[artikel] Pernikahan

foto atas adalah altar pernikahan, sedangkan foto bawah adalah pintu masuk menuju altar pernikahan

foto atas adalah altar pernikahan, sedangkan foto bawah adalah pintu masuk menuju altar pernikahan

Baru baru ini aku menghadiri sebuah pesta pernikahan yang cukup mewah untuk ukuran orang biasa sepertiku. Pernikahan yang dibalut dengan hiasan hiasan mahal dan menyugukan hidangan berkelas ala eropa dan jepang. Bisa dipastikan acara “syukuran akbar seumur hidup” itu begitu dipadati oleh pengunjung. Mulai dari jadwal foto bareng bersama dengan teman-teman SMA dan kuliah, lalu jadwal berfoto keluarga, hingga jadwal berfoto bersama jajaran direksi salah satu perusahaan ternama di Indonesia. Pernikahan yang juga dihadiri oleh orang nomor satu di daerah Jawabarat ( gubernur dan wakil) serta daerah Sumedang ( bupati dan wakil ) ini banyak mengundang decak kagum dari beberpa orang, termasuk dari saya. Hehe walau belum sampai mengundang mentri, presiden apa lagi presiden negara lain.^_^’
Sambil menyusuri karpet merah yang menyambut kami memasuki aula utama dari resepsi pernikahan, ada sesuatu yang entah kenapa mengusik hatiku dalam. Kemewahan yang konon kabarnya menghabiaskan dana ratusan juta rupiah ini terasa begitu “asing”. Kursi yang tersedia disana memang sangat mewah, dilapisi dengan kain kain putih serta pita pita pita berwarna emas, namun karena jumlah kursi yang sangat sangat tebatas, makan sambil berdiri seolah bukan menjadi soal. Berporsi porsi makanan habis, namun karena banyaknya variasi makanan yang tersedia maka rata tara pengunjung ingin mencoba setiap hidangan yang disajikan tanpa memperhtungkan porsi yang diambilnya. Hingga banyak sekali makanan yang tersisa dan tanpa rasa bersalah diletakan begitu saja di meja meja kosong yang mereka temui.
Tapi, apakah semua makanan itu terjamin kehalalannya?
Atau lebih tepatnya diperhatikan kehalalannya? jangankan ketika berada dalam sebuah pesta, kadang dalam kehidupan sehari haripun, kehalalan ini sering terbaikan. Ketika saya bertanya “mbak maaf, mau Tanya.. apa dagingnya halal?^_^’ ( ditanyakan dengan muka polos )“ ada sedikit keraguan di sana meski penjaga tersebut akhirnya mengatakan “ iya, halal kok mbak, ini semua pakai daging sapi “. Allhamdulillah, baru bisa bersantap dengan tenang walau harys mengantre kursi untuk duduk. Hehe.

Belum usai juga rasa legaku, aku kembali melirik sebuah Marshmallow. Marshmallow itu sama dengan permen yang pernah disuguhkan oleh salah satu temanku, dan sayangnya tidak ada label halalnya. Untuk merek yang satu ini insya4w1 saya hafal. Sambil sedikit berkaca kaca( terharu ) saya berbisik

ya rab…Pernikahan ini adalah pernikahan salah satu dari hambaMU, namun ada “hal kecil“ hal yang begitu banyak terlupa. Terimakasih, hamba masih Engkau “tegur” supaya lebih waspada”
Perjalananku aku lanjutkan ke sekitar dekorasi altar pernikahan. Ada foto foto pre-wedding yang dibuat sebelum akad nikah yang menghiasai jalan masuk ke altar pernikahan serta tertera dalam undangan perrnikahan berwarna emas lagi mewah, “ bagaimanapun ketika mereka melakukan foto yang “ begitu dekat ini ”, mereka belum menikah “ bisikku dalam hati. mungkin ada beberapa masyarakat yang mengagap bahwa foto-foto pre-wedding tersebut adalah hal yang biasa, yah mungkin karena belum sampai pemahaman tentang indahnya islam mengatur pernikahan, bahwa Rasullulah sendiri tidak mencontohkan adanya “inprovisasi” foto foto sebelum pernikahan, namun setidaknya saya masih bisa bersyukur bahwa pada hari itu saya masih diberikan kesempatan untuk banyak bertafakur tentang pernikahan.

