[ihwal] Polimer Hati

Iseng iseng baca buku tentang polimer dan degradasinya. Eh, malah jadi ingin bikin sebuah ‘tulisan’.Mungkin lebih tepatnya Doa. he he, bisa gak ya?= =a. Yap. Kita coba. Bismillahirahmanirahim.


Polimer Hati

Ya Raab…

Jika Engkau mengizinkan taktisitas yang dimiliki hati bersifat isotaktik[1]

Dengan ikatan crosslink dalam fasa kristalin[2] yang membuatnya kian kuat.

Maka biarlah ikhtiar, kesabaran, tawakal dan  keikhlasan menjadi atom kiral[3] yang semua gugus fungsinya berada pada satu sisi yang sama dari rantai utama bernama keimanan.

Lantas, jika monomer hati kecil itu telah terbentuk, maka biarlah dia berpolikondensasi[4] dengan gugus fungsi jihad dari monomer ketakwaan tanpa merubah komposisi stokiometri dari keimanan itu sendiri.

Perlahan tapi pasti, monomer monomer itu bergabung dengan derajat pertubuhan[5] yang terus meningkat.

Menghsilkan DPn (derajat polimerisasi)[6] dengan masa molekul yang juga ikut membesar karena ilmu, hidayah dan petunjuk yang Engkau anugrahkan.

Ya Raab…

Hamba tau, bahwa ujian dan juga kesulitan yang Engkau berikan kepada setiap hambaMu adalah bentuk lain dari katalis yang akan membuat DPn dari hati yang sedang berpolimerisasi itu menjadi kian besar.

Maka jika Engkau berkenan, hamba bersimpuh dan memohon  hanya kepada Engkau disisa-sisa umur hamba yang masih Engkau titipkan.

Biarlah hati yang menjadi jiwa hamba yang langsung Engkau nilai isi dan kadar pertubuhannya, menjadi Hati yang memiliki diameter polimer lebih besar dibandingkan dengan diameter gel  dari kromatografi permiasi gel[7] yang ada.

Agar hati ini makin sulit berpenetrasi kedalam pori pori ingkar akan perintahMu, lalai dari seruan rasulMu dan acuh akan indahnya kalamMu.

Ya Raab…

Di sisa nafas yang belum terputus hamba berharap hanya kepadaMu. Agar hati yang telah berpolikondensasi itu terelusi lebih mudah dan cepat dengan eluen-eluen ketakwaan yang mengantarkan hamba menuju keridhaanMu…

Karena hanya Engkaulah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang,  tempat hamba bergantung dan memohon pertolongan.

A.n. Andriana.Polisenawati

-By Bintang-

Tulisan ini berdasarkan apa yang sudah saya pelajari di matakuliah Polimer dan degradasinya dan diajarkan oleh ibu Prof.Dr. Cynthia Linaya Radiman. Terimakasih banyak bunda ilmuku J. Semoga bermanfaat.

[1] Polimer isotaktik adalah polimer yang kesemua gugus R dari atom atom C kiralnya berada pada satu sisi yang sama terhadap bidang rantai utama sehingga lebih mudah membentuk fasa kristalin yang lebih kuat dibandingkan dengan polimer ataktik yang membentuk fasa amorf

[2] Kristalin dan amorf adalah salah satu pengelompokan jenis polimer berdasarkan fasa yang dimilikinya. Fasa kristalin memiliki rantai polimer yang teratur dengan dihubungkan ikatan yang kuat (misal ikatan hidrogen) dan gaya intermolekular. Sementara fasa Amorf memiliki susunan rantai yang acak dikarenakan interaksi antar rantainya lemah.

[3] Atom C kiral adalah atom C yang mengikat 4 atom atau gugus fungsi yang berbeda satu sama lain

[4] Reaksi polikondensasi adalah salah satu cara polimerisasi yang merupakan reaksi 2 gugus fungsi dari monomer tanpa mengubah komposisi stokiometriknya (semua atomnya terpakai pada reaksi polimerisasi, tidak ada senyawa yang hilang). Jenis polimerisasi ini juga bisa mengalami pertumbuhan rantai dengan mengubah komposisi stokiometriknya.

[5] Derajat pertumbuhan diidentifikasi untuk mengukur seberapa jauh polimerisasi tersebut sudah berjalan. Hal ini merupakan perbandingan antara jumlah gugus fungsi yang sudah bereaksi terhadap gugus fungsi mula mula.

[6] Derajat polimerisasi adalah jumlah unit ulang pada polimer. Jika derajat polimerisasi atau masa molekulnya membesar maka polimer menjadi makin sukar larut.

[7] Kromatografi permiasi gel merupakan salah satu teknik pemisahan polimer dengan melewatkan molekul polimer pada kolom kolom berpori dengan ukuran tertentu. Prinsip kerjanya : pori gel dari kolom mengeluarkan zat yang masuk dengan cara elusi oleh eluen. Bentuk pori dari kolomnya berurutan dari diameter yang kecil ke besar sehingga fraksi polimer yang dihasilkan pertama kali dari teknik ini adalah fraksi yang lebih besar dibandingkan dengan fraksi setelahnya. Prinsip lain yang penting dari pemisahan ini adalah kondisi dimana diameter polimer lebih besar dibandingkan diameter gel yang ada. Dengan demikian, maka polimer akan lebih sulit berpenetrasi (terperangkap) dalam gel dan akan lebih mudah terelusi oleh eluen. Proses elusipun berjalan lebih mudah dan cepat.

Advertisements

8 thoughts on “[ihwal] Polimer Hati

  1. Gedubrak.. jadi inget di tahun 1999 yang lalu ketika disuruh membuat puisi dengan menggunakan istila-istilah fisika…. capek deh…

  2. ….tulisan ini yg bikin andriana polisenawati atau amorfdriana polimernawati..wekekekekeek…..

  3. bagus2 🙂
    tp
    polimer hati dari monomber apa?
    hati kan 1
    diameter hati smakin besar?
    istilahnya “shodr”mnkn ya..
    dst..
    oh kristal dan amorf jg termasuk polimer ya?
    intan yg kristal dan grafit yg amorf termasuk polimer?
    thanks..

  4. makasih infonyah kaak, kebetulan sayah udah memepelajari ituh di anorganic dan matakuliah polimer dan degradasiny 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s