[profil] Syauki Amin, sosok yang sederhana dan bersahaja

Bapak Syauki Amin

Nama bapak Syauki Amin, khususnya di lingkungan kimia ITB dan alumni ITB, memang sudah sangat tidak asing. Beliau adalah salah satu alumni kimia yang sukses dalam usaha yang ditekuninya dan sempat menjadi ketua ikatan alumni KIMIA ITB hingga tahun 2010. Beliau juga sering menjadi icon atas keberhasilannya dalam berwirausaha dan aplikasi ilmu kimia yang ditekuninya. Atas prestasinya ini, beliau aktif berbagi motivasi dan edukasi, khusunya dibidang entrepreneur, melalui berbagai kegiatan. Kisah perjalanan beliau meniti karir dan pelajaran hidup yang beliau bagi bisa dibaca lebih lengkapnya disini.  Jika profil beliau sebagai pengusaha dan segenap prestasi yang beliau raih telah banyak diulas diberbagai media, maka kali ini saya ingin menghadirkan sisi lain yang dimiliki oleh beliau sebagai seorang pribadi yang bersahaja.

logo resmi PT.SISKEM

Tulisan ini  terinspirasi dari obrolan ringan kami di warung pasta pinggir kampus. Saat itu beliau baru selesai memberikan seminar dalam acara Zero to Millio yang diselengarakan oleh Salman ITB sebagai salah satu kontribusi beliau sebagai alumni PAS (Pembinaan anak salman ITB). Saya sendiri pernah bekerja di perusaaan beliau, PT. SISKEM Aneka Indonesia selama beberapa bulan, tepat 2 minggu setelah kelulusan saya dari ITB kala itu.

Saya masih ingat pertemuan pertama saya dengan beliau, atau lebih tepatnya pertemuan dimana saya sangat mengagumi semangat dan motivasi yang beliau tunjukan. Kala itu beliau memberikan kuliah umun kepada para juniornya di kimia ITB bersama dengan alumni kimia yang sukses lainnya. Saya bahkan masih ingat baju yang beliau kenakan saat itu. Baju yang sama di pertemuan kedua kami sebelum saya resmi bekerja di SISKEM. Kemeja putih yang sederhana dan bersahaja.

Kesan pertama yang diberikan oleh beliau saat mendalam. Sederhana, ramah, dan menyenangkan. Kala itu beliau menceritakan kisah hidup dan perjuangannya meniti karir hingga akhirnya berhasil menjadi penngusaha yang sukses dibidangnya. Beliau memotivasi kami untuk tidak hanya mempelajari urusan kuliah, tapi juga mengembangkan potensi diri yang kami miliki. Salah satu hal yang penting adalah bagaimana kita, sebagai mahasiawa, menjadi solusi bagi masyarakat dengan ilmu yang kita tekuni.  Untuk itu, kita benar benar harus tau posisi kita dalam hidup dan hal apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup.

Di kantor, saya mengenal beliau sebagai sosok yang menjadi tumpuan dan selalu bisa diandalkan. Beliau tidak membuat jenjang sosial bagi karyawan dan tetap membuat siapapun yang mengenalnya menghormati beliau sebagai seseorang yang lebih senior. Beliau tidak pernah marah dengan membentak bentak karyawannya. Meskipun beliau adalah direktur utama dan memiliki saham terbesar di SISKEM, beliau sangat menitikberatkan pada konsep musyawarah dan tetap terbuka akan masukan masukan yang ada. Jika ada acara-acara kekeluargaan perusahaan atupun lembur yang mewajibkan sebagian besar karyawan lembur dikarenakan proyek besar yang harus ditangani, maka kami akan makan bersama di meja yang sama. Semua karyawan, tanpa terkecuali. Tidak ada perlakukan istimewa. Tak jarang menu yang beliau pesan justru jauh lebih sederhana dari karyawan karyawannya.  sesekali  beliau ikut menemani kami lembur dan mengambil foto-foto kami ketika sedang berhiruk-pikuk mengerjakan proyek-proyek besar untuk diposting di forum karyawan.

bapak syauki (paling kiri) bersama dengan 2 calon ketua IA Kimia ITB, bpk. Nandang (tengah), Bpk. Dasrul (kanan)

Ketika saya memutuskan untuk berhentipun dikarenakan studi. Beliau tetap menjalin silaturahmi dengan baik. Sesekali beliau menyempatkan diri untuk mengobrol ringan di warung pasta ketika sedang memiliki acara dibandung. Bagi saya yang hanya karyawan biasa dan juga tidak lama berkontribusi di SISKEM, hal tersbut merupakan hal yang luar biasa. Seorang pengusaha sukses yang bersahaja dan sederhana duduk satu meja dan mau meluangkan waktu ditengah kesibukannya yang luarbiasa dengan saya untuk berbagi cerita dan motivasi. Saat itu saya menghormati beliau bukan hanya sebagai seorang pemimpin, namun juga sebagai kaka kelas yang sedang membimbing adik-adiknya. Sungguh saya mengagumi sosok beliau sebagai seoarang senior yang tidak malu berbagi kepada para juniornya, sosok seorang bos yang sederhana, ramah dan menyenangkan untuk diajak berdiskusi. Bagi saya beliau juga merupakan guru dan juga inspirasi untuk bisa memperjuangkan apa yang benar benar kita impikan.

