[artikel] ikhwan nomor dua dimataku

 

salah satu fotonya saat berada di Australia, tepatnya di Universitas tempatnya berkuliah

salah satu fotonya saat berada di Australia, tepatnya di Universitas tempatnya berkuliah

Setelah menulis artikel tentang ikhwan nomor satu dimataku,rasa-rasanya tidak ada salahnya jika sekarang aku mencoba menulis tentang ikhwan nomor dua dimataku. Khusus untuk ikhwan ini aku ingin banyak merenung, banyak bertafakur dan juga bersyukur telah dipertemukan dan juga diperkenalkan dengan sosok yang hebat seperti dia.

 

Mungkin sebaiknya perasaan dan kekagumanku ini lebih bisa aku ungkapkan disetiap kesempatan yang ada, namun entah rasanya bibir ini selalu kelu untuk berkata sesuatu, entah karena malu atau memang karena perasaan yang besar sehingga sulit untuk diungkapkan ketika berhadapan. Tapi sepertinya, kekagumanku itu bisa saja aku tuliskan, seperti tulisan yang aku buat untuknya. Semoga saja tersampaikan bahwa Aku sangat mengagumi sosoknya 🙂

Aku mengenalnya sebagai sosok yang cerdas lagi serba bisa. Dengan kecerdasan yang dimilikinya, dia mampu menjadi wakil salah satu perguaruan tinggi untuk meneruskan sekolah di Australia. Sebuah prestasi yang sangat luarbiasa bagi seorang anak dari desa yang tidak begitu terkenal di balik gunung Tampomas, Sumedang. Meski kedua orangtuanya saat itu hanya mampu bekerja sebagai tukang jahit, namun hal itu justru membuatnya kian mandiri dan haus akan ilmu. Hal itu juga membubatnya terbisaa hidup sederhana lagi bersahaja. Setahuku, dia harus menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk bersekolah. Yap, hanya untuk bersekolah dan mengubah kehidupannya yang papa menjadi sederhana.

Hingga akhirnya dia jatuh cinta, pada seorang kembang desa ditempatnya berasal. Sepadan munurutku, yang laki laki tampan lagi pintar yang wanitanya cantik lagi baik hati. Selain pandai memasak, pandai membetulkan alat alat elektronik, pandai merakit dan memperbaiki komputer dan tentu saja pandai berbahasa inggris beliau juga pandai menjahit. Senangnya dibuatkan berapa rok oleh tangan dinginnya. Namun karyanya yang paling aku suka adalah desain kamarku yang penuh dengan rak buku seperti yang bisa kamu lihat diartikel jatuh cinta di perpus.

Meski kehidupan yang keras semasa muda membuatnya memiliki karakter yang keras pula, namun aku sungguh merasa bersyukur telah menjadi bagian dari kehidupannya. Yang bisa meneladani kisah dan perjuangannya. Aku bahagia karena menjadi salah satu orang yang bisa menceritakan kisahnya kepada dunia. I just want to say, I love you Dad.

 

your lovely daughters

Bintang.

Advertisements

12 thoughts on “[artikel] ikhwan nomor dua dimataku

  1. wew kaka wew….
    kok, possibly related postsnya “[artikel] Pernihakan” -__-
    kalok sekarang masih mirip gak fotonya?
    biasanya kaum bapak-bapak kalo makin tua itu makin subur ^ ^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s