5

[curhat] Sebuah keputusan besar –part 4: from Taiwan, with love.

Banyak sekali jalan yang bisa ditempuh untuk mendapatkan kesempatan study abroad. Kali ini saya akan menceritakan kisah untuk bisa mendapatkan scholarsip lewat jalur yang bisa dibilang ‘semi formal’. Sedikit berbeda dengan beasiswa MEXT yang saya ceritakan sebelumnya, beasiswa ini saya dapatkan karena memang sang professor yang mencarikan dan memberikannya.

 6. Bertemu dengan professor dari Taiwan

Sedikit kembali ke masalalu, setelah saya merasakan kegagalan saat apply beasiswa INPEX 2010 saya pun mulai lebih jeli melihat peluang study abroad yang lainnya. Continue reading

Advertisements
4

[curhat] Sebuah keputusan besar –part 3: Beasiswa Mombukagakusho (MEXT) research student

5.       Beasiswa Mombukagakusho (MEXT); research student.

Dikarenakan Jepang merupakan salah satu negara yang menjadi target favorit oleh para pencari beasiswa, mendapatkan Scholarship ke negara ini bukanlah hal yang mudah. Proses mendapatkan beasiswa ini dilalui dengan tahapan yang lumayan panjang.  Beasiswa yang saya ikuti untuk bisa bersekolah ke negara ini adalah beasiswa MEXT (Mombukagakusho ) yang diberikan antar pemerintah untuk kategori research student. Dalam program ini, kita tidak hanya bersaing antar sesama pelamar S2 namun juga bersaing dengan pelamar S3 secara nasional dan internasional. Beasiswa kategori research student ini terdiri dari 2 jenis, yaitu U to U (university to university) dan G to G (government to government). Saya sendiri mengambil jalur G to G atas dasar saran yang diberikan oleh kedua professor saya di Jepang.  berikut adalah tahapan proses seleksi G to G yang saya jalani Continue reading

4

[Kisah] Sebuah keputusan besar –part 2: Sebuah harapan dari negeri sakura

2. Bertemu dengan professor dari Jepang

Di tengah proses saya belajar berbahsa inggris, saya juga belajar untuk bisa lebih percaya diri dalam berkomunikasi. Dengan kemampuan bahasa innggris saya yang paspasan, bisa dibilang saat itu saya ‘nekat’ untuk mendatangi seminar internasional dari salah seorang professor fisika, Osaka Univ, prof. Y.Nozue. Seminar internasional ini diselenggarakan oleh departemen Fisika, FMIPA ITB, yang memang rutin menyelenggarakan seminar internasional secara bergilir dengan jurusan science di departemen FMIPA yang lainnya. Hal yang menarik saya untuk mendatangi seminar ini adalah materi presentasi yang memiliki objek penelitian yang sama dengan tema TA yang saya lakukan, yaitu Zeolit.

Continue reading