[kritik] cry

 

Aku mencoba mngerti jika kamu terkadang tidak memahami kenapa aku menangis hanya karena hal hal sepele yang menurutmu tak layak mencairkan airmataku.

Suamiku, bagaimana menjelaskan padamu?

Aku perempuan, yang memiliki siklus tertentu dimana emosiku terpacu lebih cepat hingga mudah terbakar cemburu

Asma nadia. 21 Februari 1996

muslimwomen_srebrenica_cp80Yap, kami mencoba mengerti jika kamu, dia atau siapapun juga tidak pernah memahami mengapa aku menangis hanya karena hal hal sepele dan juga sederhana. Yap, kami juga mencoba mengerti bahwa air mata itu yang membuatmu,dia atau siapapun juga menjadi merasa salah tingkah atau bahkan enggan berurusan dengan kondisi kondisi seperti itu hingga memilih meninggalkan  sendirian. Tapi, bagaimana menjelaskannya pada kalian semua, bahwa kami adalah perempuan yang memang memiliki sisi emosional dan sensitifitas lebih tinggi. Apakah hal itu yang membuat terlihat lemah? Dan membuat pantas untuk mu, dia atau kalian menilai bahwa wanita menjadi sangat menyebalkan jika sensitifitasnya kembali datang?. Jika buliran air mata itu jatuh, apakah itu adalah sebuah alasan yang pantas bagi kami  mendapat “penobatan” cengeng dan kekanak kanakan, agar agar kami layak ditinggalkan?. Kamu menunju nunjuk kami seolah kami adalah terpidana yang melakukan kesalahan besar dengan menangis dan berlaku sensitif. Lalu, kamu pergi begitu saja dengan bergeming tanpa ada satupun yang bisa membuatmu berbalik. Itukah sikap yang menurutmu jauh lebih baik dibandingkan dengan sikap kami yang menangis dan juga sensitif? Sungguh itu adalah pertanyaan paling besar di hari ini, buatku.

Kini biarkan aku yang kembali kercerita.Ketika SMA dahulu, seorang guruku pernah bercerita bahwa airmata adalah sesuatu yang membuat wanita bisa menjadi sangat kuat. Kuat untuk bisa mengemban amanah sebagai seorang wanita, kuat untuk mengemban amanah sebagai seorang istri dan kuat mengemban amanah saat melahirkan amanahmu yang lainnya, yaitu bayi mungil yang juga memulai tanda kehidupannya degan menangis. merengek, persis seperti sesuatu yang selalu kamu permasalahkan itu.

Jadi, bagaimana lagi aku menjelaskan padamu, pada dia atau pada mereka, bahwa kami ini perempuan yang diberikan perasaan dengan sensor yang lebih sentif dalam merasakan sesuatu. Karena itulah kami bisa lebih mencurahkan seluruh kasih sayang kepada sesuatu yang kami sukai. Termasuk juga kepada bayi bayi mungil yang memang berada dalam belayan kami.

Jika terkadang hal itu menjadi sesuatu yang menyebalkan, sungguh tidak ada seorang pun yang berbahagia memandang predikat seperti itu. Aku percaya tidak ada seorangpun yang menginginkan untuk dijauhi, digembar gemborkan bahwa dirinya lemah, di “tunjuk tunjukan” bahwa dirinya terlihat cengeng dan juga tidak berdaya. Sungguh, mengertilah…Jika kelembutan adalah bagian dari kami maka kami juga memilki sisi lain yang memang akan melengkapi kekurangan yang kamu miliki.  sadar atau tidak sadar ,suka atau tidak suka. Kita memang tuhan ciptakan dengan sifat unik masing-masing. Sifat yang seharusnya tidak sepatutnya kamu, dia atau mereka jadikan pembenaran untuk memperlakukan dan mengata ngata-ngatai kami sesuka-sukanya sendiri.

– Sebuah teguran bagi ikhwan yang memang merasa ditegur. Yang mengedepankan”telunjuknya” untuk memvonis bahwa airmata dan sensitifitas adalah sebuah kesalahan yang sangat menyebalkan. yang membuat menangis dan hati terluka namun tetap bisa berdalih bahwa “ah, itu semua hanya karena kamu terlalu sensitif”  –

-bintang-


Why Women Cry?

6a00d8341c639653ef00e54fe33c3f8833-800wi2A little boy asked his mother, “Why are you crying?” “Because I’m a woman,” she told him.

“I don’t understand,” he said. His Mom just hugged him and said, “And you never will.”

