[cerita] be my self

Bismillahirahmanirahim. Tulisan ini saya tulis disela sela jenuh baca buku anorganik sambil ditemani lagunya john mayer yang punya ngaran “my stupit mouth”. Suka lagu ini karana artinya dan juga aransemennya yang sederhana. Karena lagu ini juga, jadinya terinspirasi bahwa yang paling enak tu jadi diri sendiri ya… Dulu, saya selalu mengganggap “ enak ya kalu jadi si A, udah orangnya gaul, lucu, banyak banget temen temennya dan keknya disenengin banyak orang” .kdang kadang saya juga berfikir “ keknya kalau jadi B enak de, orangnya cantik, pinter, jago bahasa inggris pulak” hm…, tapi salah satu sahabat yang pernah satu SMA dengan ku pernah mengatakan ketika suatu hari dari mulutku ini terlontar “ enak yah jadi kamu jak, keknya selalu seneng, banyak temnnya, lucu lagi dan disenengin banyak orang”.  sambil santai ojak bilang, “ yang paling enak tu jadi diri sendiri lagi! 😉 “.

Kalau dipikir piker bener juga ya, paling enak emang jadi diri kita sendiri, entah apakan berusaha berpura pura menjadi seperti orang lain itu adalah suatu kebohongnan atau enggak, tapi yang jelas biarkan orang lain mencintaimu dan mengagumimu karena kamu adalah kamu, bukan karena kamu selalu seperti apa yang mereka inginkan, karena kalau kamu sudah tidak seperti yang mereka inginkan maka bisa jadi kamu akan “dibuang”.

Kadang justru berpura pura seperti orang lain malah membuat kita jadi terlihat aneh. Salah salah bisa menyinggung orang lain. Salah satu contohnya mungkin dengan berusaha menyenagkan hati orang lain dengan berusaha melucu padahal kita bukanlah orang yang humoris ya tetep ajah bakal kerasa garing ^_^’ he he

Oh yah, satu hal lagi, menjadi diri sendiri dihadapan orang lain bukan berarti kita gag mengesuaikan sikap dengan lawan atau lingkungan yang kita hadapi. Menurutku kita gag bisa menyamaratakan sikap yang akan ditunjukan kepada setiap orang dan itu semua adalah salah satu bentuk menghormati. Gag mungkin kan kalau menyikapi dede kek ke kake kake. He he he.

Yah begitulah, menjadi diri sendiri yang bisa tau situasi dan menyesuaikan diri. Hm… keknya butuh banyak latihan dan pelajaran biar bisa terkuasai. He he

Semangat ! semangat! Untuk orang orang yang kita cintai dan mencintai kita 🙂

Advertisements

36 thoughts on “[cerita] be my self

  1. salam kenal juga buat aisar. walao sebenernayh udah tau dari lama, soalnyah BITS pernah ngulas salah satu ” produk ” SMS kamu. he he. dan juga beberapa kali diceritain sama andre..

  2. @ andre : selengkapnya liat http://www.itb aja ndre 😛

    oh iya bener2, dulu pernah ngulas, masih ta koleksi lho hehe..
    btw tentang artikelnya,
    setujuh aku, dgn jadi diri sendiri, bikin kita punya rasa Percaya Diri yg tinggi.

  3. wah.. makasih masih disempen BITSnyah, walaupun ituh bukan jaman sayah jadi mandornyah. he he he

  4. yup setiap manusia dberi kelebihan dan kekurangannya masing2, dan hidup sesuai dengan misi hidupnya masing2..tp kata yg lebih tepat bukan be your self, but be your “soul”, krn dlm self ada ego..ngerti kn na? 😀 hmm…

  5. ah gag berarti juga ego. emang kadang ci kita harus bisa ” menunjukan diri kita sendiri kak”
    😛

  6. harus, tp mmg diri kita yg palsu, tp diri kita yg sebenarnya, nafs kita sebenarnya..
    heuheu..bs dibedakan na? 🙂

  7. harus, tp bkn diri kita yg palsu, tp diri kita yg sebenarnya, nafs kita sebenarnya..
    heuheu..bs dibedakan na? 🙂

  8. zaman dulu (waktu tpb) sy pernah diajarin gini:

    mengenal dan menjadi diri sendiri itu bukan semata untuk beraktualisasi,
    ada tujuan yang lebih tinggi dari itu,
    siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Rabbnya.. 🙂

    @taufik
    lama tak bersua..