Beliau memiliki dua orang putra dan seorang putri. Adalah kebanggan setiap orang tua ketika melihat anak anaknya berprestasi. Putri sulung beliau (kalau tidak salah mulai menginjak SMA) terkenal dengan prestasinya dalam berbahasa inggris, putra yang kedua (kalau tidak salah masih SMP) berhasil menoreh prestasi di olimpiade matematika, sementara putranya yang ketiga memiliki ketertarikan yang sama dalam bahasa inggris dan juga sepakbola. Terkadang  saya mendengar beliau bercakap cakap dengan si bungsu yang masih duduk diawal bangku SD dengan bahasa inggris lewat telefon.

Sebagai seorang ayah, sesibuk apapun kegiatan yang beliau miliki, beliau selalu menyempatkan diri untuk berkumpul bersama keluarganya. Beliau bercerita bahwa disaat weekend, beliau selalu menyempatkan diri untuk bisa shalat berjamaah bersama dengan keluarga. Beliau bercerita bahwa setiap tahunnya beliau menabung untuk bisa melakukan wisata keluarga berkeliling dunia. Beliau mengajarkan kepada saya bahwa pengelaman adalah salah satu hal yang penting untuk perkembangan setiap individu. Dengan banyak melihat dunia luar dan berada di komunitas baru yang menghadirkan hal hal baru,  hal tersebut akan mempengaruhi pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Terlebih jika perjalanan yang kita lalui dikelilingi oleh orang orang yang kita cintai dan mencintai kita. Maka kecerdaasan yang dibina bukan hanya kecerdasan secara intelektual tetapi juga secara emosional. Agaknya salah satau hal lagi yang tidak kalah penting dan merupakan sebuah prioritas adalah kecerdasan spiritual. Untuk mengembangkan potensi yang kita miliki, ketiga kecerdasan ini bukan hanya perlu diketahui, tapi juga perlu dibina dengan cara yang tepat.

bapak syauki (kedua paling kiri) bersama dengan para stakeholder PT.SISKEM

Dalam obrolan-obrolan ringan kami, beliau juga banyak bercerita mengenai pengalaman beliau dalam berkeluarga dan mendidik anak anak. Beliau menasehati bahwa metode dalam mendidik anak tidak bisa disamakan disetiap zaman. Salah satunya karena factor lingkungan yang juga mempengaruhi pola pikir dan kepribadian yang mereka miliki. Kecenderungan sikap anak pada setiap usia juga memiliki ciri khas tertentu, sehingga dibutuhkan penyikapan yang lebih bijak dari orangtua. Misal, pada usia remaja, anak anak cenderung labil dan tidak begitu menyukai hal hal yang mengikat. Bisa dibilang ini adalah salah satu masa dimana seseorang mulai mencari jati dirinya. Masa masa ini memberikan warna yang cukup besar dalam membentuk karakter seseorang, sehingga sebagai orangtua perlu menyikapinya dengan lebih bijak. Agaknya tidak salah jika ada nasehat bahwa belajar memang perlu sampai akhir hayat. Disaat kita memasuki dunia yang baru, maka disaat itulah kita harus makin giat belajar. Selain itu, beliau juga banyak bercerita  mengenai pengalamannya dalam manajemen. Bagaimana beliau berikap untuk mengatasi perbedaan perbedaan yang ada, baik dalam tubuh manajemen siskem maupun membina karyawan karyawannya.

Untuk kawan kawan yang juga mengagumi seseorang. Teladani dan hormatilah mereka. Jadikanlah apa yang membuat mereka “menang” dalam kehidupan adalah sebuah pelajaran berharga untuk kita, agar  bisa menempa diri menjadi seseorang yang lebih baik. Namun ingatlah, setiap manuasia adalah unik. Meskipun kita berusaha ‘menjadi seperti orang lain’, paling indah menjadi diri sendiri dan tidak terus membanding bandingkannya dengan oranglain. Karena Allah telah menciptakan setiap manusia dengan istimewa dan sempurna. Maka jika seseorang lebih bijak memandang kehidupan, mereka akan mampu melihat hikmah dari semua yang sudah Allah takdirkan.

Semoga tulisan ini memberikan manfaat. Amin

Salam hangat,

Sangbintang

Advertisements

4 thoughts on “[profil] Syauki Amin, sosok yang sederhana dan bersahaja

  1. Sangat menginspirasi. Bagus sekali kesimpulannya. Ya, belajar ‘mengambil hikmah’ dari siapapun; tetapi bukan belajar untuk ‘menjadi’ siapapun. Don’t try to be anyone but you, yourself only. Karena bentuk rasa syukur atas nikmat kehidupan yang Allah berikan adalah dengan menjadi diri sendiri dalam menjalaninya..

    Very well written..

  2. Saya pernah beberapa kali bertemu dengan beliau dalam urusan bisnis, kesan saya terhadap beliau sama persis seperti dalam tulisan, bersahaja, sederhana dan selalu menerima input2 dari orang lain…..
    Sukses terus P.Syauki …..

    Salam

  3. Pingback: [Kisah] Sebuah keputusan besar –part 2: Sebuah harapan dari negeri Sakura « read in the name of your Lord who created

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s