[hikmah] dosenku tersayang

luv-tchr1Ada yang mau jadi dosen? Nih saya punya sedikit cerita tentang beberapa dosen yang saya kagumi kepribadiannya. Bukan hanya karena kegemilangan prestasinya menyelesaikan studi diluar negeri, toh memang standar dosen ITB rata-rata berpendidikan S3 dan rasanya hampir semua pernah “melancong” ke negeri sebrang, tapi kekaguman  saya ini muncul dari keluasan ilmu yang membuat mereka kian bijaksana. Selain mendapatkan ilmu dari mereka, kamu juga bisa mendapatkan sesuatu yang mungkin bisa jadi sebuah inspirasi untumu. Di mulai dari dosen yang aku sayangi lebih dari sekedar dosen, tapi sayang seperti ke kakek sendiri ^_^’.he he

Prof. Dr. Buchari, pembimbing TA ku tersayang.

buchariSiapa sih yang meragukan kepintarannya bapak yang satu ini, beliau lulus secara gemilang di Institut Teknologi Bandung, Indonesia, 1974.lalu melanjutkan  Diplome d’Etude Superieure Spesialise (DESS), USTL, Motpellier, France, 1977. Doctorat de 3eme Cycle, USTL, Motpellier, France, 197. Postdoctoral, Laboratoire de Chimie Nuclear et Industrielle, Ecole Centrale de Paris, 1990 dan Kursus Peralatan Penelitian Elektrokimia Analitik, Laboratoire du Tacussel, Lyon, France, 1979. Subhanallah banget kan ?

Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Yang ingin menceritakan adalah kebaikan hati dan kesantunan beliau. Selama saya jadi mahasiswa, beliau satu satunya dosen yang pernah menelfon saya dan menanyakan “ ada apa?, maaf tadi saya sedang kuliah jadi telfonnya tidak diangkat…”. Mungkin hal itu adalah hal yang sangat sederhana. Tapi menurutku itu adalah sebuah bentuk kesantunan yang luar bisaa. Di mataku beliau adalah sosok yang sangat care dan baik hati. saya selalu tidak tega ketika beliau harus tertatih dan bergulat dengan asap kapur karena kelas sebelumnya lupa menghapus papan tulis, makanya setiap kuliah beliau saya berusaha datang sepagi mungkin agar bisa membersihkan papantulis sebelum beliau mengejar.Walaupun lebih sering beliau yang lebih dahulu datang dan yang menghapuskan papan tulis -____-‘.Kamu tau, yang membuatku makin mengagumi beliau adalah karena beliau termasuk orang yang tidak pernah lupa menghapus papan tulis setelah selesai memberikan kuliah meski harus melakukannya sambil menutup hidung karena pekatnya debu debu kapur.

Entah kenapa, 4w1 menganugrahkan rasa sayang dan hormat kepada beliau dihati saya. Meski karena keterbatasan saya dalalm menangkap materi kuliah, membuat saya harus bekerja ekstra keras untuk bisa mengerti yang beliau ajarkan, tapi ada satu keinginan kuat dalam diri saya untuk tidak membat beliau bersedih. Setidaknya jangan sampai beliau bersedih karena harus memeriksa dan memberikan nilai yang jelek pada lembar ujian yang saya miliki. Di sini saya menyadari bahwa ada faktor faktor lain, selain cara mengajar seorang dosen, yang bisa mempengaruhi mahasiswa. Feedback, perhatian, sikap dan kesantunan kita sebagai seseorang yang lebih berilmu juga menjadi bagian penting dan tidak boleh terabaikan.

 

Dr. Indra Noviandri

innovSaat ini beliau tengah menjabat sebagai ketua Prodi KIMIA ITB. beliau meraih gelar doktornya di  The University of Sidney, Australia, tahun 1998. Di tengah tengah kesibukannya yang padat. Beliau masih meluangkan waktu untuk berinteraksi akrab dengan mahasiswanya tanpa mengurangi karismanya sebagai seseorang yang dihormati. Pernah saya melihat sebuah foto terpajang disalah satu labolatorium TA. Dalam foto itu terlihat beliau dan juga beberapa mahasiswa bimbingannya sedang jalan jalan santai disebuah pusat perbelanjaan sambil menikmati malam. Akrab sekali. Yang saya kagumi dari beliau adalah kemampuannya yang open mind kepada junior juniornya. saya perhatikan, hubungan antara program studi dan himpunan makin baik setelah kepemimpinan beliau. Di setiap kegiatan yang kami lakukan beliau selalu menjadi sosok yang mau membuka dialog, memberikan solusi, dukungan, pengertian tapi tetap menintik beratkan pada tanggung jawab kami untuk bisa bersikap professional dalam melaksanakan sebuah kegiatan. Penah suatu malam beliau mengajak kami berdiskusi tentang bagaimana konsep kaderisasi yang sesuai dilakukan oleh dihimpunan bagi mahasiswa kimia 2008 sampai pukul sembilan malam. Buatku itu adalah bentuk apresiasi yang luar bisaa.