Menikah, bukan hanya menyatukan dua hati, tapi juga menyatukan dua keluarga yang memiliki pandangan tidak sama. Ketika menikah seseorang akan menjalani fase baru dalam hidupnya. Namun seandainya jika gerbang tersebut di buka dengan sesuatu yang ( maaf ) kurang berkah?saya rasa yang bisa kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin agar ikatan suci tersebut dimulai dengan hal hal yang memang mengundang keridhaanNYA.
Saya pernah membaca sebuah artikel di majalah lawas, bahwa menikah pada hakikatnya bukan menjadi ajang pamer atau gsige, tapi menyatukan seseorang dalam sebuah tali yang kuat dan suci. ( red )

foto diatas adalah kursi yang tersedia dalam ruangan pernikahan, foto yang bawah adalah kursi VIP bagi pengantin atau undangan khusus

foto diatas adalah kursi yang tersedia dalam ruangan pernikahan, foto yang bawah adalah kursi VIP bagi pengantin atau undangan khusus

Mungkin mau ngasih sedikit masukan juga neh, bagi mereka yang akan mengadakan walimahan, agar “memperbanyak kursi” supaya meminimalisir undangan makan sambil berdiri. Terus yang belum pernah saya temui dalam sebuah walimahan adalah “ instruksi” yang mengingatkan seseorang untuk berdoa sebelum dan sesuadah makan atau mungkin ikut mengingatkan agar makan dan minum sambil duduk. Kebiasaan berdoa ini memang kerap kali terlupakan. Bahkan aturan berdoa itu pernah sampai dihapus dari SOP sebuah kegiatan karena dianggap ” terlalu kekanak kanakan”. Tapi, berhubung saya “bandel”, saya tambahin ajah lagi point tersebut ke SOP sambil nyeplos “ kekanak kanakan yang sering lupa dilakuin, he he “.

Hmm.. terus apa lagi yah….
Gaun ! yap gaun…
Gaun anggun yang mewah, penuh pernak pernik, tapi…. Transparan?? ( oh migood…), kebanyakan kebaya untuk wanita berkerudung juga begitu bukan…?( tidak mengenelarisir lho :D) padahal kostum tersebut akan menjadi pusat perhatian, termasuk juga ( mungkin ) bagi beberapa laki laki yang datang.hm… mungkin sebaiknya gaun gaun yang dikenakan lebih tertutup dan juga tidak transparan bagi paramuslimah yang mengenakan kerudung J

belum lagi dandanan yang tebal lagi “berat”, pakai kosmetik yang halal?, eeeiitss.. belum tentu…
saya pernah melihat langsung prapager ayu dari pihak keluarga salah satu pengantin yang didandani oleh (maaf) waria dengan melepaskan kerudung yang mereka pakai. begitu leluasanya muslimah-muslimah tersebut menanggalkan kerudung-kerudung mereka( kerudungn ya,,, bukan jilbab ^_^’) kosmetik yang digunakanpun belum tentu produk yang memang memiliki sertifikasi halal, hawatirnya kosmetik yang berlebihan tersebut malah mencegah beberapa orang muslimah dari berwudlu karena takut makeupnya luntur -_______-; , padahal wudlu adalah salah satu pintu untuk membuka shalat selain tayamum. Mungkin itulah salah satu hikmah kenapa wanita dilarang bertabaruj(berdandan yang berlebihan).

