[opini] pergi,…

“Kadang pergi adalah jalan terbaik untuk bisa memberikan sebuah kehidupan bagi orang lain. Pergi dan memulai sesuatu dari awal lagi, terkadang bisa menjadi obat tersendiri dari semua luka yang pernah dialami. “

Letting-GoKamu tau, mungkin hal ini terdengar tidak logis.  Tapi percaya atau tidak, meninggalkan seseorang yang kita sayangi kadangkala menjadi salah satu bukti perasaan sayang yang kita miliki.

Jika kabersamaan itu hanya akan saling menyakiti, tidak membawa kebaikan sama sekali, seseorang mungkin bisa memilih untuk  memperbaiki kesalahan yang telah diciptakannya sendiri. Memperbaiki dan terus memperbaikinya lagi. Toh, belajar memang sampai mati bukan?. Terlebih manusia memiliki sebuah senjata bernama sabar dan maaf. Tapi, terkadang  ada hal hal yang tidak bisa kita paksakan lebih lama lagi. Ternyata ada hal hal yang jika diteruskan maka hanya akan saling melukai. Mungkin itu adalah alasan mengapa seseorang memilih “pergi” setelah berusaha berulang kali agar bisa saling mengerti. Berusaha berulangkali bisa saling memahami hingga sampai kepada sebuah titik yang sulit untuk bertahan lebih lama lagi. Pergi, dan memulai segalanya dari awal lagi. Berharap waktulah yang akan menjadi obat bagi kesedihan dan kesalahan yang pernah terjadi selama ini.

Kamu tau, bagi bebrapa orang, mencoba bertahan lebih dikenal sebagai bentuk lain dari sebuah proses pembelajaran dari pendewasaan diri. Dimana kita belajar untuk bisa bersabar, untuk bisa memposisikan diri seperti apa yang oranglain rasakan, bisa mengerti apa yang akan membuat seseorang terluka dan merasa bahagia. Salah seorang sahabatku pernah mengatakan” obat yang paling manjur adalah obat yang ‘pahit’, arin. “. Yap, mungkin kepahitan hidup akan membuat seseorang bisa bersikap lebih dewasa, tapi juga bisa saja membuat seseorang merasa trauma. Trauma karena terluka, luka dan luka tanpa mampu memahami makna dan hikmah hikmah yang ada.

Lalu bagaimana dengan pergi?

Letting GoBagi beberapa orang, memustuskan untuk” pergi “ adalah hal yang dianggap tidak bertanggungjawab. Tapi, Aku sendiri tidak memandang keputusan untuk pergi sepenuhnya berkonotasi negative. Kadang pergi adalah jalan terbaik untuk bisa memberikan sebuah kehidupan bagi orang lain. Pergi dan memulai sesuatu dari awal lagi, terkadang bisa menjadi obat tersendiri dari semua luka yang pernah dialami. Dan “pergi” meninggalkan orang yang sangat kita cintai adalah sebuah pilihan yang pasti akan memberikan luka yang banyak sekali.

Tapi, jika “pergi” menjadi sebuah pilihan setelah semua usaha yang dijalani untuk bisa saling mengerti, Usaha yang akhirnya hanya akan membuat kita memaksakan diri.  Jika dengan “pergi” maka  semua bisa dimulai dari awal lagi,  Hati ini bisa mengobati luka luka yang terjadi.  Maka Aku akan lebih memilih pergi daripada terus meminta agar tetap tinggal.   Berharap, kamu, dia dan mereka akan bisa merasa lebih bahagia…

Karena saat kamu terluka dan bahagia, Aku juga merasakannya…

-bintang-

Advertisements

10 thoughts on “[opini] pergi,…

  1. Pergi dan memulai sesuatu dari awal lagi.. adalah suatu yg kita butuhkan saat sudah mentok menghadapi suatu hal. Pergi bukan berarti kita menghindari masalah yg ada.. dan juga bukan berarti kita pengecut. Pergi adalah pilihan terakhir dari pilihan-pilihan yg ada..

  2. ada saat bertemu, ada saat untuk pergi, tp jgn memutus silaturahim.. 🙂
    yg paling atas itu kutipan darimana?
    kl dlm bahasa Al-Quran : “Hijrah”

  3. pergi, untuk kembali maksudnyah…:P
    mungkin.. (mungkin neh yah) justru dengan pergi sejenak, kita bisa memperbaiki silaturahmi…
    memberikan sedikit waktu untuk memperbaiki diri…
    mengobati luka luka yang terjadi
    dan akhirnya bisa merasa lebih nyaman saat menyambung silaturahmi:D

    yah jelas, buat ngelakuin hal ini gag bisa sembarangan juga…
    biar gag jadi “fitnah”, bakal lebih hanif kalu “pamitan” dulu sebelum pergi…
    he he

  4. “Kadang pergi adalah jalan terbaik untuk bisa memberikan sebuah kehidupan bagi orang lain. Pergi dan memulai sesuatu dari awal lagi, terkadang bisa menjadi obat tersendiri dari semua luka yang pernah dialami. “

    lalu bagaimana ketika kita pergi dan ingin kembali..??

  5. yang jelas, kalau kembali, keadaan tidak akan sama lagi. pergi itu ibarat reaksi yang ireversibel. gak bisa kembali ke awal, karena waktu yang sudah pergi, tidak akan pernah kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s