[cerita] pliz stop me! Coz I think I’m in Love

 

love-550x367Ini adalah sebuah tulisan tentang perasaan cinta. Tulisan yang terinspirasi karena beberapa bulan yang lalu aku mendapatkan sebuah, surat cinta. Hah? Surat cinta. Iya. Surat cinta yang sampai saat ini tidak pernah aku tau dari siapa dan mengapa surat itu masuk dengan “manis” dalam inbox e-mail ComLabsku .

“Assalammu’alaykum wahai bidadari yang kucintai,
Hanya aku dan Alloh SWT yang mengetahui perasaan apa yang selama ini kupendam kepadamu, tapi kini ku sadar, bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kutahan terlalu lama, kuberanikan malam ini tuk menulis sebuah surat kepadamu. Dik Arin, selama ini aku diam-diam mamperhatikanmu, aku berusaha berada di dekatmu, aku berupaya mendapat perhatianmu. Tapi apa dayaku, Alloh belum mengizinkanku selalu berada didekatmu. Dia tak membolehkanku tuk terima langsung senyummu, dan ku tak pernah dengar canda tawamu. Bla bla bla…”

E-mail yang nampak sangat “manis” bukan?.tapi, apa benar itu adalah cara yang tepat mengungkapkan perasaan cinta meski cinta adalah sebuah fitrah yang halal bagi manusia. Saya jadi berfikir, banyak sekali cara seseorang yang untuk bisa mengungkapkan perasaan mereka saat jatuh cinta, bahkan dengan membuat hal hal yang tidak terduga. Kadang malah hal itu menjerumuskan kita dalam sebuah prasangka juga derita. Lanjutan dari E-mail itu menegaskan bahwa dia mencintai karena 4w1, karena ingin ” menjaga “ ku tetap berada di jalanNya yang lurus. Lantas hatiku tergelitik , mencintai karena 4w1? Seberapa paham dia, atau aku memahami cinta karena 4w1? Hingga akhirnya mengatasnamakan “semboyan itu” sebagai jargon di E-mailnya?. Toh kalaupun aku tidak paham, maka apa yang dia sampaikan sebagai “mencintai karena 4w1” tetap tidak bisa tersampaikan bukan?.

Dalam sebuah E-mail, sahabatku pernah mengutip sebuah buku tentang cinta,

love_heart1Cinta karena Allah adalah cinta yang menyalurkan energi positif, energi yang dirasakan juga oleh orang-orang di sekitarnya,oleh alam sekitarnya. Cinta karena Allah adalah cinta yang terjaga dari hal-hal syubhat (apalagi haram) baik dalam mendapatkannya ataupun mengarunginya. Cinta yang memerdekakan jiwa,siap menerima perbedaan,siap untuk kehilangan, siap patah hati tanpa harus pura-pura. Tapi sebenarnya, ketika kita mencintai seseorang karena Allah, kita justru akan siap berbagi,siap mencintai pula apa-apa yang dicintai  ‘kekasihnya’, mencintai kebaikan dan membuatnya menjadi baik pula. 

Orang-orang yang saling mencintai karena Allah – sebagai saudara,sahabat,pasangan hidup- tidak pernah merasa patah hati berarut-larut. Sebab, dia tidak memaksakan kehendak dan keinginannya. Dia pandai menyimpan perasaannya, namun tidak pula berdusta. Kebesaran jiwanya  tak terbatas…
 Setiap kegagalan untuk mencintai dan dicintai, bukanlah alasan bainya utnuk berbalik menjadi benci.
 Justru, itu semua menjadikannya semakin kuat dan tegar untuk kemudian semakin dekat dengan sang pemilik hatinya dan hati orang yang  dicintainya itu: Sang Mahalembut, Maharomantis, Allah azza wa jalla. 

Cinta karena Allah akan menambah banyak teman, saudara, sebab cinta yang seperti itu akan terus bersinergi, terus membelah, memberikan berkahnya. Cinta karena Allah adalah cinta yang ditempuh dengan ikhtiar yang bersih, bukan dengan menipu bahkan ‘merampok’, bukan dengan dengan cara-cara liar.

 Orang-orang yang mencintai karena Allah akan ‘memetik bunga’ dari tangkainya dengan izin pemiliknya, bukan merebut atau mencurinya! Sebab, cinta  karena Allah suci, maka hanya dengan cara yang suci pula cinta itu dapat memberikan ketentraman jiwa dan terhindar dari gejilak syahwat semata. Cinta itu…akan menjadikan orang-orang yang merasakan-Nya justru semakin menjaga dirinya dan diri orang-orang yang dicintainya. Tidak melakukan  hal-hal yang membuat harga dirinya dan orang tercintanya hancur. 