Hmmm…terus apa lagi yah…ADAT? yap, ada beberapa tradisi dari adat adat pernikahan tertentu yang menurut saya dihawatirkan menjerumus kedalan syirik. Misalkan harus mandi kembang, harus inilah, itu lah,,bla bla bla… dengan alasan supaya mendapatkan kehidupan rumah tangga yang gampang rezekinya atau supaya gampang inilah itu lah… sehingga tanpa sadar melakukan ritual ritual yang menjerumus pada kemusyrikan. Bukankah yang harus dipersiapkan sebelum pernikahan salah satunya adalah ilmu dan kuatnya iman? 🙂 Selebihnya adalah ikhtiar kita untuk berusaha dan bertawakal bukan? Beberapa adat bahkan melakukan ritual yang membuat beberapa bahan makanan mubazir karena salah satu ritualnya adalah melemparkan beras bersama dengan uang sebagai symbol kasih sayang yang berlimpah. Kalu menurutku yang ilmunya masih terbatas ini, kasih sayang yang berlimpah adalah wujud lain dari doa. Karena dasyatnya doa bisa bisa terasa sampai dunia akherat sana 😀 berlimpah kan?

seusai kami sekeluarga menghadiri pernikahan megah yang baru saja aku ceritakan, bunda berkata dengan lembut kepadaku. “ kalau suatu saat nanti kamu menikah, jangan pernah menginginkan sebuah pesta yang teramat mewah hingga membuat orang tua harus berhutang kesana kemari hanya untuk memenuhi keinginanmu”. Sambil tersenyum aku menjawab. Mantap. “ tentu saja tidak bunda ” dan kami sekeluargapun pulang sambil mensyukuri banyak hal.

Hmm.. mungkin segitu dulu saja yang ingin saya sampaikan tentang pernikahan.J semoga ada manfaatnya. Kalau ada yang mau bercerita tentang pernikahannya juga disini, boleeeh..:D he he

Advertisements

23 thoughts on “[artikel] Pernikahan

  1. bujubuset -___-
    mas kawinnya apaan itu?
    masa resepsinya aja lebih dari harga mobil
    jangan-jangan mas kawinnya seperangkat Apple dari A sampai Z 😆

  2. apa yah, kalu gag salah uang nyah sejuta lebih, terus tuker cincin, sama ada seserahan yang lumayan banyak cih ampe penghulunyah bilang… ” alhamdullilah yah, seserahannya banyak” (red) he he

  3. masi kalah sama pernikahan nabi,,
    mas kawinnya aja 200 ekor unta…

    tapi saya jadi iseng pengen nanya nih,,
    no offense ya,, beneran iseng ini mah…

    knapa ga boleh makan daging babi? tentunya karena daging babi mengandung cacing pita yang berbahaya untuk manusia, dan ada kemungkinan perilaku babi (natural homosexuality, memakan feses sendiri, hypersexuality) bisa diturunkan ke yang memakannya

    kenapa gak boleh makan daging non halal? temen saya bilang, sapi yang disembelih sesuai syariat dan diiringi dengan kalimat Allah, ketika dia menjelang kematiannya dia akan memasuki fase “deep sleep” artinya dia seperti tidur saja, tidak merasakan sakitnya kematian. dan dagingnya pun jadi sehat karena tidak ada hormon stress yang dilepaskan oleh sapi tersebut.

    nah,, the million dollar question is..
    kenapa kita gak boleh makan sambil berdiri?

    terima kasih…
    =)

  4. yah kan inimah emang bukan melihat siapa yang “lebih” dalam menyelenggarakan pernikahannya 😀 he he

    oh yah selain makan sambil duduk memang hal yang dicontohkan oleh rasullulah, saya juga sempet diskusi sama temen tentang hal ini. ini hasil chat sayah dengan salah satu adik kelas di Kammamuki

    ” jadi gini kak. ada penelitian yang menyebutkan bahwa ketika posisi badan sedang berdiri, udara yang terdapat dalam lambung naik ke saluran pencernaan atas. Akibatnya, resiko tersedak menjadi tinggi. Jika duduk, udara “mengendap” di bagian bawah lambung, sehingga resiko tersedak berkurang. Tapi sayangnya saya ga tau referensi aslinya dari mana. Penelitinya siapa, kapan, dsb….”