  9. @imamul
    Lama tak bersua ya? 🙂
    Sring liat d salman ya biasanya? 🙂
    Yup stuju,siapa mengenal ‘nafs’nya maka ia akan mengenal Rabbnya..
    Jzkl guru2 kehidupanku yg ada dsini.. 🙂

  10. hmm, ya,
    sepertinya kata ‘nafs’ bisa lebih tepat dipakai..

    siapa yang mengenal nafs-nya maka ia akan mengenal Rabbnya..

    sebagaimana dituangkan al-ghazali dalam karyanya ‘ihya ulumiddin’,
    nafs ammarah (baca: QS yusuf), nafs lawwamah (baca: QS al-qiyamah), dan nafs muthmainnah (baca: QS al-fajr)
    ada juga pembagian yang lebih luas oleh ibnu qudamah dalam karyanya ‘minhaj al-qasidin’,
    ketiga jenis nafs di atas ditambah nafs mulhamah, nafs radhiyah, nafs mardhiyah, dan nafs kamilah..

    manusia yang dinamis seperti halnya alam entalpi selalu cenderung kepada ketidakteraturan,
    padahal kesetimbangan nafs itu harus tetap terjaga,
    dan dominasi nafs muthmainnah itulah yang mengantarkan manusia kepada Rabb-nya..

    dibutuhkan usaha agar nafs mencapai keteraturan,
    mereka yang menempuh usaha semacam itu adalah mereka yang akan berubah menjelma,
    dari ‘an-nas’ menjadi ‘al-insan’..

    @taufik
    engh, bener gak, mas taufik?
    correct me if i’m wrong.. 🙂

    guru kehidupan <= istilah yg bagus,
    memang banyak guru kehidupan yang saya temui di salman..

  11. om?

    penjelasan lengkapnya mengenai struktur insan: jasad, nafs, ruh ada di:
    Imam Al-Ghazali, “Tafsir Ayat Cahaya” yang diterjemahkan dari “Misykatu-l-
    Anwar Fii Tauhidi-l-Jabbar”

    Misykat jasad, Bola Kaukab ‘Qolb’ dlm nafs muthmainnah, Mishbah ‘Ruh Al-Quds’
    dgn memahami diatas, bs tau arti ‘self’ itu apa?siapa?
    an-nas menjadi al-insan? hmm..
    ya ya an-nas dan al-insan dibahasa indonesiakan sama ‘manusia’, kosakata bhs indonesia mmg kurang, mkanya perlu jg blajar bahasa arab Al-Quran, demikian jg berbeda pengertian Mukmin, sm Al-mukminuun..

    yuu sm2 belajar 🙂

    @imamul, sm2 correct me if i’m wrong.. 🙂
    guru formalnya dmn nih?
    @ana, gmn pendapatnya diskusi kita? 🙂 jelaskan ya.. 🙂

  12. misykat, kawkab, dan mishbah. jadi ingat satu ayat yang mencakup ketiga kata itu:

    Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti misykat (sebuah lubang yang tak tembus), yang di dalamnya ada mishbah (pelita besar). pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan kawkab (bintang yang bercahaya) seperti mutiara… [QS An-Nur (24) : 35]

    Allah menerangi langit dan bumi dengan memberi petunjuk (berupa kehadiran nabi dan al-quran) kepada penduduk langit dan bumi. perumpamaan cahaya orang-orang beriman (petunjuk yang telah dibenamkan dalam hati mereka) secara sederhana dapat digambarkan:

    ‘lilin’ yang diletakkan dalam lubang (gelap) tentu tampak sangat terang dan dominan. balutan kaca membuat cahayanya lebih terang lagi, karena kaca selain memantulkan, meneruskan, juga mengumpulkan cahaya.

    bahkan kaca itu bukan kaca biasa, tapi kaca berkualitas kristal sehingga ‘lampu’ tersebut, dalam menyinari sekelilingnya, bagaikan bintang yang bercahaya seperti mutiara.

    ibadah zhahir (lahir) dan ibadah bathin membentuk kaca. semakin berkualitas ibadah maka semakin berkualitas kaca tersebut. sampai pada level kristal atau bahkan yang lebih lagi. dan jika kaca itu jernih maka ia pun akan dengan mudah menerima petunjuk (cahaya hidayah dan taufiq) dari Allah.

