[curhat] huuumft….

emptiness1akhir akhir ini, entah kenapa aku berurusan dengan banyak perasaan kesal, sedih , marah, kecewa, dan juga hilangnyamakna sebuah kepercayaann, entah itu yang aku alami sendiri atau yang oranglain lakukan kepadaku. entah kenapa, Aku juga  tidak bisa menyelesaikannya dengan “baik”. seolah permintaan maaf adalah sesuatu yang terasa tidak bermakna lagi. begitu mudah di ucapkan. begitu mudah dilupakan dan juga diulangi lagi. Hingga tiba saat ini dimana aku merasa sangat hampa. rasanya bingung, karena lingkungan tempatku berinteraksi, kian hari kian sempit saja. Baru baru ini aku “kehilangan” salah satu rumah keduaku karena prilaku kekanak kanakan orang yang aku ceritakan disini.

Tempat itu kini sudah tidak terasa nyaman lagi. setiap kali datang kesana, rasanya selalu ada hawa yang membuatku merasa sangat tidak nyaman. ah, mungkin memang sudah waktunya untuk pergi’. ucapanku dalam hati. Aku rasa wajar, jika seseorang mencari suasana yang paling nyaman untuknya. yang membuatnya merasa dihargai, merasa dicintai dan yang paling penting merasa diterima….

aku jadi berfikir. sesuatu yang kosong dan hampa itu bukan sesuatu yang tiada, tapi sebuah ruang kosong yang menyediakan ruang untuk di isi. jika kebahagiaan itu tidak bisa kita dapatkan, maka kitalah yang harus menciptakannya sendiri. dan kini rasanya aku ingin pergi jauh… jauh sekali. Mencari “meraka” yang mau menerimaku apa adanya. yang bisa membuat kita merasa sama sama nyaman karena bisa saling mengerti, bukan mengedepankan ego masing masing hingga yang timbul hanya pertengkaran pertengkaran dan juga melampiaskan kekesalan satu sama lain. mencari sebuah tempat dimana disana aku ditatap dengan penuh persahabatan, bukan kebencian yang tanpa sebab dan seenaknya dilampiaskan.

Ah,, seandainya tempat itu benar benar ada…

Advertisements

13 thoughts on “[curhat] huuumft….

  1. Dalam perjalanan hidup kita, akan dihadapkan pd apa yg dtakdirkan buat qt,tinggal qt bagaimana menyikapinya. mengenai lingkungan, perlu memilih dmn qt dsana bs saling mengingatkan dlm ksabaran dan kebenaran..
    Ga perl bnyk menyalahkan org lain, kembali ke qt sendiri, dan bertanya..Ya Allah pelajaran apa yg akan Engkau ajarkan dgn peristiwa ini itu,ada teman ini itu..smuanya dkembalikan ke Allah,curhat ke Allah.. (-msh blajar jg:)). Thanks na sharenya,dan ‘nasihat’ yg dulu.. 🙂

  2. sabar, nona Anna.
    kalo orangnya gak nyadar-nyadar juga dan masih geje juga, nya wayahna.
    keknya fengshuinya gak cocok sama kamu.
    makanya dia keki terus ma kamu.
    sirik kali gara-gara kekurangan fans. -_-. wekekeke.

  3. 😀 kaka lemond…
    hehehehe… pasti komen gara-gara udah disogok ricis&bembeng segunung yah 😀 hihihhi
    iyah kaka lemond. keknyah emnag gag cocok gituh. hihihihihi
    daripada terus makan hati, mending diminimalisir ajah deh^_^’
    toh kewajibannyah udah gugur kan udah berusaha nanya salah sayh apa&coba tabayun juga(walo orangnyah gag mau -____-)
    BTW, om lemond, jangan lupa hari selasa yak 😀 he he
    oh yah, kok nyah masih di sayah = =a
    mau diambil kapan?

  4. huhuy,,,nirana sekarang dah makin cantik ajah,,,karna dah makin cantik, jadi ana juga dah kudu makin bijak,,,pasti bisa kok,,dah keliatan kok…

  5. seorang ustadz dalam kajiannya pernah memaparkan,
    bahwa apapun urusan dengan sesama manusia harus diselesaikan dan jangan sampai berlarut apalagi hingga terbawa ke akhirat (na’udzubillah)..

    membalas benci dengan benci, pemutusan (silaturahim) dengan pemutusan, bukanlah etika antar sesama muslim.
    dalam konflik pun bahkan tidak halal mendiamkan lebih dari tiga hari tiga malam..

    “Tidak halal bagi muslim memutuskan persahabatan dengan saudaranya lebih dari tiga malam. Mereka bertemu, lalu seorang berpaling dan lainnya juga berpaling. Yang paling baik di antara keduanya ialah memulai mengucapkan salam.” [HR Bukhari – Muslim]

    namun jika dengan ikhtiar maksimal (baca: semaksimal mungkin, ustadz mencontohkan berupa permohonan maaf disertai kado 😀 ) ternyata belum juga selesai maka kewajiban tidak berhenti begitu saja,
    masih tersisa kewajiban untuk mendo’akan yang bersangkutan terutama agar dilunakkan hatinya sehingga mau meng-clear-kan persoalan..

    mengenai tempat dimana kita bisa diterima dan dicintai,
    setiap jengkal bumi Allah adalah tempat yang menerima kita,
    dengan syarat yang agak mudah tapi lumayan susah..

    selain tentunya perilaku sosial kita pribadi, ada ‘faktor-x’ yang berpengaruh. tapi ‘faktor-x’ disini bukan semacam syubhat fengshui dsb. ternyata iman, amal, dan kecintaan Allah juga mempunyai peran.

    loh, emang apa hubungannya?

    “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) para manusia, rasa kasih sayang kepada mereka” [QS Maryam (19) : 96]

    “Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia akan memanggil Jibril dan berkata: ‘Sesungguhnya Aku mencintai si fulan maka cintailah dia!’ Jibril pun mencintainya. Kemudian dia menyeru para penghuni langit: ‘Sesungguhnya Allah mencintai si fulan, maka cintailah dia!’ Para penghuni langitpun mencintainya. Kemudian si fulan itu dijadikan diterima dan disukai oleh penduduk di bumi…” [HR Muslim]

    sebuah janji yang mustahil ingkar.. 🙂

    (teman kawanku punya teman, suatu ketika ia pernah berkata: “jadilah pohon mangga. orang melemparinya dengan batu. ia balas dengan buahnya. seperti rasulullah di thaif. beliau balas kucuran darah di betisnya dengan mendo’akan kaum yang melukainya.”)

  6. @ k’mamul. semua yang kaka tulis itu allhamdulillah sudah saya kerjakan semua. minta maaf walau saya juga gak begitu jelas apa yang beliau benci dari saya karena usaha untuk bertabayunpun sayangnya belum bersambut sampai sekarang, hadiah sebuah jilbab manis dan doapun sudah saya tunaikan. meminta beberapa orang teman yang terpercayapun sudah dilakukan. tapi sayangnya, mungkin memang harus lebih sabar menunggu hasilnya sampai sekarang.

  7. @imamul, mkasih bnyk tulisannya, jzkl..:)
    @ana, sabar ya, itu ‘semesta’ yg perlu kita sikapi dgn benar..
    Allah, diri dan semesta merupakan segitiga skematik diagram kehidupan..
    dgn Allah berada di atas dan sumbernya, hmm..susah menggambar disini 🙂
    itu dulu..takut ga bs dibayangkan.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s