    insya4w1 saya akan cari lagi referensi yang lain, soalnyah menurut saya ini hal yang menarik banget buat dibahas. atau mungkin ada yang mau menambahkan? 🙂

  5. baca tulisan di atas ini, saya jadi inget pas hadir ke nikahan temen sma, tanggal 07-07-07. kemewahannya mungkin mirip. EO-nya rina gunawan, MC-nya helmi yahya, tempatnya di alun-alun kota (lapangan seluas itu semuanya ditutup tenda), dan ‘isu-nya’ ngabisin milyaran. maklum, yang punya hajat itu kelas bupati (kebetulan temen saya ini anak bupati).

    biar agak pantes dateng ke acara itu, kami (saya dan tiga temen lain) sepakat pake jas setelan resmi (pura-puranya eksekutif muda, padahal mah cuma mahasiswa jelata) dan minjem mobil mercedes punya bapaknya salah seorang temen itu. kadonya? karena kami habis pikir (keknya si temen akhwat yg nikah ini udah punya semua barang yang kami liat di mall tempat kami nyari kado), akhirnya kami bungkus dua buah permen loli (untuk dimakan pas malam pertama) plus kartu ucapan (konyol bet).

    [serius mode : on]

    walimah (pesta / resepsi) adalah kewajiban yang dianjurkan dalam mengiringi pernikahan. hal berkaitan dengan adab walimah antara lain:
    1. niat untuk ibadah
    2. menjauhi kemaksiatan
    3. tidak bernuansa syirik dan khurafat (adat yang menyimpang)
    4. tidak ikhtilat (bercampur) antar tamu pria dan wanita
    5. menghindari hiburan yang merusak nilai ibadah
    6. tidak melakukan perbuatan mubazir (berlebihan)
    7. mendo’akan pengantin
    8. mengundang kerabat, masyarakat sekitar, fakir-miskin sedaerah, dan kenalan

    khusus untuk etika makan-minum, kebetulan saya pernah mengajarkan materi ini di kuliah agama sewaktu menggantikan dosen yang berangkat haji. jika dihubungkan dengan acara walimah, etika makan-minum yang harus diperhatikan adalah:
    1. tidak makan-minum sambil berdiri (standing party)
    2. tidak berlebih-lebihan (jangan ‘mumpung’ ada banyak makanan)

    ———-

    mengenai makan-minum sambil berdiri, ada dua landasan pokok:

    “dari Anas, bahwa Rasulullah telah melarang seseorang sambil berdiri. Qatadah bertanya kepada Anas, “Bagaimana jika makan sambil berdiri?” jawabnya, “itu lebih jelek dan kotor.” [HR Muslim]

    dari Ibnu Abbas beliau berkata, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah. Maka beliau lalu minum dalam keadaan berdiri.” [HR Bukhari-Muslim]

    di satu sisi melarang, di sisi lain membolehkan, dan keduanya memenuhi syarat. madzhab maliki membolehkan. dalam madzhab syafi’i, makan-minum sambil berdiri dinilai menyalahi keutamaan. pada madzhab hanafi, makan-minum sambil berdiri adalah dibenci. sedangkan untuk madzhab hambali, ada yang mengatakan ‘tidak disukai’ ada pula yang membiarkan.

    kemudian kesimpulannya adalah mengambil ‘jami’ul khayr’ (salah satu metoda istimbat hukum) yaitu bahwa makan-minum tidak boleh berdiri (lebih utama duduk), kecuali keadaan uzur dan darurat (misal berdesakan yang sangat). hal ini mencakup kaidah syariat: ‘larangan menjadi boleh ketika ada darurat’.

