[cerita] hari ini:sendiri

Kisah ini hanya sepenggal kisah dari banyak kisah yang dibuat oleh pulihan ribu orang saat dies emas ITB. Acara megah yang dihadiri oleh banyak stand-stand perusahaan. Hapir setengah jalur utama dari ITB ini ramai dipadati pengunjung dan juga stand stand pernak pernik yang menarik perhatian. Menarik perhatian? Iya menarik perhatian. Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan. Ini seperti sebuah kesediahan yang ingin aku tumpahkan dari bebrapa hari yang lalu. Bergabung dan ikut larut dalam acara ini adalah salah satu hal yang aku inginkan. Menjelajahi setiap stand. Mencoba hal hal baru, melihat bagaimana ribuan orang bias berkumpul dalam satu tempat dengan banyak sekali baligo dan spanduk bertebaran. Meski acara ini berlangsung satu minggu namun akku belum sempat menikmatinya satu haripun sampai dimana tulisan ini aku tulis. Hari ini adalah hari terakhir dari dies emas ITB. Ada beberapa teman yang mengajakku untuk berkeliling namun entah kenapa untuk saat saat ini aku ingin membaginya dengan sahabat sahabatku. Hari pertama aku mengajak beberapa teman namun dari semua yang aku ajak semuanya menolak. Aku mencoba mengerti bahwa mereka pasti memiliki kesibukan masing masing. Tapi sungguh dating ke dies emas itu adalah salah satu hal yang juga aku inginkan.  Aku masih berharap pada temen temen yang menangguhkan janjinya “ ya udah deh na… lusa saja”. Dan ketika lusa itu dating tidak jadi pula. Akupun kembali meminta beberapa teman untuk datang bersama namun tetap tidak bias juga. Tidak ada satupun yang bias. Maka aku harus menunda keinginanku bias berkelilingi dies bersama sama. Hingga hari sabtu itu tiba, hari sebelum penutupan dies pada hari minggu. Aku menunggu janji dari salah seorang temanku di kimia dan juga salah satu saudaraku. Hingga tiba pada saatnya, ternyata temanku itu pergi bersama dengan keluarganya. Ya, keluarga… seandainya saja aku juga memiliki waktu seperti itu tanpa di jawab “aduh.. maaf ya na, lagih sibuk” . dan aku menaruh harapan yang besar pada saudara ku ini, bahwa dengan dia aku bias menghabiskan waktu bersama, tapi nyatanya semua tidak berjalan sesuai rencana. Yang ada malah aku basah kuyup setelah bolak balik gerbang depan dan belakang ITB. Mood ku udah hayut bersama dengan hujan yang terus saja membuatku basah kuyup. Acara kami batal. Batal.

Dan akupun kembali sendirian.ya sendirian. Kesendirian yang sudah aku jalani sejak aku SD hingga sekarang. Itulah kenapa aku sangat ingin berbagi bersama temen teman di dies emas ITB. Karena bersama temen itu jauh lebih menyenagkan dibandingkan sendirian.  aku juga ingin merasakan bagaimana hadirnya sebuah persahabataan yang mau berbagi canda tawa bersama sama,  namun sayangnya yang aku dapat adalah perkataan sibuk dan juga tolakan “ maaf na,,, sayah tidak bisa”, “ gak mau ah males”. Aku juga ingin dekat dengan saudara ku karena selama ini kami terkotak dalam dunia masing masing. Akupikir dengan mengajaknya datang adalah obat bagi hubungan kami yang dingin. Namun sayangnya untuk kesempatan kali ini tidak bias. Trauma akan kesendirian ( penyendiri) yang berkepanjangan membuatku menjadi seseorang yang kesepian, pemimpi, dan “pencemburu”. Aku sungguh takut kembali mengulang masal lalu dimana seluruh testimonialku hanya bertuliskan”kamu penyendiri, menutup diri, menyebalkan!”. 4w1, seandainya mereka tau, sekuat tenaga aku ingin lepas dari hal hal itu. Sekuat tenaga aku berusaha mengajak seorang teman dari apa yang bias aku bagi. Aku hanya ingin, tidak sendirian…

Tapi ternyata dies emas ITB itupun aku lewati sendiri. Menyusuri tenda tenda pameran sendirian. Dingin. Karena bajuku basah kuyup. Tapi lebih “dingin” lagi hati ini. Entah kenapa kecewa menyusup dalam hati. Sekuat tenaga aku berusaha meenguatkan diri. “mungkin sendiri juga tidak buruk”. Sampai tulisan ini aku publish, aku masih bias tersenyum dan kembali ke dies emas. Mencari kalau kalau masih ada makanan yang bsia akau beli, makanan yang tadinya ingin aku berikan pada sahabat sahabatku yang mungkin menemaniku saat ini.

Yah begitulah…

Hari yang basah kuyup, dan dingin…

Advertisements

6 thoughts on “[cerita] hari ini:sendiri

  1. ah enggak… hihihi..
    liatnayh sama “itu tuh..” hi hi hi
    ;))
    mana coklat? ( sogokan buat tutup mulut, wekekekeke )
    gag ding. becanda 😀

  2. heh?= =a
    hehehe iyah ci. gag sendirian.
    cuman yah kadang emang suka ngerasa sendirian 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s