    sedangkan mishbah (pelita) dalam misykat (hati dan jasad seorang mukmin) itu akan semakin besar seiring bertambahnya nilai-nilai islam (al-quran dan sunnah), budi pekerti, serta pengetahuan yang dimiliki seseorang.

    oleh karena itu, cara agar bintang berkilau seperti mutiara adalah:
    1. buatlah misykat yang baik. hati dan jasad yang baik.
    2. nyalakan mishbah. hujamkan nilai al-quran dan sunnah. pelajari ilmu pengetahuan. semakin banyak maka semakin besar pelita itu.
    3. rangkai kaca yang berkualitas. sempurnakan ibadah. semakin berkualitas kaca itu maka semakin sempurna ia dalam mengumpulkan dan memantulkan cahaya. juga semakin mudah menerima cahaya ilahi.
    4. mohon kepada Allah agar senantiasa diberi cahaya petunjuk dan hidayah-Nya.

    ambil contoh poin no 3. misalnya ibadah sholat. semakin berkualitas sholat maka ‘kristal’ yang terbentuk akan semakin berkualitas pula. ustadz irfan anshori dalam ceramahnya pernah menyampaikan (merefer dari tafsir fi zhilalil quran, sayyid quthb, tafsir surat al-ma’arij):
    sholat yang berkualitas adalah sholat yang berkesinambungan. disini bukan saja berarti sholat yang dilaksanakan terus menerus tiap waktu sholat. namun setiap saat, antara satu waktu sholat dengan waktu sholat lain, makna ibadah sholat itu selalu berusaha kita lekatkan dalam kehidupan. ketawakkalan serta harapan tertinggi pada Allah, sabar, dan khusyuk senantiasa menghiasi hari-hari kita sehingga dampak sholat, yaitu mencegah perbuatan keji dan munkar, benar-benar kita peroleh.
    demikian juga pada kasus ibadah-ibadah lain.

    jika mengamati angkasa, memang ada bintang yang tampak benderang ada yang biasa saja adapula yang terlihat redup. tinggal kita memilih akan menjadi bintang yang benderang, yang biasa saja, ataukah yang redup.

    mungkin segini aja dulu (udah kepanjangan 😛 ).
    wAllohu a’lam.

    terinspirasi dari kitab:
    al-jami’ li ahkam al-quran
    sebuah tafsir karya syaikh imam al-qurthubi (rahimahullah)

    @sangbintang
    hmm, keknya ini bisa jadi bahan untuk tulisan “tafakkur tentang bintang (trilogi)” 😀

    @taufik
    wah, buku “Tafsir Ayat Cahaya” atau “Misykatu-l-Anwar Fii Tauhidi-l-Jabbar” itu bisa saya beli dimana, kang?
    saya kira bedanya ‘mukmin’ dan ‘al-mukminun’ itu masalah tunggal dan jamak aja. jadi ternyata bukan cuma itu ya?
    guru formalnya ya banyak dan dimana-mana. guru2 dari sejak tk sampe sma. dosen2 dari sejak tpb sampe ‘swasta’. dan ustadz2 dari sejak kecil sampe dewasa sekarang. 🙂

  13. @ana, lagi2 g jawab -_-
    @imamul, buku “Tafsir Ayat Cahaya” atau “Misykatu-l-Anwar Fii Tauhidi-l-Jabbar” ada di kosan, lupa dl dmn, nnti dicari apa di Pengajian Ihya ada atau tidak..
    mkasih penjelasan pnjg diatas 🙂

  14. @imamul, buku “Tafsir Ayat Cahaya” atau “Misykatu-l-Anwar Fii Tauhidi-l-Jabbar”
    mggu lalu k bdg, tidak ditemukan, kl mau pinjam boleh 🙂

  15. @taufik

    mau punya 😦
    klo pinjem takut lama balikinnya,
    di kosan masih banyak buku yg ngantri utk sy baca.. 😛

    jazakallah mas taufik,
    nanti sy cari aja di toko ato pameran,
    kebetulan denger-denger ada pameran ‘pesta buku jakarta 2009’ di istora senayan s.d. tgl 5 juli 2009..

  16. @taufik
    skrg di bandung,
    lagi nyari temen yg bisa ngajak ato diajak ke jkt utk ke pameran buku 🙂

    insyAllah klo nemu sy kasih tau..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s