[artikel] muslimah goes to enterpreuneur

sabtu 7 Februari 2009 yang lalu, aku baru saja menghadiri sebuah seminar yang salah satu topiknya membahas bedah buku muslimah goes to CEO langsung dari penulisnya, Betty Y Sundari. Beliau adalah lulusan Biologi ITB yang banting strir menjadi enterpreuneur dan juga seorang penulis. Dalam bukunya beliau menulis banyak hal tentang tips dan tric memulai usaha, khususnya bagi seorang muslimah. Dalam acara ini beliau juga tidak segan segan berbagi rahasia yang membuatnya bisa terus bertahan menghadapi tantangan selama ini. Beliau menegaskan bahwa wira usaha tidak dilahirkan, namun diciptakan sediri oleh kita.  Ada beberapa hambatan yang kerap ditemui ketika kita hendak memulai untuk berwirausaha, salah satu hal yang paling mendasar bersumber pada rasa takut dan rasa malas memulai sebuah usaha dari nol. Padahal berwira usaha bukanlah pekerjaan yang bisa diciptakan tanpa perjuangan. Pada awal pembangunannya pasti menemui banyak kendala dan hambatan. Hambatan lainnya yang juga dipaparkan oelh ibu betty ketika memulai suatu usaha ini adalah sikap mental yang terpaku pada masalah, baik itu masalah kegagalan ataupun kesulitan kesulitan yang ditemui saat awal merintis usaha, dan juga pengaruh opini masyarakat akan suatu hal.

Untuk mengatasinya, mulailah usaha dengan focus pada usaha yang benar benar ingin dirintis, buatlah list kelebihan dan kekurangan dari usaha yang akan kita buat. Baru setelah itu kita menyesuaikan dengan modal yang kita miliki, hal ini meminimalisir alas an bahwa modal kerap kali menjadi hambatan utama bagi seseorang unuk bekarya, padahal nnodak utama bagi seseorang untuk melakukan sebuah perubahan adalh keinginan kuat serta keistikomahannya. Usaha yang kita rintispun harus mempertimbangkan pangsa pasar yang sesuai. Jika target pemasaran kita adalah remaja maka penyajian dan juga tawaran tawaran yang kita lakukan harus lebih kreatif dan juga relative terjangkau. Setelah usaha kita ini mulai berkembang, jangan lupakan dua factor penting yaitu evaluasi dan inovasi agar tetap mempersembahkan keunggulan dan juga keunikan dari produk yang kita miliki. Seperti 5 tips memulai usaha yangdipaparkan oleh AAgym bahwa produk yang kita miliki haruslah unggul secara mutu, mudah didapat, murah terjangkau, multi manfaat.

Selain menghadirkan ibu betty sebagai penulis muslimah oes to CEO, acara ini juga menghadirkan Nurhayati Subakat pemilik wardah cosmetic dan juga ibu Eva yang bertugas mewakili Fenny Mustafa sebagai pemilik busana muslimsafira, dirarenakan saat itu beliau sedang sakit. Salah satu hal yang membuatku makin bangga dengan mereka adalah ketiganya (ibu betty, Nurhayati Subakat dan juga Fenny Mustafa ) adalah alumni ITB. Acarapun sempat bergulir seperti reunion kembali, seperti halnya acara Cisco express beberapa waktu yang lalu. Rasanya berintung sekali bisa meneladani dan ikut bergabung dalam komunitas seperti ini.  Salah satu kisah yang disampaikan oleh ibu Nurhayati Subakat yang menyentuh hatiku adalah saat beliau menegaskan bahwa tempat kita bergantung hanya 4w1. Dengan doa, usaha dan juga memperkuat silaturahmi adalah salah asatu modal yang membuatnya kuat dalam menghadapi kebakaran pabrik yang juga ikut meluluhlantahkan rumah beliau karena tepat berada disamping pabrik. Meski menjadi lulusan terbaik dari farmasi ITB kala itu, tidak membuat dirinya mudah mendapatkan pekerjaan. Karena hal itulah beliau mulai berinisiatif untuk mulai membuat produk sampo sendiri dengan dijual ke waung warung. Sayangnya banyak dari warung warung tersebut justru menolak prodak yang menjadi cikal bakal wardah, Zahra dan putri ini. Namun hal itu tidak serta merta melumpuhkan semangat beliau dalam terus berkarnya. Usahanyapun dilanjutkan dengan menawarkan produk sampo yang dibuatnya ke rumah rumah. Perlahan namun pasti usahanyapun kian berkembang hingga wardah dinobatkan sebagai produk Indonesia pertama yang mendapatkan pengakuan dan sertifikasi halal di dunia internasional.

Lai lagi dengan cerita ibu Eva sebagai wakil dari ibu Fenny Mustafa dan juga karyawanpertama dari Safira. Lulusan teknik kimia ITB (Fenny Mustafa)  ini juga banting setir dengan membuat desain desain busana islami yang awalnya hanay menumpang dikoprasi. Seiring dengan berjalannya waktum safira mulai berkembang dengan mendirikan banyak showroom dan juga merambah ke penjualan kerudung serta aksesori khusus bagi seorang muslimah. Salah satu masalah yang pernah membuatnya terpuruk adalah peristiwa bangkrutnya safira ketika memulai usaha minimarket. Darisitulah safira menyadari bahwa spesialisasi keahlian yang mereka miliki memang berada didunia busana muslim.saat ini juga safira telah membuka showroomnya di quala lumpur, Malaysia.

Saaat itu ibu eva menegaskan bahwa kiprah savira didunia busana inisemata mata untuk membuat citra kaum muslimah kian terangkat dan mampu bersaing dengan pengusaha pengusaha asing(baca : non muslim) yang juga ikut berkiprah di dunia busana muslim. “utamanya adalah untuk umat, kalau ternyata dari sana mengalir rezeki, hal itu adalah bonmus dari 4w1”.

Semoga apa yang saya tuliskna kali ini bisa memberikan manfaat, bahwa apapun usaha yang hendak kita rintis adalah untuk umat, untk 4w1 semata. Sungguh menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain adalah sesuatu yang sangat menyenagkan.

Advertisements

2 thoughts on “[artikel] muslimah goes to enterpreuneur

  1. kalau ngelihat dari pengelaman temen temen yang juga udah mulai merintis enterpreuneur di kalangan mahasiswa biasanya mereka ” berkoalisi ” dulu sama temen temen yang lainnya saat memulai usaha. misal tiap orang patungan untuk modal dan setiap orang bagi tugas secara tegas dengan porsi tang lebih sederhana, misalhnya satu orang ngurus desain dan ide ide kreatif dari produk yang dipasarkan, yang satu orang lagi khusus ngurus promosi dan penjualan yang satunya lagi ngurus percetakan atau produksi barang. tapi modal utamanyah ci menurut satah niat dan juga waktu :p kalau niat tapi gag komitmen sama waktu tetep ajah malah jadi mimpi. kalu punya waktu doang dan gag ada niat yah jadinya nganggur 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s