[opini] kagum

Kagum deh, sama ADK  yang mampu membaur tapi tidak melebur. Mereka yang berdakwah dan mengamalkan apa yang mereka pelajari. Bukan hanya mengetahui tapi juga memahami. Mereka yang mengajarkannya kembali dengan penuh kelembutan hingga orang lain tidak salah mengerti. Mampu menempatkan ilmu sesuai dengan orang-orang yang mereka hadapi. Tidak mendahulukan menghakimi tanpa memahami betul apa yang sebenarnya terjadi. Mereka tidak semata mata sesumbar berkata “saya hanya takut pada Allah dan membawa ‘label-label dakwah’ ” tapi tanpa disadari menyakiti hati-hati saudaranya, menghakimi kesalahan-kesalahan orang lain yang menurutnya tidak sama dengan ‘sedikit ilmu’ yang diketahuinya tanpa melakukan pemahaman yang mendalam tentang apa yang sebenarnya terjadi, memaksakan apa menurutnya benar tanpa mempertimbangkan kadar ilmu dan pemahaman yang dimiliki oleh orang lain.

Berkata dengan gagah pada setiap orang bahwa ‘saya hanya takut kepada allah’ namun ketika berjanji ia ingkar, dipercaya berkhianat, di ingatkan tetap menyangkal. Hal yang paling membuat sedih adalah ketika ketidakpahaman ini dianggap merepresentasikan islam secara keseluruhan. Hingga keindahannya sendiri seolah menjadi samar karena salah menyampaikan. Jangan sampai dakwah, tanpa sadar menjadi hal yang mampu ‘melukai hati’. Sesungguhnya tidak demikian kawan,  hal ini memerlukan penyikapan yang lebih bijaksana.

Janganlah karena segelintir orang yang dirasatidak sesuai dalam menyampaikan lantas dijadikan dasar untuk menilai indahnya islam secara  keseluruhan. Ketika kita merasa tidak senang bahwa mereka seolah terlalu mudah menghakimi tanpa mengetahui jelas apa yang sebenarnya terjadi, jangan sampai kitapun menyikapinya secara kurang bijak dengan kembali menghakimi. Jangan sampai tanpa sadar, kita melakukan hal yang tidak kita sukai dengan mengatasnamakan sebuah pembenaran. Benar karena mereka yang salah dan sayalah yang benar, benar karena merekalah yang harus belajar menyampaikan dan mengerti apa yang kita rasakan dan sayalah yang ingin dimengerti atas apa yang sedang terjadi. Sikapilah kembali dengan giat belajar untuk menjadi orang orang yang berilmu agar bisa menyikapi sesuatu dengan lebih bijaksana.

Orang yang makin berilmu itu, makin hidup hatinya, makin lembut tutur katanya. Makin mau mengerti, tidak mudah menghakimi. Mereka tetap tegas namun tidak ‘keras’. Tau menempatkan posisi, memberi teguran, pelajaran dan keteladanan dengan senyuman bukan dengan kekerasan. Baik keras dalam perbuatan maupun keras dalam perkataan. Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang Allah berikan kesempatan untuk bisa menjadi orang-orang berilmu dan berbagi dengan orang lain di jalan yang diridhai olehNYA. Amin

Catatan: Ini adalah sebuah tulisan yang ditujukan bukan untuk menghakimi, tapi lebih menyemangati bahwa hal yang perlu dipelajari dari ilmu bukan hanya mengenai ilmu itu sendiri namun bagaimana menyampaikannya dengan baik hingga orang lainpun mengerti tanpa merasa dihakimi. Sungguh, Islam itu sangatlah indah. Didalamnya Allah berikan tuntunan untuk merasakan manisnya keimanan. Sungguh, islam itu indah. Tuntunan yang membuatmu menjadi makin indah. Sungguh, islam itu indah. Dan keindahan itu akan lebih indah jika disampaikan dengan penyikapan dan tutur kata yang baik pula J

-Bintang-

Advertisements

7 thoughts on “[opini] kagum

  1. Dari sebuah buku, dikutip pesan ulama:
    “Yang dimaksud dengan orang yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan hanyalah orang yang berilmu dan memahami apa yang dia ajak, memahami apa yang dia larang, lemah lembut dalam apa yang ia serukan, lemah lembut dalam apa yang ia larang, santun dalam apa yang ia serukan, dan santun dalam apa yang ia larang”

    Dakwah bukanlah mendikte; tapi mencerahkan hati, baik objeknya maupun subjeknya, untuk lebih bertaqwa dan mendekatkan diri pada Allah.

    Thanks for sharing and inspiration. 🙂

  2. hakikatnya saat kita berdakwah (dengan bentuk apapun tidak hanya sebatas menjadi pengisi kajian/ halaqah) itu merupakan dakwah untuk sang pemberi materi dakwah. Bukankah dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah SWT sangat membenci jika kita mengatakan apa yang tidak kita lakukan..naudzubillah.

    panduan dakwah harus mencontoh Rasulullah SAW, yang mengajarkan Islam dengan kelembutan dan ketegasan pada waktu yang sama. Konsistensi dan teladan yang sempurna. Jauh dari arogansi pribadi dan kepentingan singkat.
    Dan kewajiban dakwah tidak hanya diemban oleh segelintir orang tapi merupakan tugas kita semua sebagai orang yang mengikrarkan diri ber Islam.

    Wallahu’alam bishawab,
    *terutama pengingat untuk saya pribadi ^_^

  3. @ ALL
    thx ya 🙂 semoga aja sesuatu yang harusnya ditujukan untuk ‘menarik hati’ gak salah tersampaikan hingga terasa ‘melukai hati’ hehe…
    semangat belajar. hoho \(^.^)/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s