[opini] Sebuah pertanyaan

Saat kita menjalani sebuah kehidupan dengan lingkungan yang baru dan juga suasana yang baru, maka perlahan-lahan kita akan merasakan sebuah perubahan. Perubahan yang pertama kali terjadi adalah sebuah penyesuaian diri dengan kondisi yang ada. Terlepas dari perubahan itu dilewati dengan bersusah payah atau memang dinikmati sebagai sebuah tantangan hidup. Penyesuaian ini jugalah yang harus saya jalani ketika pertama kali memasuki dunia kerja tepat dua minggu setelah wisuda.

Saat itu, segera setelah diadakannya wisuda ITB periode  bulan Juli, program studi dan himpunan mahasiswa kimia mengadakan pertemuan dengan para alumni yang telah terlebih dahulu mencicipi kesuksesan sebagai pengusaha. Allhamdulillah,  Allahpun memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat menjadi bagian dari mereka. Masih segar dalam ingatan saya, salah seorang alumni sukses yang ramah sekaligus pemilik dari perusahan yang bergerak dibidang kimia, pengolahan air berih dan juga IPAL menyapa saya dengan hangat. Baliaupun akhirnya memberikan kesempatan untuk dapat belajar langsung kepada beliau sebagai marketing support di perusahaan yang beliau miliki. Tapi bukan pengalaman saya selama menjadi marketing di perusahaan beliau yang ingin saya ceritakan disini,  namun lebih kepada sesuatu yang tidak benar benar saya pertimbangkan dengan baik ketika menerima dan menandatangani kontrak yang beliau tawarkan. “apa yang sebetulnya benar benar saya inginkan?” pertanyaan retorika ini seolah istilah lain ketika kita “gagal” merencanakan masa depan. Masa depan yang salah satunya dibentuk dari target dan rencana untuk dapat mengapai target yang kita inginkan. Saat itu yang saya pikirkan adalah “ini adalah kesempatan yang bagus untuk bisa menambah pengalaman”.  Saat itu saya tidak benar-benar memikirkan apa sebenarnya tujuan dan impian yang ingin saya wujudkan setelah kelulusan. Berkarir kah?”itukah yang benar benar saya inginkan?”

Saya selalu bertanya tanya kepada mereka yang seolah tampak selalu bisa menikmati hidup. “apa yang sebetulnya bisa membuat mereka selalu terlihat begitu bersemangat?”. Saya yakin, kehidupan yang mereka jalani tidak akan selamanya mudah dan terkadang harus dilewati dengan bersusah payah. Namun, mengapa hal tersebut seolah “mengalir begitu saja”?. Lama sekali saya bertanya-tanya, hingga akhirnya saya menyadari bahwa mungkin salah satu hal yang membuat mereka tampak selalu bisa menikmati kehidupan yang mereka miliki adalah karena mereka benar benar tau apa yang mereka inginkan. Hal ini bukan saja mampu membuat mereka lebih bersemangat menjalani kehidupan, namun juga membuat mereka dapat melihat dan mengetahui hal yang harus mereka lakukan untuk bisa mewujudkannya…, tidak terbawa arus namun mampu menciptakan arus yang kemudian menghasilkan hal besar yang luar biasa untuk orang orang disekeliling mereka. Tentu mengetahui hal yang kita inginkan saja tidak lah cukup, dibutuhkan kesadaran bahwa setiap impian yang kita inginkan harus diwujudkan dengan perjuangan dan kesabaran.  Tanpa kesadaran inilah, maka seseorang tidak akan mampu bertahan dan bertawakal dalam menjalani ujian yang dijalaninya.

Mungkin, hal ini tidaklah menjadi satu satunya hal yang menjadi sebab mengapa seseorang bisa tampak begitu menikmati hidup. Dibutuhkan hati mungil yang dipenuhi syukur, keinginan ikhtiar, dan tawakal kepada Allah dalam menjalani kehidupan yang diamanahkanNya. Seperti layaknya sebuah amanah, maka kehidupan itu sendiri muncul sebagai sesuatu yang  harus kita manage dan pertanggungjawabkan dengan baik pula. Maka saat ini, setelah membaca tulisan ini, mulailah dengan bertanya pada diri kita sendiri “ apa yang sebetulnya benar benar saya inginkan dan apa yang harus saya lakukan untuk dapat mewujudkannya?”. Hingga setiap detik yang kita jalani dalam kehidupan adalah manfaat yang mampu mendekatkan diri kita kepadaNYA… Karena saat kita merasakan bahwa diri kita bisa memberikan manfaat, hal tersebut sangatlah nikmat…

Amin ya Raab…, semoga Engkau masih berkenan memberikan kesempatan…

Tulisan untuk menegur diri sendiri. Semoga juga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya… Amin

16 Januari 2011

Advertisements

8 thoughts on “[opini] Sebuah pertanyaan

  1. kleeemooond :)) *(udah lama gak lihat “icon jutek” nya si Yumcatz…) hehehe
    iya mbah.. ini uja udah belajar hidup sekat tau, sebih banyak minum, yg asalnya segelas jadi dua gelas. 😛
    seengaknya sekarang makan syur seminggu sekali walo sedikit juga… cuman OR nya ajah yang susah mooooon 😀 hehehe

  2. terkdng kt di hadapkan pd pilihan, apakah kt hrs mengorbankan apa yg telah impian kita dgn hanya do the best ap yg kita hadapi skrng yg mngkin ini lah yg sbnrny kita butuhkan ato tetep memperjuankan impian yg telah dintentukn seblmny yg mungkn hanya keinginan sja bkn yg kita di butuhkan…………..

  3. beberapa orang sudah tau “apa yang sebetulnya benar benar mereka inginkan?”, tapi… g semua orang punya pilihan kayak Bintang yang bisa lepas dari ke-karir-annya dan memilih sekolah lagi,..
    sering kali keadaan/kebutuhan mengalahkan keinginan..

  4. “setiap impian yang kita inginkan harus diwujudkan dengan perjuangan dan kesabaran”.
    “apa yang sebetulnya benar-benar saya inginkan dan apa yang harus saya lakukan untuk dapat mewujudkannya??”

    tak ada yg sia2 dalam hidup ini, mski dr sesuatu yg kadang sangat tidak kita inginkan.
    saya termasuk org yg masuk jurusan yg sangat tidak saya ingin kan semasa kuliah dulu, bahkan saya tak tau sama skali mengenai jurusan itu.

    tp itulah unik nya takdir Alloh. Dia telah memberikan banyak hikmah kehidupan dr hal yg kadang tidak sesuai dg keinginan kita. Dia lebih tau apa yg terbaik utk setiap makhluk Nya.
    Jalani, nikmati, dan syukuri. jadikan sabar dan sholat sebagai penolong.

    tulisan yg d^_^b.

  5. apa yang sebetulnya benar benar saya inginkan dan apa yang harus saya lakukan untuk dapat mewujudkannya?

    yg benar2 saya inginkanpun selalu berubah2 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s