Cinta karena Allah adalah cinta yang memiliki keberanian luar biasa, yang bersumber pada penjagaan fitrah, penjagaan jiwa. Cinta itu memberi energi untuk berjuang, mencapai spiritualitas cinta yang bersumber pada kecintaan pada zat yang menciptakan makhluk hanif yang membuatnya…semakin mencintai penciptanya. 

Hanya orang-orang yang teguh dan meneguhkan, hanif dan menghanifkan, cerdas dan mencerdaskan, dan orang-orang yang tetap istiqamah di dalam bingkai tuntunan-Nya, yang mengadukan semua rintihnya, azzam akan cintanya kepada sang Pemilik Rasa Agung yang dirasakannya. Hanya orang-orang seperti itulah, yang selalu dapat mengambil dan merasakan makna, hakikat dan kebesaran cinta karena Allah.”

(Kenapa harus Pacaran,hlm.246.Robi’ah Al Adawiyah).

 

loveTernyata tidak mudah bukan?.Apa yang tertulis disana bisa jadi opini yang benar, bisa belum tepat, bisa jadi kurang atau bisa saja lebih dari cukup, tergantung bagaimana keluasan ilmu seseorang dalam menyikapinya. Sampai sekarangpun aku belum bisa memahaminya dengan baik. Terlebih melaksanakannya dengan baik pula. Jadi menurutku,  mulai sekarang berhatihatilah membuat sebuah argumen “ aku mencintaimu karena 4w1”. Karena hal itu bukanlah hal mudah yang bisa dipelajari begitu saja. Bisa didapatkan tanpa bersusahpayah. Bisa didapatkan tanpa ketulusan mengarap ridhaNYA dengan cara cara yang baik.

Cinta yang tulus itu bukanlah yang dituai dalam perasaan “hampa“ akan kasihNYA. Dia tidak akan memberikan CintaNYA dalam hal yang memang tidak menghadirkan ridha karena melanggar apa yang telah ditetapkanNYA. Se-“membahagiakan” apapun hal itu. Tetap saja, Hampa.

Wallohualam.

 

*) sebuah tulisan yang juga ditujukan untuk menegur diri sendiri.

-Bintang-

Advertisements

52 thoughts on “[cerita] pliz stop me! Coz I think I’m in Love

  1. assalamu’alaikum….

    true story ni, Mbak?

    pretty nice ^_^

    salam kenal yooooo

    wassalamu’alaikummmm

  2. kalimat “mencintai karena Allah” mengingatkan sy dgn kisah di novel Hafalan Sholat Delisa.
    Ar pasti pernah baca dan masih inget dengan ceritanya..
    Sedikit review yah.. 🙂
    Fajar itu di Lhok Nga setelah melakukan sholat subuh berjamaah delisa memeluk Ummi-nya dari belakang sambil mengucapkan kalimat tersebut, dengan terbata2.
    Suara pelannya cukup unutuk meruntuhkan tembok hati sang Ummi, meskipun alasan utamanya hanya mengharapkan sebatang coklat dari ustadz nya dipengajian.
    Ah..namanya juga anak kecil..
    Tp setelah begitu banyak cobaan yang diterimanya, delisa mungkin dapat lebih memaknai kalimat tersebut.
    Pada kesempatan berikutnya delisa mengucapkan kalimat tersebut kepada sang Abi.
    Mengalir begitu saja dari mulutnya, karena memang diucapkan tanpa mengharapkan imbalan apa2, tulus dari hati.

    Mungkin lebih mudah untuk menerima kalimat “mencintai karena Allah” dari saudara atau keluarga. Karena kita memang benar2 mencintai karenaNya. Dialah yang menentukan siapa keluarga kita, dari rahim mana kita berasal, dan siapakah yang menjadi saudara kita.
    Tidak seperti saat menerima kalimat tersebut dari orang lain, lawan jenis tepatnya.
    Masih ada atau lebih banyak emosi dan pertimbangan lain yang terdapat disana.
    Hingga sulit menakar kadar dan arti dari kalimat tersebut.