Dari sini saya mempelajari bahwa kita karus terus mau membuka diri terhadap perubahan perubahan yang ada dan mulai meninggalkan pemikiran pemikiran yang kolot. Makin bisa kita membuka pikiran, maka makin bisalah kita bersikap lebih bijaksana terhadap perubahan perubahan yang ada. Disinilah awal kita mampu membuat sebuah perubahan.

Yap mungkin segitu dulu yang bisa saya bagi. Semoga kamu bisa mendapatkan inspirasi tentang bagaimana luasnya ilmu yang kita miliki seharusnya mampu membuat kita kian santun terhadap orang lain seperti yang dicontohkan oleh bapak Prof. Dr. Buchari dan juga makin bisa membuka diri untuk melakukan banyak perubahan seperti yang di contohkan Dr. Indra Noviandri.

 

Dan untuk semua guruku mulai aku TK, SD, SMP, SMA dan juga dosenku saat berkuliah di Kimia ITB, terimakasih banyak. Sungguh, apa yang kalian lakukan, apa yang kalian ajarkan tidak akan bisa bibalas dan juga diungkap oleh tulisan yang sederhana ini. Terimakasih karena telah menjadi bagian yang membuat diriku bisa menjadi seperti sekarang.

-bintang-

Advertisements

12 thoughts on “[hikmah] dosenku tersayang

  1. koq cm dosen KA doank sey, na..?
    mentang2 TAny KA ney…
    hehehehe…

    but..i’m agree with u…

  2. eh iyah yah 😐
    baru nyadar sayah ^_^’ dua duanyah dosen KA 😀 hihihihi
    belum tau kalu dosen yang lainnyah mah.
    btw, fina mani eksis. = =a
    pasti gara gara HaPe nyah canggih bisa internetah kapanpun dimanapun yah fin :))

  3. gag papa fin, siapa tau ntar ntar lebih serig lagi komennyah. wekekekeeke ( maunyah ) 😛

  4. siph dey, na..
    aq bkal sering2 mampir k blog muw mlai skrang…
    hehehe…
    dan jangan bosen2 mengeksiskan tmen2muw d blog ini yah…
    hwahahaha….

  5. setuju…

    klo bljr kimia sm pak indra itu,bukan hny materi kimia yg didpt,tp materi ttg belajar dari kehidupan,bagaimana menjadi org yg lbh baik, ttg kepemimpinan,jg ga kalah penting aplikasi kimia di kehidupan.pas dengerin itu smua, selangkah demi selangkah saya makin sadar bhwa kuliah itu bukan hnya belajar ttg ilmu pengetahuan ttapi ttg kehidupan jg..

    hiks…td terakhir bljr kimia. pokoknya pak Indra da best lah 🙂

    makasih,artikelnya keren,,,

  6. Beliau (pak indra) lebih banyak membahas tentang filosofi dalam kehidupan ini di kelas. Subhanallah…
    Seharusnya sistem pendidikan seperti itulah yang diterapkan oleh kebanyakan dosen kita saat ini.
    Tidak hanya berbagi mengenai materi kuliah di universitas, tetapi berbagi banyak hal mengenai materi kuliah di Universitas Kehidupan..

    o iya, na. ada satu lagi.
    Sekedar berbagi aja.
    Ada salah satu dosen juga yang sebenarnya saya kagumi.
    Yakni pak Ahmaloka. Banyak hal mengenai kehidupan ini yang bisa saya pelajari dari beliau.

  7. iyap. beliau.. pengen ah nulis tentang beliau 😀
    cuman sayangnyah belum terlalu kenal.. jadi belum bisa banyak yang ditulis :p

  8. yo…aku setuju bangeut ma pab buchari….memang dia sangat santun bangeut ma mahasiswanay

  9. setuju bangeit pak buchari santun sekali terhadap mahasiswa, tidak sombong walaupun dia seorang profesor. semoga bapak sellau sehat dan banyak rejekinya..amiiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s