[hikmah] mendengarkan dan menghargai

hearing_impairedBulan lalu, saya baru saja menyelesaikan sebuah amanah menjadi penanggung jawab acara kegiatan kaderisasi, di salah satu organisasi massa di ITB. Ada beberapa hal yang sugguh menghujam jauh kedalam lubuk hati saya ketika saya mengikuti acara tersebut. Bisa dibilang itu adalah bagian dimana saya belajar banyak untuk bisa lebih menghargai dan mendengarkan orang lain.

Bisa dibilang acara ini merupakan kolaborasi dari orang-orang dengan pola pikir yang berbeda beda. Maka tak jarang acara ini banyak menuai pro dan kontra karena masih terkungkung oleh “tradisi tradisi” lama. Dalam acara ini, kami memiliki tugas dan peran masing masing, ada yang berperan sebagai penata disiplin dan bertugas menegur peserta, ada juga mereka yang berperan sebagai kaka yang mampu mengayomi dan juga mengarahkan peserta. Namun ada hal yang menghelitik nurani saya terkait dengan peran dan fungsi tersebut.

Salah satu hal yang ditekankan kepada para peserta saat itu adalah mendengar dan memperhatikan orang yang sedang berbicara. Tidak jarang teguran ini disampakan dengan “keras” hanya untuk meyakinkan peserta bahwa menghargai orang lain adalah penting. Namun hari itu aku merasa sangat tergelitik, beberapa orang yang melakukan teguran tersebut justru kurag bisa menghargai temannya yang sedang berpresentasi di depan kelas, alih alih mempehatikan,yang ada hanya terdengar obrolan obrolan ringan yang dislingi dengan canda tawa. Saat itu saya masih bisa memakluminya karena mugkin suasana yang sudah cukup jenuh di ruangan kelas setelah presentasi berjam jam. Namun pada akhirnya saya merasa tidak bisa mentolelir tindakannya saat mereka yang pernah menegur peserta dengan keras tersebut justru ribut didalam kelas pada saat jam kuliah, tepat ketika dosen sedang menjelaskan materi materi kuliah. Kali ini bukan hanya teman temannya sendiri yang tidak dihargai karena tergangu oleh keributan yang diperbuatnya saat menagap materi, tapi juga dosen yang sedang menyampaikan materi yang mungkin saja sudah dipersiapkan jauh jauh hari.

Sungguh saya bertanya tanya dalam hati, mengapa orang yang berani memikul amanah untuk bisa mengkader oranglain justru melanggar ajarannya sendiri. Kejadian itu sungguh menghujam kedalam hati. Bahwa jika ingin dihargai maka terlebih dahulu kita harus mampu menghargai orang lain. Jika ingin mengajari maka terlebih dahulu harus menginstrospeksi diri. Sejak itu, saya belajar untuk bisa jauh lebih menghargai orang yang sedang berbicara dan menyimak apa yang dia sampaikan. Sungguh kita tidak akan pernah tau hal apa saja yang sudah dikobankannya hanya untuk menyampaikan hal tersebut kepada kita. Hal ini juga melatih saya untuk bisa lebih berkonsentrasi saat dosen menyampaikan materi. Sungguh perubahan kecil itu bernilai sangat besar. Ternyata ilmu yang beliau ajarkan sangat menarik dan juga menyangkan. Bukankah kita akan jauh lebih menyenangi sebuah pelajaran jika kita mengerti dan juga memahaminya?, Dan salah satu cara untuk bisa memahami adalah menghargai.

Pelajaran kecil ini juga membuat saya berintrospeksi akan ibadah yang telah saya lakukan, terutama dengan shalat berjamaah yang selama ini saya jalankan. Shalat adalah salah satu media kita untuk bisa belajar berkonsentrasi dan juga mendengarkan. Jika kita sulit menyimak apa yang dosen kita ajarkan saat mereka menyampaikan sebuah materi, coba tengok kembali shalat shalat kita. Karena shalat melatih kita untuk mendengar, berkonsentrasi dan juga menghargai.

Sungguh Maha besar 4w1, yang tidak pernah lelah membimbing hambaNya yang ingin kembali….

Semoga hal ini bisa menginspirasi.

-Bintang-

Advertisements

5 thoughts on “[hikmah] mendengarkan dan menghargai

  1. Setuju…
    Itulah yang tampaknya saat ini banyak orang yang belum menyadari dan mengamalkannya dengan baik (termasuk saya).
    Sebagian besar dari masyarakat kita cenderung untuk menutup diri ketika mendapatkan masukan dari orang lain.
    Padahal, belum tentu apa yang orang lain bicarakan tidak berarti bagi kita, tapi kalau kita mau lebih banyak belajar, pasti ada hal-hal baru yang selalu kita dapatkan dari apa yang orang lain katakan dan perbuat.

    makasih, mbak ana.
    keep on writing. I like ur writing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s