilah yang justru membuatku tersadar bahwa belajar adalah sampai mati, bahwa sesuatu yang kamu banggakan bisa jadi karena kamu tidak mengetahui ada hal hal lain yang justru lebih patut dibanggakan. Yap, ini Event Organizer tersulit yang harus aku tangani dan harus aku terima bahwa kinerjaku kurang bisa memberikan kepuasan bagi peserta serta banyak mengundang kontrofersi dari kebijakan yang kami ambil sebagia panitia. Disinilah semua juknis ( petunjuk teknis ) yang telah aku buat selengkap mungkin sama sekali tidak berguna. Hampir selama 5 hari perjalanan akulah yang menentukan ulang semua jadwal dan memperhitungkan alternative perjalanan dalam otak. Sungguh kondisi yang tidak mudah, ketka pada hari-H beberapa perusahaan membatalkan kunjungan kami, seketika kami harus mencari perusahaan pengganti kesana kemari. Sayangnya perusahaan pengganti yang kami dapatkan pada hari-H tersebut kurang bisa memuaskan peserta lain hingga kamipun harus menelan bulat-bulat beberapa keluhan dan ketidakpuasan yang santer terdengar. Ingin rasanya mengingatkan arti sebuah kata syukur, bahwa sekecil apapun perusahaan yang dikunjungi,itu adalah hal terbaik yang bisa kami lakukan dan mungkin justru ditempat itulah hikmah yang terbesar bisa didapatkan. Sungguh 4w1 maha besar dan semua berada dalam kuasanya. Persiapan kami selama 3 bulan pun seolah olah tidak cukup.

Hatiku terenyuh saat mengunjungi salah satu perusahaan kimia yang bergerak dibidang perekatan. Pabrik yang hanya memiliki karyawan sejumlah 100 orang ini harus tetap bertahan ditengah himpitan ekonomi dan ancaman kebangkrutan jika mereka tidak bisa melewati tahun 2009 dengan baik. Disana aku menemukan karyawan karyawan yang sudah berumur tetap harus membanting tulang bekerja dilapangan bersama etanol ( salah satu zat kimia yang sangat rawan terbakar ), hanya dengan sulutan api yang kecil, maka pabrik kecil tersebut bisa saja meledak.

Meski dengan keterbatasan yang mereka alami, mereka menyambut kami dengan luar biasa ramah, seluruh petinggi pabrik tersebut datang hingga presiden direkturnyapun menyempatkan diri untuk hadir. Mereka mengajak kami berkeliling dengan semangat walau kami tidak begitu memperhatikan apa yang dibicarakan karena suhu ruangan yang sangat panas. Namun aku bisa melihat semangat dimata mereka dan sedikit kebanggaan dikunjungi oleh salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia.

Sesekali jajaran direksi yang juga ikut membantu dilapangan menyapa kami dengan ramah dan mengajak kami bersenda gurau, akrab. Buatku hal itu sudah lebih dari cukup untuk disyukuri dibandingkan mengingat bahwa pabrik yang aku kunjungi hanyalah pabrik yang tidak ternama.

kontrofersipun datang bukan hanya dari permasalahan perusahaan namun juga standart oprasional yang ditetapkan oleh panitia yang salah satu kebijakannya adalah tidak duduk berduaan didalam bus antara ikhwan dan akhwat dan berlaku jam malam pada pukul 22.00 dimana ikhwan dan akhwat tidak boleh beduaan, diluar dugaan kebijakan ini justru mendapat respon yang kurang baik dari beberapa peserta hingga ada beberapa orang dari mereka yang tetap saja melanggar. Subhanallah, menyampaikan hal ini ternyata bukan hal yang mudah. Butuh banyak sekali pengertian untuk menjlaskan bahwa hal ini hanya sebuah upaya dalam bentuk lain untuk menjaga mereka. “kami ini bukan anak bayi yang perlu dijaka, seperti anak TK aja gak boleh ini dan itu”. Hanya sebuah senyuman, sedikit pengertian dan helaan nafas yang kami balas untuk kalimat yang terlontar saat sosialisasi kebijakan ini berlangsung.

Belum lagi surat peringatan pantia yang menjadi bahan “olok-olokan” dan bahan guyonan oleh beberapa peserta sungguh sangat menguras kesabaran. seandainya mereka(peserta) tau bahwa yang kami pikirkan setiap saaat adalah bagaimana kondisi dari peserta itu sendiri. Saya rasa tidak ada satupun panitia yang menginginkan acaranya gagal. Hanya saja keterbatasan kemampuan dan mungkin juga keterbatasan ilmu membuat kinerja seseorang menjadi berbeda hingga memberikan kepuasan yang berbeda pula. Namun bukan berarti usaha mereka yang terbatas menjadi sebuah pembenaran untuk dijadikan olok-olokan. Sungguh, mendengar selentingan selentingan negative dan ketidakpuasan yang dirasakan peserta menjadi kepahitan tersendiri bagi kami. Yap, salah satu kesedihan tersendiri dan pukulan hebat untukku pribadi. Disinilah aku tersadar bahwa semua “acungan jempol” yang pernah Aku terima selama menjadi seorang EO hanyalah fana belaka, sungguh kekuasaan 4w1 lebih dari itu. Disini aku merasa sangat kecil, lemah dan tidak berdaya.