    demikian dari segi syariat. kemudian dari segi hikmah:
    1. makan-minum sambil berdiri akan membuat jatuhnya zat tersebut dan menabrak usus sehingga efek yang kontinyu bisa menyebabkan luka pada dinding lambung / usus
    2. otot manusia saat berdiri akan bekerja untuk berusaha menyeimbangkan badan. ketegangan syaraf dan otot tersebut membuat sistem pencernaan tidak siap menerima makanan dan / atau minuman. selain itu, kondisi keseimbangan berdiri ini membuat otot kerongkongan mengkerut sehingga kadang menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan sakit jika diberi asupan makanan dan / atau minuman
    3. mengkonsumsi makanan dan / atau minuman saat berdiri mengakibatkan reaksi syaraf kelana yang tersebar pada endotel usus. refleksi syaraf secara keras dan tiba-tiba akan menyebabkan disfungsi syaraf dan lebih jauhnya akan memberi kejut pada jantung (bisa pingsan atau mati mendadak)
    4. air yang langsung jatuh membuatnya tidak sempat disesuaikan suhunya sehingga mengakibatkan perubahan temperatur lambung yang drastis dan menjalar ke bagian bawah tubuh
    5. minum sambil duduk membuat air disaring oleh sfringer. jika berdiri, air tidak akan disaring sehingga langsung menuju kandung kemih yang mengakibatkan pengendapan limbah di ureter yang menimbulkan kristal ginjal

    hal yang perlu diperhatikan adalah, syariat terlepas dari hikmah. syariat adalah ketentuan yang Allah berikan sedangkan hikmah adalah kajian dari ulama dan cendekia tentang maksud syariat. contohnya: secara hikmah mungkin kita temukan bahwa babi mengandung cacing pita yang berbahaya sehingga ‘wajar’ jika diharamkan. tetapi haramnya babi mungkin bukan semata-mata karena faktor cacing pita. kalau pun ada babi jenis unggul yang bebas cacing pita, tetap saja ia haram karena ada nash yang jelas dari Allah bahwa babi haram, dan tidak ada embel-embel ‘karena cacing pita’. sama juga kasusnya dengan makan-minum sambil berdiri. jika ternyata analisa medis itu terbukti kurang benar, maka tidak lantas hukumnya menjadi berubah.

    wAllahu a’lam.

    ———-

    kembali ke soal walimah. perkara adab walimah tadi juga harus diperhatikan untuk kelak mengkomunikasikan kepada orang tua atau mertua yang mengadakan hajat agar walimahnya bersifat syar’i. karena lazimnya yang menggelar hajatan adalah pihak akhwat, maka para akhwat berkewajiban memahamkan orang tuanya jika mereka belum paham dan masih menjunjung tradisi atau trend resepsi pernikahan ‘konvensional’. begitu pula para ikhwan mesti memberi pengertian kepada calon mertua tentang seluk beluk walimah yang sesuai tuntunan islam.

    mau walimah aja kok repot?! ya iyalah, klo gak repot nanti gak berkah!

    @kasyfi
    million dollar-nya kirim ke rekening awak aja yak (upah jawab ‘million dollar question’). no rekening-nya ntar awak pm dah.. <___<

    @sangbintang
    maaf komen-nya kepanjangan. klo dirasa merusak ‘pemandangan’ blog ini, di-cut aja bagian yang dibatesin ‘———-‘ ganti sama link:

    http://imamul.wordpress.com/2009/02/02/etika-makan-dan-minum/

    di sana juga ditulis hal yg sama kok (lagi-lagi akibat terinspirasi konten blog ini). trims. jazakillah.

  6. subhanallah kaka 😀 makasih banyak…
    emang di tunggu kok ulasannya, jadi emang enggak akan saya cut 😀

  7. mkasih ana tulisannya, bs membaca kekeliruan dlm sesuatu yg tampak wah, salah satunya pre wedding.
    mkasih jg imamul tulisannya yg berkarakter kuat, dan dalil2 yg mantap.
    mengapa babi haram?, penjelasan ilmiah boleh aja, tp tidak smua bs dijelaskan dgn ilmiah, bekal utama dlm diri kita adalah, “the believe”, keimanan, percaya aja yg Allah tetapkan, penjelasan ilmiah bs nyusul.. 🙂