  3. @Andriy,
    waalaykumsalam
    kirain temen sekelasku. namanyah andri juga. ternyata bukan yah 😛
    “true story ni, Mbak?”
    kekenyah ituh mah gag peelu ditanyain lagih deh. he he
    dan satu hal lagi, bisakah tidak memanggilku mbak ?^_^’
    kok serasa tua yah. he he

  4. @ kak kamal…
    iyah kak masih inget tentang Delisha, ituh kan salah satu buku yang paling sayah suka bangeeets. cuman sayangnyah bukunyah arin lupa taro dimana 😦
    eh, tapi perasaan bukunyah sayah kasihin ke orang deh = =a
    iyah bukunyah sayah kasihin keorang dan belum beli lagi 😀
    kalu kata arin mah, mencintai karena 4w1 sama keluarga kita sendiri juga gag gampang. bisa jadi halangannya ituh iri, dengki atau bahkan gag punya waktu buat bisa ngehabisin waktu bareng bareng. jadinya gag punya cukup waktu untuk bisa memaknai cinta karena 4w1 😛
    gitchu ci… he he

  5. iyah tau gag. orangnyah gag mau ngaku juga ampe sekarang. jadi penasaran seumur umur deh. he he he :p
    iyah kok ndri. udah gag gituh dipikirin lagi. cuman isi E-mailnyah “menginspirasi”
    buat jadi tulisan di blog. makanyah deh di ” buka lagi ” 😀

  6. ew
    ga pake “Mbak” yo?
    trus gimana manggilnya?

    fyi, that’s why i put “i” and “y” letters within my name in order to distinguish with other people who have similar nick ^_^

    you might visit my blog ^_^

  7. Assalamu’aalikum…salam kenal… 🙂

    nice letter, right?happened to me ones… 😉
    percaya sama hati nurani aja, gmn? Insya Allah semua dari Allah..

    hmm..mencintai karna Allah..sulit. tapi bukan mustahil,khan? Semoga kita bisa selalu menemukan semua hikmah ya…

    take care…

    wass,
    Ninta

  8. maaf, jadi pengen komen..

    you’ll never understand about ‘love fillah’,
    until you truly love The Lord,
    and you have His love..

    robi’ah al-adawiyah?
    semoga bukan robi’ah al-adawiyah sufi wanita asal bashrah di abad ke-8 masehi,
    ia terkenal dengan ‘tarekat cinta’ yang ternyata dinilai menyimpang oleh sebagian ulama..

  9. ya.. semoga semua menemukan hikmahnya.
    walaupun kadang ada orang yang tidak bisa mengerti dan menerima hikmah hikmah yang ada secara implisit 🙂

  10. waduh sejak komentar saya yang ngejunk kemaren, kok jadi rame lagi, ya, blognya :P.
    apa gara-gara saya, ya? = =a.
    wekekekek, GR pisan. -_-.
    .
    heu, heu, panjang ya tulisannya.
    jadi agak sungkan baacanya.
    jadi saya kritik format tulisannya aja deh 😛
    1. jangan naro gambar di belah kiri. lebih baik di kanan atau di tengah. soalnya kalo orang indonesia baca dari kiri ke kanan. itu bikin orang bacanya pusing, soalnya tulisannya ada dua kolom. bikin pusing yang bacanya. apalagi yang terbiasa bacanya di skimming.

    2. jangan bikin tulisannya pake alignment justifiy. soalnya bikin tulisannya seakan “penuh”. itu juga bikin artikel melelahkan untuk dibaca dan bikin ‘keder’ orang yang mau baca. 😛

  11. @ Andre
    he he he
    akhirnyah komen juga kaka 😀
    seperti biasa, emang bagusnyah kaka tuh jadi editor. soalnyah TTKI pisan.:P
    walaupun kritik format tulisannyah udah sering di kasih tau ke sayah. tapi da tetep ajah” bandel”.
    kek mana lagi, soalnyah udah templet dari WP nyah Justifiy kaka ^_^'( wew “ngeles” he he )

  12. setuju sm Imamul

    you’ll never understand about ‘love fillah’,
    until you truly love The Lord,
    and you have His love..

    robi’ah al-adawiyah?, Lia Aminuddin? etc?
    ketika filsafat mengabaikan syariat, maka banyaklah penyimpangan yg terjadi, unsur Al-Islam,Al-Iman, dan Al-Ihsan harus saling melengkapi, sehingga membentuk Ad-Dien yg Kaffah..
    sy sendiri suka sufisme, filsafat, sebagai bagian yg lbh dalam dari syariat, syariat itu sendiri harus jd pegangan standar sbg jalan yg telah ditempuh Rasululloh..,
    banyaknya aliran/tariqat ‘aneh’ krn mengabaikan/mereduksi syariat ini..merasa sudah dekat sehingga g perlu lg sholat, etc, hanya ckp berdzikir..
    (wah maaf ya jd melebar gini:), silahkan koreksi kl ada yg salah.. 🙂

    trus ttg hikmah..

    sangbintang
    April 18, 2009 at 8:16 pm

    ya.. semoga semua menemukan hikmahnya.
    walaupun kadang ada orang yang tidak bisa mengerti dan menerima hikmah hikmah yang ada secara implisit 🙂