salah satu memori indah yang coba aku ingat sebagai sebuah "obat" tersendiri

salah satu memori indah yang coba aku ingat sebagai sebuah "obat" tersendiri

Tapi kali ini ada yang berbeda, aku tidak sendirian. Teman. Yap, aku baru merasakan adanya teman yang membantu mendampingiku. Mereka adalah teman satu bus ku, teman disampingku, Anita. Dan teman di sebrang kursiku Andri, Eki dan Ludi. Mereka berempat yang membuatku merasa kuat untuk melalui semua ini dengan tabah. Anita yang selalu sedia berbagi semangat dan mendengarkan semua ceritaku, Ludi yang selalu membantuku dan membelaku ketika aku merasa terpojok oleh selentingan selentingan yang dilontarkan oleh beberapa orang, Eki( kadiv Logistik) dan andri (kadiv humas) yang membatuku menentukan banyak hal yang berkaitan dengan acara. Mereka yang menggantikan peranku disaan aku terlalu lelah untuk berbuat sesuai di bus. Entah, mungkin karena berbagi dengan mereka semuanya menjadi terasa lebih ringan. Namun kekuatan yang utama adalah ketika kita meyakini bahwa semua yang terjadi adalah hal terbaik yang diberiNYa dan mampu kita miliki.

 

 

Aku masih ingat salah satu jawaban Eki ketika menaggapi bahwa ini adalah EO terakhirku, “ kamu belajar banyak disini, jika kamu berhenti sekarang maka kamu tidak akan pernah tau apa yang kamu pelajari”. Seketika aku tertegun, membenarkan apa yang beliau katakan sambil merenung dalam. Sentah sejak kapan, tapi setelah pulang dari kunjungan tersebut aku justru merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya. Lebih mengetahui apa yang memang sebenernya aku inginkan, dan mulai membuka diri dari kesendirian yang dulunya Aku yakini sudah menjdi bagian dari kehidupanku. Kesendirian itu membuat sangat kesepian, hanya membuat kita merasa kuat di luar namun begitu rapuh didalam. Terimakasih ya 4w1, sungguh hikmah yang engkau berikan teramat dalam, teramat indah untuk tidak disyukuri dan dibiarkan hanya menjadi kenangan tanpa ada hikmah yang  terbaca.

Kini aku menyadari, bahwa sebaik apapun kita berbuat baik kepada manusia tetap saja akan ada yang tidak menyukai kita, seolah 4w1 ingin mempertegas bahwa hanya kepadaNyalah tempat kita bergantung dan memasrahkan diri. Bahwa setiap ujian yang kita alami hanya akan membuat kita menjadi makin kuat karena 4w1 memiliki cara sendiri untuk mendidik hamba-hambaNYA, dan bahwa kesendirian hanya akan membuat kita kesepian, memang dalam persahabatan pasti akan terjadi hal hal yang tidak mengenakan bahkan menyakitkan, namun dengen mereka jugalah kita bisa saling menguatkan. Wallohualam.

 

Sebuah catatan diakhir perjalanan

Untuk teman teman yang baru aku temukan dan hikmah yang mulai muncul dari permukaan.

By bintang.

 

Advertisements

6 thoughts on “[cerita] dibalik sebuah perjalanan

  1. ada hal yang memang harus dialami untuk membuat kita memahaminya,
    dan pengalaman-pengalaman itu, manis serta pahitnya, adalah proses tarbiyah dari murobbi yang paling handal: Rabb semesta alam..

    episode yang tampak semwarut bak rajutan bagian bawah yang dengan semu terlihat,
    sebenarnya jika dilihat bagian atas adalah pola yang indah yang Allah rangkai untuk kehidupan makhluqNya..

    trims untuk pelajaran yang dibagi kali ini..

  2. kalau persahabatan udah bisa melewati pertengkaran, katanyah ci malah bakal lebih akrab

  3. Pingback: [testimonial] me, my friends « read in the name of your Lord who created

  4. lewat cara apapun persahabatan bisa terjalin, maknailah bagaimana itu terjadi. tidak semua orang bisa merasakan nikmatnya berteman. disini, saat ini dan sampai matipun, tetaplah memperbanyak teman.
    saat kita mengucapkan nama kita kepada teman baru kita, sadarilah bahwa dia berusaha mengingat kita.

    and u, u are my true bestfriend ever…

  5. @ nirani.
    iyah, gak semua orang bisa merasakan bagaimana nikmatnya berteman. saya tau banget perasaan itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s