  8. @imamul
    jawaban yang super sekali!!!!!!!!
    mangstaph!!!!!!!!!
    ah million dollar question itu istilah aja,, maksudnya kayak pertanyaan teakhir di who wants to be millionaire,, maksudnya pertanyaan yang pentingnya hehe…

    lagian kalo punya satu million dollar dah langsung saya kasih ke HAMMAS mul,, hehe…
    boleh nanya referensi nya? tapi kalo gak ada pun gak papa.. sudah puas saya sama jawabannya,, saya percaya sama mas mamul ini koq,, =)

    @taufikr
    mmh.. saya cuma mencoba untuk tidak dogmatis,, karena setiap perintah itu pasti ada substansinya,,, dan itu pasti bisa dijelaskan dengan ilmiah,, cuma mungkin ilmu kita belum nyampe, Tuhan kita kan meninggikan derajat orang orang yang mau berfikir, mau mencari alasan di balik setiap kejadian…
    karena kalo cuma sami’na wa’atona tanpa tahu alasan, mungkin keyakinan kita akan tergelncir ketika ada penjelasan masuk akal yang bertentangan dengan keyakinan kita..
    gitu kak taufikr…

  9. Yup setuju,maksud sy jgn sampai ktika penjelasan ilmiah itu g bs dtrima atau dikalahkan sm pnelitian ilmiah lainnya,qt tetap memakannya,its mean 22nya harus saling mendukung,diawali dgn keimanan,ok thanks yah..na gmn ksimpulan diskusi ini? 🙂

  10. kalau menurut saya mau ada bukti ilmiah atau enggak, memang seharusnya rasulluah ituh di contoh kan 🙂 dan hal itu memang terkait sekali dengan keimanan.
    semoga jadi inspirasi buat walimahannya saudara saudara kita, terutama kaka kaka yang ber4 (andre, kasfi, kak taufik dan k’immamul) hihihihihihi ;))

  11. @kasyfi
    mario teguh, gan?!
    referensinya bisa diliat di syarah riyadhush shalihin + majalah qiblati (agak lupa juga sih)..

    saya lebih berterima kasih kpd empunya blog ini dan temen2 yang memberi wacana sehingga akhirnya kita bisa sama-sama belajar.. 🙂

  12. kalau saya makan g berdiri bukan karena takut kesedak..
    tapi karena sunnah rasul.
    makan sambil duduk karena khawatir kesedak, gak dapet pahala..
    makan sambil duduk karena sunnah rasul, dapet pahala..
    pilih yang mana??

    belajar bahasa arab online
    http://badar.muslim.or.id

  13. Pingback: Pelajaran 24 Jam « The Chronicle of Muttakin

  14. Assalamualaikum…

    gmn klo qta menikah dengan orang yang berbeda fiqroh,padahal ikhwan tersebut agamanya bagus…?

    syukron katsir…

  15. Assalamualaikum…

    klo ngeliat resepsi yang seperti itu jadi ingin menikah,he,he

    tapi bisa g ya…^_^

    Amin mudah-mudahan ja bisa,siapa sih yang g mau punya acara semewah itu..

    tp kayaknya membutuhkan biaya yang sgt bsr ya…?

  16. waalaykumsalam 🙂
    kalau memeang sudah siap lahir batih. silahkan menikah 🙂 harus disegerakan malah … he he

  17. @ainun mardiyah
    subhanAlloh, nama yg bagus, mbak..

    maksudnya ‘beda fikroh’ itu apa ya?
    beda madzhab fiqh ato beda ormas ato beda harokah ato beda yg lain kah?

    kalau kedua pihak sudah beritikad baik, insyAllah bisa dibicarakan..

    jika memang sama-sama berpegang teguh pada agama Allah, masa sih begitu ‘tega’ menukar kemuliaan sebuah pernikahan hanya karena alasan perbedaan fikroh yang sebenarnya tidak fundamental.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s