    Hikmah tidak akan terbuka ke dalam hati yg memiliki 4 perangai,yaitu hati yg mencintai dunia, hati yang menkhawatirkan hari esok, hati yg masih mendengki saudaranya, dan hati yang ingin dihormati orang lain (Rasulullah SAW).
    (hmm..msh belajar jg:)

    btw na, g mau ngakku? mmg fromnya ga ada? kan bs ketauan..sini kk bantu.. hoo…

  13. seringkali justru kita terjebak dalam jeratan cinta yang tidak hakiki. Memang tidak semudah itu mengatakan “aku mencintai si fulan karena Allah.”, mempertanggungjawabkan pernyataan itu jauh lebih berat dibandingkan mengatakannya.

    kebanyakan dari kita (termasuk saya) acapkali tertipu oleh hal tersebut. Sangat sulit membedakan apakah si fulan mencintai kita karena Allah atau hanya karena alasan pribadi? wallahualam.
    yang jelas, karena ini menyangkut hati hanya kita dan Allah yang tahu, namun hanya IA yang tahu persis perasaan kita.

    mari luruskan niat, dekatkan diri kita pada-NYA, sehingga kita benar2 mampu merasakan cinta yang hakiki dari pemilik hati-hati ini…

  14. gag jamin ci. he he 🙂
    kan kadang orang lain lebih mengenal kita dibandingkan dengan diri kita sendiri. jadi tanya orang lain ajah 🙂

  15. hahahahaha..

    yang ngirim email kalo baca gimana ya..

    Itu cinta Jiwa namanya..
    Cinta yang dibingkai dengan keinginan untuk memiliki..
    Cinta kepada Allah adalah cinta MISI maka ia ada untuk meberikan kontribusi bagi pengembangan diri..

  16. yah enggak gimana gimana:P mana saya tau kayak gimana., orangnya ajah sampai sekarang gak pernah berani menunjukan siapa dirinya.

  17. Assalammualaikum..

    Salam kenal…niat awal buka blog ini gara2 liat gambar yg bgus, tapi jadi tertarik baca n ternyata seru..hehehe…

    minta ijin copy ya…^^,

    makasih..

  18. Kalau memang ikhwan yang menulis surat cinta itu salah dari predeiksi kk gimana, misalnya , fulan memang sudah memahami betula apa yang dikandung dalam frase “Mencintai karena Allah”, fulan pun sudah membaca semua buku referensi yang kk tulis di atas sebelum membaca yang kk tulis itu.

    kalau hipoteisis itu salah, pemikiran apa lagi yang diambil ?
    🙂

  19. sebenernya salah atau benar bsia kita simpulkan setelah bertabayun bukan? dan tentunya menyampaikan kata “cinta karena 4w1” itu dengan benar. sayangnayh yang dilakukan si fulan ini adalah mengirimkan surat kaleng, tanpa identitas tanpa membuka jalan untuk bertabayun. kalaupun dia sudah memahami benar makna cinta karena 4w1, maka sebelum mengungkapkannya, beliau harus paham lebih dahulu bagaimana cara menyampaikannya,,,
    wallohualam..

    kebenaran mutlak hanya milik 4w1 🙂

  20. Sumpah… ngakak gw baca cerita ini mbak…

    Kayanya temen gw di fisika pernah cerita kalau dia nulis surat cinta ke anak kimia, tapi takut ketemu… jangan – jangan…..

  21. wadaw…sayah ci gak berani berspekuliasi gituh, coz sampai sekarangpun sayah gak kebayang siapa orangnyah. dan beliaupun pernah menulis bahwa beliau teman sekelas saya, dikimia katanyah. wallohualam…^_^.

    yang penting sekarang ci bwat saya jalani hidup dengan kegiatan yang lebih manfaat. kalau orangyah gak mau mengakui siapa dia sebenarnayh, yah sudah. tah papa. 🙂

  22. Ada kok, anak fisika, angkatan 2005, yang karena jadwal bentrok, ngambil Fismodnya di kelas kimia, sekitar tahun 2008, dia ampe pernah nyegat cowo yang dia cemburuin karena dekat sama tuh cewe waktu itu. Tapi sekarang, mereka berdua malah jadi sahabatan, terus kelihatannya lupa ama masalah cewe itu, hahaha…

  23. waaduh… kayaknyah bukan sayah mbak. ^_^’ fismod sayah ngambil tahun 2007 dan gak ngulang 😉
    lagipula anak kimia 06 ada sekitar 105 orang. seengaknya 1:60 ituh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s