[kisah] Terimakasih

Tulisan ini saya tulis pada sepertiga malam yang sunyi dan juga dingin. Tulisan yang tercipta karena sebuah perasaan yang tiba tiba hadir karena hujan. Hujan yang juga mengguyur saya di hari jumat itu. Hari dimana saya berlari sambil basah kuyup di jalan jalan kecil di ITB. Dari satu prodi ke prodi yang lainnya. Berulang kali. Menunggu. Bertanya. Berlari. Menunggu lagi. Bertanya lagi.

Ditangan kanan saya ada sebuah plastik putih yang berisikan jus strawberry dan kotak nasi kecil dengan isi yang sangat sederhana. Pelastik itulah yang ingin saya berikan kepada mereka. Dosen dosen yang memiliki tempat istimewa di hati saya. Saya ingat, salah satu diantara mereka kerap memakan satu porsi mie rebus di sela sela lelahnya karena mengajar. Praktis, mudah dan cepat. Itu adalah alasan yang diungkapkan beliau sambil menyeruput habis mie yang ada di mangkuknya. Sangat sederhana, meskipun beliau adalah orang berpunya yang pernah menununtut ilmu hingga ke mancanegara. Namun di usianya tak lagi muda, mie bukanlah makanan bergizi yang dapat menjaga kesehatannya. Itulah kenapa pelastik plastik putih itu bisa hadir di tangan kanan saya. Berharap agar kotak nasi sederhana itu bisa sedikit mengurangi rasa lelah dan juga membuat mereka merasa istimewa.

Sayangnya, meski berulangkali saya mengunjungi ruangan di prodi mereka, ruangan itu tetap gelap dan terkunci rapat. Sayapun bertanya ke TU, atau kepada siapapun yang saya temui disana. Lagi lagi saya harus kecewa karena tidak ada satupun yang mengetahui dimana mereka. Tapi, plastik plastik putih itu tidak lantas berhenti disana. Seketika terlintas situs http://akademik.itb.ac.id yang menjadi sumber informasi akademik di ITB. Disana saya bisa mendapatkan jadwal dan ruangan kuliah tempat mereka berada.

Sesegera mungkin saya bergegas menunjungi ruangan ruangan itu. Menyusuri jalan jalan di ITB dengan penuh harap. Harap bertemu dengan mereka dan menbayangkan wajah mereka yang tersenyum karena merasa istimewa. Namun, ruangan kelas itu kosong. Sepertinya kuliah sudah selesai beberapa saat tadi. Disana sudah tidak ada siapa siapa lagi.Hingga haripun beranjak petang. Kotak dalam plastik putih itupun tak lagi hangat karena dinginnya hujan. Rasa lelah memaksa saya duduk terdiam. Memberikan sedikit waktu untuk bisa bernafas panjang.

Barulah saat itu saya menyadari, bahwa ilmu dan keberadaan mereka sangat berarti. Ternyata, hanya untuk mengucapkan kata “terimakasih” saja, tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu dengan mudah. Padahal dalam keseharian kita, saat mereka ada bersama kita, mengajar kita dengan ilmu ilmu yang mereka miliki, mendidik kita dan memberi apa yang mereka punyai, kita memiliki banyak sekali kesempatan untuk berkata “terimakasih”. Berterimakasih dengan memperhatikan pelajaran yang diberikan dengan sebaikmungkin. Berterimakasih dengan memperhatikan materi saat mereka menerangkan. Berterimakasih dengan datang tepat waktu dan memahami apa yang mereka ajarkan. Berterimakasih dengan menghormati apa yang mereka usahakan. Berterimakasih dengan berkata “terimakasih” yang akan membuat mereka merasa berarti dan dihargai.

Dimata saya, mereka adalah orang orang yang hebat. Orang yang ahli dibidangnya masing masing. Orang orang berprestasi yang belum tentu bisa kita saingi. Orang orang yang 4w1 tinggikan derajatnya karena ilmu yang dimilikinya.

Akhirnya…,

plastik plastik itu saya berikan kepada teman teman saya yang lainnya. Saya ingin plastik plastik itu bisa tetap berguna… Termasuk untuk membuat teman teman saya merasa bahagia.

Bandung, 26 Februari 2010

-Bintang-

Advertisements

11 thoughts on “[kisah] Terimakasih

  1. berterimakasihlah dengan cara bersungguh-sungguh mempelajari ilmu yang telah sepenuh hati beliau curahkan. pergunakan dan amalkan dengan baik. sehingga ilmu itu menjadi bermanfaat, bagi beliau, bagi kita, bagi orang lain, dan bagi alam. tentunya dalam rangka ketaatan terhadap Sang Pemberi Ilmu yang telah menitipkan ilmu itu pada kita..

  2. untuk kedua kalinya irika buka blognya teh ana dan baca tulisan-tulisannya. Bagus banget teh..Kalo gambar-gambarnya yang lucu itu dapet darimana sih teh?irika suka susah nyari

  3. syukurlah kalau masih bisa bermanfaat 🙂
    gambarnayh dari google 😀 sayahs earch sesuai judul artikel yang sayah publish, gak ada trik yang istimewa. he he…

  4. saya sampe search di fb n sampe sini.. oh iya sy yg ikut kamisan di salman. inget terus karena teh ana salah satu yg paling yg aktif nanya2.. jd semangat.. okelah salam kenal.

  5. ooho ho ho..
    salam kenal kang. thx bwt kamisan waktu ituh, banyak nanya karena banyak gak taunyah 😀 he he

  6. cerita diatas sangat bagus…keinginanmu tuk membalas budi mereka meski hanya dengan seplastik putih minuman dan nasi sederhana, memiliki nilai lebih di mata penerima maupun dimata NYA…
    meski hal itu tidak nyampai padanya, tapi kau sudah mau berusaha….

    saya tertarik dengan kalimat di atas yang :

    kita memiliki banyak sekali kesempatan untuk berkata “terimakasih”. Berterimakasih dengan memperhatikan pelajaran yang diberikan dengan sebaikmungkin. Berterimakasih dengan memperhatikan materi saat mereka menerangkan. Berterimakasih dengan datang tepat waktu dan memahami apa yang mereka ajarkan. Berterimakasih dengan menghormati apa yang mereka usahakan. Berterimakasih dengan berkata “terimakasih” yang akan membuat mereka merasa berarti dan dihargai.

    salam ukhuwah…n_n
    tetap berkarya…

  7. cerita diatas sangat bagus…keinginanmu tuk membalas budi mereka meski hanya dengan seplastik putih minuman dan nasi sederhana, memiliki nilai lebih di mata penerima maupun dimata NYA…
    meski hal itu tidak nyampai padanya, tapi kau sudah mau berusaha….

    saya tertarik dengan kalimat di atas yang :

    kita memiliki banyak sekali kesempatan untuk berkata “terimakasih”. Berterimakasih dengan memperhatikan pelajaran yang diberikan dengan sebaikmungkin. Berterimakasih dengan memperhatikan materi saat mereka menerangkan. Berterimakasih dengan datang tepat waktu dan memahami apa yang mereka ajarkan. Berterimakasih dengan menghormati apa yang mereka usahakan. Berterimakasih dengan berkata “terimakasih” yang akan membuat mereka merasa berarti dan dihargai.

    salam ukhuwah…n_n
    tetap berkarya…

    mungkin kita bisa share…
    my blog…

    http://www.wahyuaji.blogdetik.com
    http://www.assalavista.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s