Later the little boy asked his father, “Why does mother seem to cry for no reason?”

“All women cry for no reason,” was all his dad could say.

The little boy grew up and became a man, still wondering why women cry.

Finally he put in a call to God. When God got on the phone, he asked, “God, why do women cry so easily?”

 

 

God said:

“When I made the woman she had to be special.

I made her shoulders strong enough to carry the weight of the world,

yet gentle enough to give comfort.

I gave her an inner strength to endure childbirth and the rejection that many times comes from her children.

I gave her a hardness that allows her to keep going when everyone else gives up, and take care of her family through sickness and fatigue without complaining.

I gave her the sensitivity to love her children under any and all circumstances, even when her child has hurt her very badly.

I gave her strength to carry he! r husband through his faults and fashioned her from his rib to protect his heart.

I gave her wisdom to know that a good husband never hurts his wife, but sometimes tests her strengths and her resolve to stand beside him unfalteringly.

And finally, I gave her a tear to shed. This is hers exclusively to use whenever it is needed.”

“You see my son,” said God, “the beauty of a woman is not in the clothes she wears, the figure that she carries, or the way she combs her hair.

The beauty of a woman must be seen in her eyes, because that is the doorway to her heart – the place where love resides.”

 

 http://www.tribuneindia.com

Advertisements

7 thoughts on “[kritik] cry

  1. lima paragraf di tengah itu kamu yang nulis ar?

    mmhh..
    ya cukup menjawab lah..

    saya mau berbagi satu hal ni ar, bener apa nggak nih menurutmu

    ketika hati wanita yang terbuka itu dilukai oleh sesuatu yang dia cintai, maka mungkin dia akan menangis untuk mengikis rasa sakitnya, dan setelah reda, hatinya kan kembali terbuka..

    ketika hati pria yang terbuka itu dilukai oleh sesuatu yang dia cintai, dia tidak akan menangis, atau mungkin tidak bisa, sebagai gantinya, hatinya akan tertutup. dan akan lebih sulit lagi untuk dibuka lagi..

    makanya wanita itu pantang menyerah..
    dan pria itu realistis..

    tentunya yang terbaik adalah jika keduanya bersinergi. =)

  2. pokoknyah tulisan yang sebelum kata “-bintang-” ituh sayah yang nulis ajah kas,,,
    mungkin beda dari keduanya adalah “limitnya” . bisa jadi “limit” untuk membuha hatinya kembali dari seorang wanita ituh lebih panjang. bisa jadi juga dari seorang ikhwan yang lebih panjang ” limitnya”. menurut sayah ci gak bisa di generalisir juga.
    masalahnya… kalau terlalu sering di sakiti, saya rasa siapapun akan menutup hatinya. setidaknya beralih untuk mencari sesuatu yang bisa lebih menghargai dirinya,,,

  3. kalo pas belajar SPN sih perempuan tuh emang gitu. = =a
    ada “siklusnya” tapi tingkatnya berbeda untuk tiap wanita.
    ada yang biasa-biasa aja kalo diejek. biasanya yang agak tomboi, saya tahu dua orang kek gini di Matematika.
    ada yang bisa diibaratin kek kaca. sekali sentuh ngebekas
    kalo ngomong atau bersikap itu harus difilter berkali2 dolo.
    tapi da susah ngontrol kek gitu tea.
    berhubung saya orangnya nyeplos, ini teh agak berbahaya.
    ampe pernah bikin nangis = =a.
    apalagi ditambah saya teh udah beda standar ngobrolnya.
    gara-gara banyak dikritik dengan berbagai macam standar bahasa pas proyekan
    ada yang lemah lembut, ada yang kek ke budaknya 😛
    .
    kalo udah kek gitu biasanya gak tenang hidup ampe mendengar kata maaf -_-.
    malah ada yang minta upeti juga untuk tebusan.
    .
    btw, saya pernah bikin nangis ibu sendiri juga lho…
    tapi nangis bahagia gara-gara menang medali perunggu olimpiade. 😛

  4. semoga ajah artikelnyah bermanfaat, buat siapaun yang membacanya. bahwa kami adalah perempuan yang memang memiliki sisi lembut dan emosional saling bersilangan… 🙂

  5. “kalau terlalu sering di sakiti, saya rasa siapapun akan menutup hatinya. setidaknya beralih untuk mencari sesuatu yang bisa lebih menghargai dirinya”

    nice words.
    that’s why people can be really introverted in some ways, not allowing others to enter their heart or problems.

    thx for all the inspiring lines 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s